Tuesday, January 9, 2018

AHOK PUN BAGAI BUNGA


Youtube ini saya publikasikan  pada 5 Mei 2017 melalui you tube sekedar memperingatkan kepada kita semua bahwa bahwa manusia ini bak bunga yang keberadaannya tiada akan lama, sangat dibatasi waktu, dan akan singkat sekali rasanya. Hanya amal baiklah yang akan membuat nama kita akan sedikit lebih lama, dalam penuturan manusia. memang ada nama yang akan lebih lama lagi hadir dalam manusia, tetapi akan sangat terbantung apakah itu nama baik atau nama buruk, bila itu nama baik, maka lamanya penyebutan akan membuat yang bersangkutan merasa longgar dan bangga para sanak keluarga dan pengagumnya, tetapi manakala itui merupakan nama burukmaka akan menjadi siksaan bagi pemilik nama dan pengagumnya. Salah satu nama yang sangat haru tetapi hilang sirna dalam waktu yang relatif singkat adalah nama harumnya AHOK.




Sudah lama kita tak disuguhi berita dan tulisan yang berisikan puja puji terhadap Ahok lantaran yang bersangkutan kalah dalam Pilkada DKI  dan bahkan dihkum bersalah telah menista agama Islam sehingga harus mempertanggungjawabkan kekeliuruannya selama dua tahun penjara.  Tetapi kita semua dikagetkan oleh berita dari Kompas bahwa Ahok mengajukan gugatan cerai bagi Isterinya Veronica Chan. Berbagai reaksi, ada cuek ... emang gua pikirin, tetapi ada yang menyesalkan dan berharap berita ini  hoax ... bagi pengagum dan pendukungnya ... tetapi tak tertutup pasti ada nyukuri ... mupus luh ... !, dari musuhnya pasti.

Sebagai orang yang bertuhan, kita memang sudah pasrah dengan arti menyerahkan Indonesia ini atas kehendak Allah, setelah terjadi perbedaan keinginan antara masyarakat Bangsa ini. ada kelompok Islam, ada kelompok Nasionalis Scul;air, ada  neolib yahudi, lalu muncul kembali China Komunis. Pertarungan perebutan kekuasaan melalui Pilkada DKI diajadikan ajang oleh masing masing kelompok sebagai batu loncatan untuk memenangkan Pilpres tahun 2019 yang akan datang.

Adalah Ahok sebagai Gubernur DKI memiliki peluang yang paling besar untuk menjadi Presiden RI tahun 2018, ini sangat diyakini oleh para pendukungnya, itulah sebabnya maka sebelum Pilkada DKI pun acara syukuran itu telah disiapkan untuk dilaksanakan besar besaran. Bukan hanya Jakarta dan mungkin saja Kita besar lainnya akan dihujani karangan bunga, yang akan berlanjut sekian lama. Seusai pesta karangan bunga konon kabarnya akan ada pesta lilin. Sayang baru beberapa hari bunga di pasang ada sekelompok orang melaksanakan unjuk rasa, para pengunjuk rasa ini menganggap karangan bunga ini cukup mengganggu dan mereka membakarnya, nasib bunga memang tiada lama. Ahok menghilang di gelapnya ruang tahanan Mako Brimob. Ahok tak mudah dikunjungi.

Muncul berita Ahok mengajukan gugatan cerai kepada isterinya Veronica. Chan. Memang meme tentang retaknya hubungan Ahok Veronika sempat dijadikan meme foto oleh netizen iseng, tetapi anggap saja itu iseng, sekali lagi iseng. Tetapi berita oleh Kompas tentang perceraian ini walaupun masih dianggap hoax oleh para pengagumnya, tetap saja mereka bagaikan tersambar halilintar. Berita ini langsung viral dan menjadi berita hangat, foto meme tentang keretakan hubungan kwduanya mulai di buka buka lagi. Kita berharap Ahok - Veronika masih mampu dipertahankan.

Tetapi kitapun tidak tahu, apakah rencana perceraian Ahok - Veronika ini merupakan mof politik atau bagaimana, kita tak tahu apakah konsultan politik Ahok memiliki pertimbangan tersendiri, atau ini memang murni yang sebenarnya. Dan kita juga tidak tahu, apakah ini merupakan akhior dari segala karir politik Ahok, atau justeru awal kebangkitannya. Sekali lagi kita tidak tahu, tetapi bila kembali ke judul dan konten lagu dalam youtube tersebut di atas bahwa nasib bunga tiada lama.

Sebagai masyarakat sebangsa, bisa saja kita mendoakan Ohok mendapatkan hidayah dari Allahsehingga  berbelok beriman kepada Allah, setelah dengan gagahnya iya melecehkan Al-Quran. Itu bisa saja manakala Allah menhendakinya. Tetapi walaupun bagaimana Ahok telah membuktikan bahwa nasib bunga tiada lama.

