Wednesday, October 7, 2020
MARI KITA SELAMATKAN ADIK ADIK KITA.
Tuesday, October 6, 2020
MUHAMMADIYAH, REJIM PENGUASA SEKARANG INI UGAL UALAN.
PEMERINTAH DAN DPR UGAL ULAN, Muhammadiyah tetap menyurati Pemerintah dan DPR, setelah tiga surat terdaulu yang ditembuskan ke berbagai pihak tak digubris oleh Pemerintah dan DPR terkait pengesahan sejumlah aturan yang terkait onibus law, Walaupun Pemerintah dan DPR masih bersikap tutup mata dan telinga, tetapi Muhammadiyah akan tetap menempuh jalur yang elegan dan tak menimbulkan kekisruhan. Muhammadiyah sebelumnya memenag telah membantuk Tim lintas disiplin ilmu dengan cara menghadirkan sejumlah pakar terkait, dan telah melayangkan tiga surat terdahulu., namu Pemerintah menutup maka dan telinga. Mereka menganggap ralyat itu seperti tak ada. Tak ada istilah lain yang digunakan Busro Muqoddas Wakil Ketua Bidang Hukum Muhammadiyah bilang tak ada lain, Pemerintah melakukan pencurian Demokrasi secara ugal ugalan.
NAJWA VERSUS WAKIL RAKYAT UNTUK PARTAI.
KUNJUNGAN PERTAMA ADIK ADIK PII.
TAK TERKIRA rasa riang di hati menerima kun jungan dari empat orang anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) terasa agak keren ketika para senir membuat terjemahan dalam bahasa Inggar menjadi IMSA Indonesian Moslem Studen Association. Rasa kanegn dihati luar biasa, diselingi rasa heran dan tandatanya yang memang sore tadi Selasa 6 Oktober 2020 muncul tenggelam walau dilain pihak aku berusaha menghapusnya. Mereka para seniornya sudah lama tak menginjakkan kami di halaman rumahku yang sederhana itu.
Dalam satu pertemuan yang dihadiri oleh Keluarga Besar PII dan aktivis PII yang saya juga hadir dalam pertemuan itu. Keluarga Besar PIi artinya mantan aktivis sepertyi kami kami ini. Pada pertemuan tersebut saya melihat dahulu ada kekakuan dari adik adik PII, pada saat itu memang menjelang Pemilihan Presiden, Jokowi- Yusuf Kalla versus Prabowo Sandiaga Uno. Di kubu Jokowi-JK terlihat beberapa orang eks Aktivis PII. Saya tidak tahu kekakuan mereka itu apakah terkait dengan suasana Pilpres, atau bukan. Tetapi bisa saja begitu adanya.
Bagi saya tidaklah menjadi persoalan, karena saya tahu poersis bagaimana PII bersikap, waktu zaman kami dahulu kami memang umumnya tak suka dipengaruhi politisi, hatta mereka eks aktivis PII. Seorang anggota sebuah partai pernah mengiritik Ketua kami yang menjadikan rumahnya sebagai sekretariat PII Lampung, beliau yang kelahiran Makasar itu mengatakan seandainya kalian membuat Sekretariat PII di kamar tidur Beliau sekalipun saya tidak yakin beliau mampu mempengaruhi kalian, saya tahu bagaimana cara anggota PII bersikap, apatah lagi cuma menempati gudang kosong disamping rumahnya, kata tokoh tadi serius. Kita jaga perasaan umum yang tak pahan PII saja, katanya sambil tertawa. Saya kenal luar dalam sikap angghota PII katanya.
Pada saat mereka datang dan memperkenalkan diri, belum lagi tuntas mereka bicara yang terasa sangat formal itu, pembicaraan sudah saya ambil alih. untuk meceriterakan beberapa kisah dan kasus yang bagi saya menarik karena ada kaitang langsung dengan apa yang saya perbuat selama aktif di PII. Antara lain bahwa kehadiran saya di PII agak aneh, karena saya naru mengikuti Basic Training sepulang saya mengikuti Muktamar PII di Jakarta. pada saat terjadi perpindahan era kepemimpinan dari Periode Yusuf Rahimi ke era Yunani Alautsyah. Tetapi memang sya sebelumnya terlibat sibuk sibuk pencarian dana.
Pelatihan Formal saya tak begitu menarik, karena saya hanya mengikuti pelatihan di Lampung saja, sementara teman teman lain keliling, ikut bergabung di pelatihan yang diselenggarakan di Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Solo, Curabaya dan lain lain. Saya hanya sekitar, Pringhsewu, Metro dan Kotabumi serta Bandar Lampung saja.
Terlalu banyak saya bercerita hingga tak terasa waktupun menjelang Azan magrib, saya tanya apa rencana kegiatan kalian.Mau intermedeate Pak jawab mereka serentak. Kasih nomor rekenang kalian nanti kuisi, entah berapapun. Waktunya tak kujanjikan, tapi yang sudah dapat kupastikan jumlahnya tak banyak. Mereka tertawa hambar. Sayang wealaupun nama sudah mereka sebut satu persatu waktu datang, sepulang mereka nama itu langsung lupa. Tapi untuk mengisi rekening mereka insya Allah tak akan lupa.
Monday, October 5, 2020
NAUZUBILLAH, JANGAN SAMPAI UMMAT ISLAM DIANGGAP MEMBANGUN OPINI DENGAN CARA MENUSUK DAN MEMBUNUH ULAMA. SADIS. ...
JANGAN MEMBANGUN OPINI, KATA Tudingan Kavita Ampera sebagai Kader PDI dengan cara menyatakan jangan samapi ada pihak pihak yang mengaitkan dengan PDI dan PKI yang sedang mengganggu ummat Islam. Walaupun tuduhazn itu juga berarti menuduh atau mengeritik Pemertintah. Mibnta ampun Kavita Ampera, dinginjkan dulu kepalamu agar ngomong gak perlu tabrak sana tabrak sini. Atau juka memang belum siap jangan mau maju sebagai juru bicara mewakili PDI dan Pemerintah sebagai Partai Penguasa, serahkan saja kepada kader yang lain.nalnya. Kaviuta Ampera telah gagal memanfaatkan waktu untuk menjelaskan gagasan gagasannya, karena telunjuknya terlalu buru buru ditudingkan kepada ummat Islam, yang memang setiap kali menjelang #0 September akan selalus aja ada yang mengungkitnya, baik dari kalangan Islam maupun dari kalangan PKI melalui putra putri mereka.






