Monday, January 8, 2018

HASIL DIALOG PADA REUNI ALUMNI IAIN RD INTAN 7 JANUARI 2017

Sebenarnya saya tidak terlibat merancang pertemuan Reuni Alumni IAIN Rd.Intan 75/85 yang diselenggarakan di Rumah Makan Begadang Resto 2018 yang lalu, tetapi secara tiba tiba saya didapuk untuk memimpin dialog alumni seusai acara pembukaan dan Tausiyah, lalu diselenggarakan dialog. Karena hal ini diminta tiba tiba, tak ada pembicaraan sebelumnya, jelas beberapa saat saya gelagapan, khawatir kalau kalau bertentangan dengan keinginan sebagian peserta reuni, karena mereka telah demikian lama merencanakan dan mematangkan acara ini, sementara saya hanya memantau sekedarnya saja, bisa jadi saya sama sekali tak memahami sepenuhnya jiwa dan semangat para penggagas pertemuan yang bersejarah bagi pendukung pertemuan ini setidaknya.

Dari pengamatan saya diantara acara pembukaan nampaknya dalam acara pembacaan Kitab suci Al-Quran saja para hadiri yang mampu menghentikan aktivitas lainnya, berbeda halnya dengan ketika ada yang menyampaikan sambutan dan ada memberiakn tausiyah, suasana cenderung gaduh karena masing masing perserta yang paling parah adalah ketika disampaikan tausiyah oleh Dr. M. Syofyan. Pekikan kecil dan jeritan demikian terlontar diantara mereka ketika teman teman akrab berdatangan satu persatu, sehingga sambutan berpanjang panjang dan tausiyah bukan sesuatu yang tepat untuk
diselenggarakan, sehingga saya berkesimpulan tak harus menyampaikan pengarahan dalam acara ini. Artinya acara ini murni dan full kangen kengenan, dan tak boleh terlalu serius, hal ini didukung oleh banyaknya kursi dan meja yang tak terisi, sehingga hadirin bisa pindah duduk di manapun manakala disudut yang ditempatinya tak representatif untuk kengen kangenan itu.

Saya berkesimpulan tidak ingin mengarah ke suatu pembicaraan yang serius, tetapi saya ingin membagi waktu. saya membagi ada yang mewakili penggagas, ada yang mewakili mereka yang sering membuat ulah di kampus, dan ada yang bisa mewakili IAIN atau  UIN yaitu mereka yang juga alumni tetapi mengabdi atau bekerja di UIN. Dengan demikian berarti agak tertutup menyampaikan gagasan gaghasan yang bernas tentang masa depan UIN yang diharapkan oleh para alumni IAIN, yang sebenarnya mau tak mau pada saat ini UIN Rd.Intan melekat pada
identitas para alumni, biasanya dalam penulisan identitas atau curukulum Vitea seseorang sering Almamater adalah sesuatu yang ditanyakan, bahkan hingga ke Fakultas, Jurusan dan Atau spesialisasi lainnya.

Secara serampangan saya ingin menyimpulkan sejatinya pertemuan reuni itu lebih disebabkan kangen kepada  sesama teman seangkatan lintas Fakultas (Tarbiyah, Syari'ah dan Ushuluddin) dibanding ambisi ingin menyampaikan inspirasi kepada IAIN yang kini telah menjadi UIN dengan segala resiko berbagai perubahannya.
Apatah lagi dijadikan kesempatan untukmemperkenalkan bisnis dan kesibukan lainnya dalam rangka mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama duduk di bangku kuliah IAIN Rd. Intan.

Siapa anda sekarang,  memang bukan sesutu yang dianjurkan untuk diketengahkan dalam reuni semacam ini, terlebih bila hal tersebut terkait dengan jumlah pundi pundi yang dimiliki, karena hal itu bukan merekatkan, melainkan justeru membuat orang lain menjadi segan untuk
berkomunikasi dan bercanda, dalam reuni yang harus dipertunjukkan adalah bahwa kita tak pernah berubah, kita masih memiliki rasa kebersamaan dan kesetiakawanan yang tetap hangat, bahkan dengan teman teman yang semula kita kurang akrab dan berkesempatan berkomunikasi, maka gunakanlah reuni sebagai kesempatan bertegur sapa. Sebagai kakek kakek dan nenek nenek, keakraban bukanlah sesuatu yang menjadikan kita terlalu menghwatirkan sebagaimana kisah buruk yang dialami oleh cerita reunian seperti telah banyak disinetronkan. tetapi reuni dalam usia senja seperti ini walaupun
tak beralasan menghawatirkannya, namun kita harus tetap menjaga etika dan norma ketimuran, sebagai orang yang terdidik dan  beriman bahkan insya Allah bertaqwa.

Saran saya memang seharusnya reuni itu harus memilik produk yang terasa manfaatnya bagi Almamater, memang akan lebih sempurna manakala kita memberikan informasi dalam bentuk data yang teranalisis, untuk tingkat awal sekalipun, tentang sesuatu yang dapat dijadikan objek dan sasaran penelitian dan pengabdian masyarakat, artinya dua dari tiga Tri Dharma
Perguruan Tinggi sudah kita sentuh, tentang Pengajaran mungkin sulit kita memberi masukan. Data awal tentang objek penelituian, serta data awal tentang objek pengabdian sangat terbuka kita berikan kepada almamater kita yang tercinta ini.

Almamater kita sangat membutuhkan data data yang sangat sulit tertampung pada kantor statistik, data data mentahpun sangat diperlukan, karena almamaterkita memiliki lemaga yang berkewajiban dan memiliki kompetensi untuk menganalisis dan mempertajamnya dengan berbagai metode akademis. sehingga menjadi informasi yang layak disajikan, kita tahu bahwa informasi adalah data yang teranalisis. Maka manakala kita ikut memberikan data data mentah yang beraneka ragam kepada almamater kita maka kita telah membantu program almamater secara keseluruhan, karena dari data itulah IAIN berkembang menjadi UIN dan menjadi Universitas yang ternama, karena dengan data itu juga UIN kita akan memiliki program pemngembangan yang terangkum dalam program yang tercover oleh pendanaan.



sory belum selesai

Friday, January 5, 2018

REUNI ALUMNI IAIN RDI 75/85 DENGAN THEMA KEPEMIMPINAN ISLAM

Alhamdulillah Reuni Alumni IAIN Rd.Intan hampir dapat dipastikan terlaksana. Sebuah Spanduk Benner dipajang di WA Bener saya kopi dan dipajang di Facebook maksudnya untuk meyakinkan para alumni bahwa Reuni jadi dilaksanakan ... Horeee.

Ini thema Besarnya. (dikomentari oleh Mang Umron Harun alumni Fak Ushuluddin)

UH. Thema besarnya ... silaturrahmi apa semoga bahagia ?

AQ. Mang Thema besarnya Kepemimpinan Islam .... Subtemanya Semoga bahagia .... bla bla bla

UH. Thema besarnya  ditulis dibelakang ya ?

AQ. Bukan Mang ... Bukan di tulis di belakang, tetapi tak akan di tulis  ... begitu

UH. O ... cukjujp dalam hati ?

AQ. Betul ... cukup dalam hati ... setelah dibaca dimohon manggut manggut pertanda paham dan bijak

UH. Apa yang ngundang reuni ini Pengurus Alumni ... atau person alumni saja.

AQ. Diundang oleh WA hehe

UH. Nah kegiatan Reuni yang gak jelas arah dan tujuan, artinya ... ?

AQ. Mang arahnya sangat jelas ... masalah Kepemimpinan.

UH. ??? Pilkada Maksudnya ... ???

AQ. BukanMang .... jauh dari urusan Pilkada

Nanti jawabannya akan saya tulis di Blog.



Ketika admin memasukkan saya untuk bergabung dalam grup WA alumni UIN  75/85 sepanjang yang saya ingat telah membicarakan rencana pertemuan, jumlah anggota relatif sedikit dan yang aktif berpendapat dan bersikap juga sangat terbatas namun pembicaraan simpang siur, cenderung semua bicara, semua penggagas, walaupun saya melihat ada sejumlah orang berposisi sebagai admin di grup ini tidaklah seseorang memposisikan diri sebagai pemimpin yang mengatur arus pembicaraan. Sampai pada saatnya Ibu Wahyuni didapuk sebagai tuan rumah, yang bersangkutan sepertinya berusaha mengelak, tetapi pembicaraan dari berbagai person sepertinya mengarah, dan sejumlah anggota yang sepertinya siap menghadiri pertemuan itu dihimpun dan terhitunglah sejumlah nama yang jumlahnya hampir sepuluh. Ibu Wahyuni semakin tersudut, didapuk sebagai tuan rumah

Pembicaraan kembali mentah ketika Ibu Wahyuni mnerima secara terbatas, beliau bersedia menjadi tuan rumah dengan syarat bahwa peserta reuni hanya tujuh orang. Tetapi karena respon anggota yang aktif mulai banyak, setiap hari bertambah, persyaratan Ibu Wahyuni sangat dimaklumi, mungkin daya tampung terbatas, lebih dari itu mungkin akan merepotkan tuan rumah. Maka muncul gagasan untuk reunian di Rumah Makan siap saji, gagasan ini disetujui oleh yang lain dengan catatan masing masing diwajibkan konstribusinya sebesar Rp. 100.000,0- peroorang, danm para anggota tak
mempersopalkan

Persoalan baru mencuat ketika sepertinya ada anggota baru, atau setidaknya Ia baru tau ada rencana akan diadakan reuni di Rumah Makan Resto. Yang bersangkutan nampaknya sangat kecewa karena tak diberitahu sejakawal dan merasa kesulitan untuk menerima begitui saja kenyataan ini.  Apa lagi setelah diketahui bahwa oleh penyelenggara tak ada rencana kegiatan yang bisa menghasilkan sesuatu, Terkuak informasi bahwa sebelumnya memang telah pernah ada reuni, yang dilkasanakan di Masjid Komplek kampus IAIN Labuhan Ratu, tertangkap gagasannya bahwa Reuni alumni seyogyanya harus diawali dari masjkid dan dilanjutkan ke masjid,

Kritik atas gagasan Reuni di Rumah Makan Begadang resto, untuk apa apa melakukan perjalanan jauh dan menempuh macet, menghabiskanwaktu sekedar mengisi perut, toh disekitar Kampus UIN banyak pilihan kira kira demikian. Tetapi nampaknya Panituia tak begeming, pertemuan tetapakan diselenggarakan di Begadang resto, hingga muncullah dualisme, yang akan menyelenggarakan di Begadang resto lebih banyak dipelopori Ibu Ibu, sementara yang akan melaksanakan reuni di Masjid Kampus UIN Sukarame lebih dipelopori oleh Bapak Bapak. Pada hari yang sama di Kampus UIN diseklenggarakan pukul 10 Wib, sementara di Begadang resto diselenggarakan sesuai dengan rencana awal pukul 13.00 Wib.

Tetapi sayang para anggota banygak yang telah memiliki agenda sendiri pada pagi hari Minggu ini, sehingga yang akan melaksanakan pertemuan di kampus UIN masih dalam tanda tanya, belum terdata. Prof. Dr. Faisal dan Prof. Dr. Idham Cholid kemungkinan besar hanya bisa mengikuti pertemuan ini di Begadang resto, kemungkinan sekali banyak yang memiliki kasus yang sama. tetapi kita berharap agar pertemuan di UIN yang dijanjikan akan lebih bermakna dan berbobot, tetapi terselenggara dengan segala kualitas yang terbaik.

Apalagi sebagian dari perserta pertemuan di UIN berjanji akan juga mengikuti pertemuan di Begadang resto, sehingga hampir dapat dipastikan bahwa Reuni yang lebih ramai adalah yang diselenggarakan di Begadang resto, karena sebagian anggota telah lama merancang acara masing masing untuk bisa hadiri di begadang resto. Semoga dua duanya sukses, karena pertemaun kali ini menurut rencana penggagas yang dituwa tuwai oleh Dr. Faisal dan Drs. Ghofar Sri Wahyuni,  Rohaya dan lain lain adalah dalam rangka mengagas Reuni Akbar Alumni IAIN/ UIN 2018, konon akan membicarakan masalah Kepemimpinan Islam. begitu ...



Maaf tulisan belum selesai .... mau pesta dulu.



TAFSIR FILOSOFIS MARS IAIN RD. INTAN


Insya Allah menurut rencana Alumni IAIN Rd. Intan angkatan Th 75/85 akan menyelenggarakan Reuni lusa tanggal 7 Januari 2018 pukul 13.00 di Rumah Makan Begadang Resto,untuk kali ini pertemuan hanya bersifat kangen kangenan, dan angkatan ini berarti melibatkan dua angkatan, yaitu angkatan Kamous Kaliawi dan Kampus Baru Labuhan Ratu, Kampus Kaliawi mungkin mewakili era Perpeloncoan, sedang Kampus Labuhan Ratu mewakili masa kenormalan. Era Kaliawi adalah Era Dewan Mahasiswa serdang memasuki era Labuhan Ratu sudah memasuki era Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) Oleh penguasa pada saat itu sebelum NKK adalah masa yang telah dianggap tidak normal, atau setidaknya perlu dinormalkan. Karena pengaduan masyarakat justeru lebih banyak disampaikan kepada Dewan Mahasiswa, ketimbang kepada DPR dan MPR.  Tetapi tulisan ini tidak untuk membahas bedanya kedua era tersebut, melainkan justeru mencoba untuk memahami lagu Mars IAIN Rd. Intan, yang bagi angkatan saya maka lagu ini bisa jadi sudah ada ratusan kali kami nyanyikan.



Syair MARS IAIN RD INTAN adalah sebagai berikut

Bangkitlah Bangkit Mahasiswa
IAIN Harapan Bangsa
Ummat sedang menunggu bimbinganmu
Menuju kearah Medan Nan Jaya

Gali milik rohani Islam 
Kembangkan dioersada bunda
Nusa menanti darma baktimu
Membangun masyarakat Indonesia

Kerahkan daya ijtihadmu
Dalam semua segi ilmu
Institut Agama Islam Negeri 
Hiduplah untuk selama lamanya.

Jika tak silap mengingat lagu ini dikarang oleh A. Kadir Hanafi, dosen Fak. Tarbiyah IAN Rd. Intan Nampaknya oleh si pengarang lagu mars mahasiswa IAIN Rd. Intan pada saat itu sebagian besar masih dalam keadaan duduk atau bahkan mungkin masih tiduran sehingga kalimat pertama harus dibuka dengan kata bangkit. Bangkit adalah ambil posisi berdiri untuk siap melakukan sesuatu atau beraktivitas. Yang dalam lagu tersebut adalah mempersiapkan diri  sebagai sosok penuh harapan bangsa dan ummat tentu saja. 

Posisi ummat Islam pasca kemerdekaan, justeru dihadapkan dengan Islamo fobiya yang memang dikembangkan oleh sementara pihak, sehingga Islam menjadi sesuatu yang harus diwaspadai, setidaknya kita belajar dari apa yang ditulis pada dialog kebudayaam, sebuah buku yang yang merekam keinginan gigih untuk membelenggu ummat Islam. Maka yang diharapkan adalah sosok yang memiliki kemampuan untuk menjelaskan kepada para pihak bahwa Islam itu rahmatan lil alaamin, tidak perlu diwaspadai, apalagi dicyrigai, apakah kita semua lupa justeru kemerdekaan bangsa Indonesia ini direbut dari tangan penjajah, dan Islam bersama ulamanya berdiri di garis paling depan, dengan pekik Allahu Akbar. 

Bangsa sepertinya membutuhkan bimbingan baik untuk mengenal Islam secara fair, bukan Islam yang diputarbalikan faktanya, dan ummat juga membutuhkan bimbingan bagaimana mengekpressikan keislaman kita yang santun dalam artian juga tidak membuituhkan ketergantungan terhadap ihak pihak lain, baik dalam bidang ekonomi, terknologi serta pendidikan dan lain sebagainya. Bila perlu pihak lain justeru harus belajar, bagaimana mengelola perekonomian bersama, serta penyelenggaraan pendidikan yang membawa kepada kemajuan peradaban bangsa. 

Tidak ada lain Ummat islam harus memajukan pendidikan, dari Institut yang dimiliki pada saat itu berkembang menjadi Universitas. Penulis juga sudah ikut mensosialisasikan perubahan IAIN menjadi Universitas itu mulai sejak masih menjadi mahasiswa. Saya juga berterima kasih kepada rekan rekan Fakultas Ushuluddin sempat menjadikannya sebagai topik bahasan di IAIN lain. Walaupun bukan berarti tulisan itu sangat berpengaruh, tetapi setidaknya untuk menunjukkan bahwa para mahasiswa IAIN Rd. Intan Lampung memiliki pemikiran yang sama dengan para pemikir Muslin Indonesia pada saat itu. 

Islam memiliki kekayaan rohani yang luar biasa, sehingga tidak perlu kita menciptakan peseudo agama. Ummat Islam tidak boleh tercengang  baik dengan pemikiran klenik, maupun pemikiran yang dibungkus dengan berbagai teori seperti teori demokrasi, teori teori hak azazsi manusia dan lain sebagainya. bagaimana mungkin Al-Quran yang ditulis berdasarkan fakta alam dan sejarah yang terkuak melalui asbaabun nuzul itu dikalahkan dengan teori teori yang sudah jelas jelas kegagalannya. Komunis telah gagal, demokrasi telah gagal, kanapa pula harus ditambah dengan LGBT yang jelas jelas akan merusak anak keturunan kita. Bayangkan anak seperti yang kita harapkan akan lahir dari mereka yang lesbian, homo yang melebur dalam LGBT. Diharapkan alumni IAIN yang sekarang UIN itu memiliki kemampuan mengusai sejelas jelasnya. 

Ini semua dimaksudkan untuk mempertahankan NKRI dari berbagai upaya para pihak untuk melemahkan, menjajah dan menguasai. maka jadilah alumni IAIN yang kini yelah menjadi UIN sebagai perisai bangsa, para alumni diminta juga berpartisipasi untuk mempertahankan IAIN sekarang UIN untuk menjadi Universitas terkemuka, yang memiliki kemampuan menterjemahkan keislaman melalui ilmu apapun yang dikembangkan di UIN, sehingga mata dunia tahu bahwa Islam dapat dipertahankan melalui Indonesia sebuah negeri yang dihuni oleh mayoritas Muslim dunia, janji ini kita ucapkan dalam lagu, yang bisa jadi sudah ratusan kali kita nyanyikan, baik bersama maupun sendiri sendiri saja. Kini anda semua sedang ditagih, jadikan sisa hidup kita untuk menunaikannya. semoga. 

REUNI ALUMNI IAIN RDI TAHUN 75/ 85 UNTUK APA



Sejumlah penggagas pelaksanaan Reuni Alumni IAIN Rd. Intan angkatan 75- 85 yang namapk  muncul di Grup WA seperti Rohaya, Wahyuni Sobri, Siti Zanariyah, Flora, Wasilah dan Nurlaila serta  muncul pula nama Syamsuddin dan Syamsul Rizal dan beberapa yang lain tentunya yang tidak mungkin saya sebut semua dalam tulisan singkat ini Akhirnya perundingan yang semula terkesan simpang siur dalam group WA ternyata akhirnya mencapai kesempatan bahwa reuni akan diselenggarakan di Rumah Makan Bagadang Prestoo pada hari Minggu 7 Januari 2018 tepat pada pukul 13 diharapkan para undangan sudah hadir, ditempat disediakan. Bisa disebut kesepakatan semakin bulat. Dan pendukung semakin bertambah anggotapun semakin banyak, nampaknya memang saling menyimpan nomor kontak secara setia, sehingga komunikasi mudah terbina. Dengan mudah pula disepakati masing masing diharapkan konstribusinya sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) artinya dengan dana itu setiap peserta sudah bisa memesan makanan dan minuman sepantasnya saja.

Ketika anggota semakin banyak, sekalipun datangnya agak  belakangan ternyata ada juga yang membawa gagasan agar peserta reuni berkumpul dahulu untuk sholat di Masjid Kampus UIN Sukarame, seusai sholat berjama'ah rombongan bergerak menuju Rumah Makan Begang Restoo di Telukbetung. Tetapi nampaknya gagasan yang terakhir kurang mendapat tanggapan, sehingga besar kemungkinan yang akan memulai pertemuannya di Masjid UIN di Kampus Sukarame tidak bakal full, sebagain besar nampaknya memilih langsung ke Rumah Makan Begadang. Karena diperkirakan pada hari Minggu Kampuspun kosong, dan tak dapat menjumpai siapapun di sana karena hari libur.

Nampak masih ada waktu, hari ini dan besok  antara kedu kelompok yang masih berselisih tentang rencana ini dapat diselesaikan secara baik. 99% reuni kali ini nampaknya akan benar terselenggara, karena hingga tulisan ini diselesaikan nama nama baru masih bermunculan, dan saya sempat melihad ada nama Nilawati TS dimunculkan. Berdasarkan pemantawan saya yang juga telah diterima sebagai anggota grup WA ini tidak ada target dan sasaran yang akan dicapai, apakah itu untuk lembaga yang mungkin akan mereka benruk serta untuk kemajuan Kampus UIN sekarang yang semakin mentereng, sayang nampaknya belum ada yang menggerakkan.

Setidaknya sebagai alumni sudah tak terhitung berapa kali kita menyanyikan lagu Mars IAIN Rd. Intan ini. Dengan demikian kita juga masih ingat apa apa saja yang telah kita janjikan. Dari sekian banyak janji itu maka janji apa saja yang belu kita tunaikan, sedikit renungan mungkin, apakah kita tak merasa berdosa dengan terhutangnya janji janji itu. Padahal andai janji itu telah kita tunaikan, maka Indonesia sejatinya telah jaya di tangan Islam.  Maka tulisan ini  saya belokkan kepada para alumni, untuk itu saya tampilkan lirik lagu Mars IAIN Rd. Intan, yang Insya Allah kita masih ingat sedikit sedikit. Marilah kita menagih janji kita masing masing.

MARS IAIN  RD. INTAN.

Bangkitlah Bangkit Mahasiswa
IAIN Harapan Bangsa
Ummat sedang menunggu bimbinganmu
Menuju kearah Medan Nan Jaya

Gali milik rohani Islam 
Kenbangkan dioersada bunda
Nusa menanti darma baktimu
Membangun masyarakat Indonesia

Kerahkan daya ijtihadmu
Dalam semua segi ilmu
Institut Agama Islam Negeri 
Hiduplah untuk selama lamanya.


Thursday, January 4, 2018

KENAIKAN HARGA BERAS, DAN DILLEMA PENGECER


Bagikan sebuah koor ... serentak perusahaan beras menaikkan harga beras sekalipun perlahan, tetapi pasti, sebagai pedagang pengecer sejatinya mereka masih berusaha bertahan dengan harga lama, tetapi lama kelamaan posisi mereka semakin terjepit dan kini benar benar dalam keadaan yang sangat dillematis. Karena kenaikan ini dalam waktu bersamaan justeru daya beli masyarajkat semakin menurun. Dua situasi bertentangan menjadikan posisi mereka benar benar sangat dillematis, dan berdasarkan pengamatan kami, merekapun membatasi stok, selain ketiadaan modal, terasa mulai sepi pembeli, Diberbagai pabrik kecil, mereka benar benar tak lagi memiliki stok beras untuk dijual, mereka hanya sekedar menjual jasa menggiling padi padi milik pribadi masyarakat sekitar.

Kemampuan pedagang kecil mengecer beras, jelas sangat terbatas, sebab bagaimanapun mereka selain mempertahakan keberadaan dan kelengkapan dagangan, juga harus mempertahankan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga, yang salah satunya adalah hasil dari selisih harga, sedikit keuntungan dari penjualan beras secara eceran. Tetapi jelas pada akhirnya mereka selain harus menerima jeritan pembeli yang juga terbiasa membeli dengan julha yang sangat terbatas, merekapun merasakan secara langsung kepedihan atas hasil susah payah mereka dalam sekedar mempertahankan hidup. Kini beras asalan yang semua bisa dijual dengan harga sekitar sembilan ribu kini sudah menembus di atas sepuluh ribu perkilo.

TENTANG MATAHARI KEMBAR, BENARKAH ... ?


Istilah dua matahari adalah sesuatu yang buruk bagi lembaga atau organisasi mulai dari satuan yang kecil, terlebih satuan atau organisasi besar, adalah pantang terjadi dua mata hari. Karena munculnya dua matahari dalam sebuah unit atau organisasi itu adalah gejala kehancuran yang pasti. Matahari dalam satuan dan organisasi adalah Komando, dilambangkan dalam mata hari karena matahari adalah sinar yang paling besar dialam ini. Hanya ada satu sumber sinar yang paling besar yaitu mata hari dan hanya satu Kepemimpinan yang memiliki kekuasaan dalam satu unit atau organisasi, tidak ada dua kepemimpinan yang memiliki kewenangan yang sama dalam suatu masalah, karena adalah gejala akan terjadi malapetaka bagi unit atau organisasi bersangkutan. Lalu benarkan informasi tentang adanya dua matahari sekaligus terbit dalam waktu bersamaan, kata para ahli tak mungkin.

Berita yang viral di medsos dan dianggap hoax karena zero information mengatakan :”Keajaiban terjadi hari ini: Amerika dan Kanada melihat dua matahari. Inilah yang disebut: hunters moon. Ini terjadi karena perubahan orbit. Matahari terbenam dan bulan terbit pada saat bersamaan keduanya berhadapan satu sama lain pada sudut dan derajat tertentu. Bulan memantulkan cahaya matahari dengan begitu terangnya sehingga terasa seperti ada dua matahari”.Pesan itu juga dilengkapi rangkaian gambar pemandangan siluet dengan latar belakang dua sinar seperti matahari. Tujuannya adalah menguatkan bahwa kejadian semacam itu benar-benar ada.Setelah diteliti, ternyata pesan itu hoax. Istilah hunters moon bukan menggambarkan adanya matahari kembar. Juga bukan matahari yang terbenam dan bulan yang terbit bersamaan. Hunters moon merupakan istilah untuk bulan purnama yang terjadi setelah harvest moon. Di belahan bumi bagian utara, harvest moon biasa terjadi pada September atau Oktober. Dengan begitu, hunters moon biasa berlangsung antara Oktober dan November.Hoax tentang matahari kembar ternyata sering menyebar di luar negeri. Terutama di hari-hari menjelang November. Situs Snopes.com pernah mengulasnya pada November 2015. Foto-foto yang ada di Snopes juga 'plek' seperti hoax yang tersebar di tanah air lewat pesan-pesan WhatsApp.Dikutip dari Snopes.com, para ilmuwan menegaskan bahwa munculnya sinar seperti matahari kembar biasanya disebabkan fenomena matahari terbit yang memantulkan sinar ke kristal es dan terakumulasi di atmosfer. Pantulan sinar itulah yang kemudian menimbulkan cahaya seperti matahari.Portal berita Mirror.co.uk juga pernah mengangkat penampakan seperti matahari kembar di Rusia. Berita itu dibuat berdasar rekaman video warga yang melintas di jalanan Nizhny Novgorod, Rusia. Dalam rekaman video yang dipasang di dashboard mobil itu, terlihat adanya dua sinar yang menyerupai matahari.Menurut keterangan Head of the Weather Forecast Department Nizhny Novgorod Hydrometeorological Center Olga Mokeeva, penampakan itu sejenis fatamorgana yang langka. Penyebabnya adalah cahaya matahari yang dibiaskan setelah memasuki atmosfer. ”Sangat mungkin ini disebabkan udara dingin yang mengakibatkan terjadinya kristal es,” katanya.Meski sama-sama memperlihatkan dua cahaya bulat mirip matahari, gambar di rekaman video di Rusia itu berbeda dengan pesan-pesan yang tersebar di Indonesia. Penampakan di Rusia itu lebih terlihat seperti fenomena sun dogs, yakni fenomena optik berupa penampakan titik-titik terang di langit, biasanya muncul di cincin matahari.Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menduga gambar-gambar yang tersebar di Indonesia itu adalah hasil olah digital. Yang pasti, menurut Thomas, pesan yang disampaikan dari gambar-gambar yang tersebar tersebut keliru.”Kalau bulan berdekatan dengan matahari, yang terjadi tidak seperti itu. Mungkin hanya terlihat sebagai hilal yang tipis,” katanya. Thomas menambahkan, gambar-gambar yang disebut hunters moon oleh netizen itu berbeda dengan penampakan sun dogs. ”Saya simpulkan gambar itu kemungkinan hasil rekayasa digital,” katanya.Pesan itu juga dilengkapi rangkaian gambar pemandangan siluet dengan latar belakang dua sinar seperti matahari. Tujuannya adalah menguatkan bahwa kejadian semacam itu benar-benar ada.Setelah diteliti, ternyata pesan itu hoax. Istilah hunters moon bukan menggambarkan adanya matahari kembar. Juga bukan matahari yang terbenam dan bulan yang terbit bersamaan. Hunters moon merupakan istilah untuk bulan purnama yang terjadi setelah harvest moon. Di belahan bumi bagian utara, harvest moon biasa terjadi pada September atau Oktober. Dengan begitu, hunters moon biasa berlangsung antara Oktober dan November.Hoax tentang matahari kembar ternyata sering menyebar di luar negeri. Terutama di hari-hari menjelang November. Situs Snopes.com pernah mengulasnya pada November 2015. Foto-foto yang ada di Snopes juga 'plek' seperti hoax yang tersebar di tanah air lewat pesan-pesan WhatsApp.Dikutip dari Snopes.com, para ilmuwan menegaskan bahwa munculnya sinar seperti matahari kembar biasanya disebabkan fenomena matahari terbit yang memantulkan sinar ke kristal es dan terakumulasi di atmosfer. Pantulan sinar itulah yang kemudian menimbulkan cahaya seperti matahari.Portal berita Mirror.co.uk juga pernah mengangkat penampakan seperti matahari kembar di Rusia. Berita itu dibuat berdasar rekaman video warga yang melintas di jalanan Nizhny Novgorod, Rusia. Dalam rekaman video yang dipasang di dashboard mobil itu, terlihat adanya dua sinar yang menyerupai matahari.Menurut keterangan Head of the Weather Forecast Department Nizhny Novgorod Hydrometeorological Center Olga Mokeeva, penampakan itu sejenis fatamorgana yang langka. Penyebabnya adalah cahaya matahari yang dibiaskan setelah memasuki atmosfer. ”Sangat mungkin ini disebabkan udara dingin yang mengakibatkan terjadinya kristal es,” katanya.Meski sama-sama memperlihatkan dua cahaya bulat mirip matahari, gambar di rekaman video di Rusia itu berbeda dengan pesan-pesan yang tersebar di Indonesia. Penampakan di Rusia itu lebih terlihat seperti fenomena sun dogs, yakni fenomena optik berupa penampakan titik-titik terang di langit, biasanya muncul di cincin matahari.Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menduga gambar-gambar yang tersebar di Indonesia itu adalah hasil olah digital. Yang pasti, menurut Thomas, pesan yang disampaikan dari gambar-gambar yang tersebar tersebut keliru.”Kalau bulan berdekatan dengan matahari, yang terjadi tidak seperti itu. Mungkin hanya terlihat sebagai hilal yang tipis,” katanya. Thomas menambahkan, gambar-gambar yang disebut hunters moon oleh netizen itu berbeda dengan penampakan sun dogs. ”Saya simpulkan gambar itu kemungkinan hasil rekayasa digital,” katanya.