Friday, January 29, 2016

Berencana Berusaha


Anda PNS pegawai rendahan atau pejabat atau bos di suatu perusahaan dan bukan pemilik perusahaan ? Berapapun besar gaji anda jangan dulu berpuas diri sebelum menjawab pertanyaan, apakah penghasilan kita sudah berfungsi sosial, Bila kita bukan termasuk orang kaya maka jawabannya belum, karena hanya orang kaya saja yang memiliki kemampuan untuk memberi dan berbagi. Bila gaji kita hanya pas pasan maka kita akan kwsulitan untuk berbagi. Maka untuk menjadi orang yang memiliki kemampuan berbagi adalah orang yang memiliki usaha atau perusahaan yang mampu mempekerjakan banyak orang, dan banyak pula yang menggantungkan dirinya kepada anda, karena karyawan anda tentunya punya isteri, suami anak dan lain lain yang menjadi tanggung jawabnya. Dan dengan demikian anda akan hidup lebih mulia, karena tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah. Sayang sekali bila peluang untuk hidup lebih mulia tidak dimanfaatkan.



Sunday, January 10, 2016

Modal Yang Paling Penting itu Bukan Uang Tetapi Keyakinan

Banyak orang yang keliru, mereka mengira bahwa modal berusaha itu adalah uang, ternyata keliru, bahwa modal yang paling penting ternyata adalah keyakinan, karena berapapun jumlah uang kita untuk buka usaha jika tidak memiliki keyakinan akan berhasil, maka jangan berharap kita akan berhasil, sekali lagi berapapun jumlah uang yang kita punya itu akan habis dan kitapun tak berhasil. Bila kita memiliki keyakinan yang full maka berarti kita juga memiliki suiatu kekuatan besar untuk bekerja, sedangkan orang yang tiudak memiliki keyakinan yang full maka motiovasi kerja diyakini sangat kecil.
Usaha ktu biasanya adalah menjual produk, maka bila kita memiliki keyakinan  yang full, maka berarti kita sekalipun tidak memiliki produk sendiri karena tidak memiliki modal untuk membuat produk, tetapi kita masih memiliki peluang besar dalam berusaha karena kita masih bisa melakukan usaha untuk menjual produk orang lain karena dalam berusaha prakteknya yang  paling banyak adalah menjualkan produk orang lain.memang berbisnis itu tidak harus menjual produk sendiri. Untuk itu maka modal yang paling utama adalah keyakinan yang full.



Berkawan Dengan Orang Kaya.

Saturday, November 21, 2015

Jangan Jadi karyawan Selamanya

Bagi sebagai pegawai baik pegawai negeri maupun swasta, maka pensiun itu adalah sesuatu yang pada saatnya pasti datang,  apakah kita akan pensiun pada saat seperti lazimnya, karena dinilai sudah uzur  dan tak produktif lagi atau kita pensiun sebelum waktunya dengan suatu alasan, karena  pengurangan karyawan, atau setidak tidaknya nonjob yang sebelumnya kita adalah sebagai pejabat penting di mana kita bekerja, oleh karena berbagai alasan yang bisa saja muncul dan terjadi. Dan bagi seorang karyawan hal itu hendaklah sejak awal harus kita antisipasi, begitu kita diangkat sebagai PNS atau karyawana swasta, maka begitu juga kita mempersiapkan diri untuk memasuki masa pensiun, termasuk pensiun dini karena suatu sebab dan keadaan yang memaksa atau kehendak sendiri dengan berbagai alasan. Pensiun Itu Pasti.

Mengantisipasi datangnya masa pensiun bagi seorang PNS atau Karyawan swasta adalah sesatu yang  niscaya, terlepas kapan pensiun itu akan datangnya. Yang jelas masa pensiun itu adalah masa penghasilan berkurang, dan masa pensiun ini akan lebih menyesakkan manakala pada saatnya masuk masa pensiun ternyata sejumlah pengeluaran yang relatif besar masih harus kita lakukan, seperti menyelesaikan pendidikan anak, menikahkan anak atau mencarikan anak pekerjaan untuk memiliki penghasilan tetap.

Cara mengantisipasinya antara lain adalah, pertama memiliki badan yang sehat, kedua memiliki ("sejumlah")  keterampilan yang dapat kita jadikan untuk mencari uang, jangan boros dan selalu menambahkan uang cadangan (4) selalu belajar dan belajar, binalah pertemanan dengan orang orang yang sukses mandiri, (6) pupuk selalu semnagat untuk hidup mandiri, jangan sampai padam. Tentu banyak lainnya, tetapi ini dianggap standar sebagai antisipasi.

1. Memiliki Badan yang sehat

Tuesday, October 6, 2015

Susun Rencana Pensiun Dini OK ?

Jika ada seorang PNS atau karyawan lainnya merencanakan diri untuk pensiun dini, itu tandanya sejatinya bahwa dia tidak ingin pernah pensiun dalam bekerja. Dia ingin tetap bekerja dan berkarya serta tetap produktif sepenajang hayat. Dengan kata lain dia tidak ingin pernah pensiun dalam hidupnya. Dengan kata yang lebih gamblang ialah bahwa seorang PNS atau karyawan harus telah siap dipensiunkanm, atau di PHK dan lain istilah yang mungkin tak nyaman dikenang lainnya.

Bila PNS itu pensiun pada usia 58 tahun, maka seorang PNS memang harus sudah siap sejak umur 40 tahun, begitu juga karyawan lainnya dan tak pernah terkejut manakala program merumahkan karyawan dan sebagainya. Apalagi memang mengurangi karyawan adalah wacana yang sudah lama berkembang, karena banyak analisa yang yang mengatakan bahwa di lingkungan  PNS sebagian besar karyawan itu tidak produktif, sehingga harus dilaksanakan analisis jabatan. Dengan demikian jelas PNS bukan pilihan ideal dalam mencari kerja. Tunjangan Kinerja (Tukin) diselenggarakan sa]ekaligus apakah memang seseorang karyawan itu memiliki tugas kewajiban yang seignifikan dan produktif.

Bagi PNS atau karyawan yang berniat hendak mempersiapkan pensiun dini itu menunjukkan dia orang hebat, dan orang hebat semacam itu ditunggu tunggu kehadirannya dipersada ini. Karena untuk merealisasikan pensiun dini itu seseorang harus menambahluaskan lapangan kerja. baik untuk dirinya dan pada saatnya juga bagi orang lain. Pensiun dini itu bukan berusaha menjadi orang lemah tak berdaya, tetapi senaliknya, dia berniat untuk lebih produktif. Dunia kerja ini akan menjadi lebih semarak manakala para PNS dan karyawan swasta memang tidak berniat untuk selamanya bekerja sebagai karyawan. Dan membatasi dirinya untuk bekerja bagi orang lain paling lambat pada usia 40 tahun harus telah berakhir.

Sejatinya seseorang pada usia 40 tahun mulai berancang ancang meninggalkan statusnya sebagai karyawan, yang selanjutnya  dia akan memiliki  pkerjaan sendiri dan bahkan memiliki karyawan sendiri. Bagi seseorang yang normal  usia 50 tahun adalah masa keemasan. Pada masa keemasan itu hendaknya  dia telah menjadi seseorang yang produktif, dan sejumlah orang bekerja banginya. Tetapi untuk itu seseorang memang harus memiliki tahapan hidup yang benar, setidaknya, pada usia 30 tahun seseorang mencapai profesionalisme dalam bekerja, pada usia 30 tahun seseorang bila belum memiliki keahlian apapun, maka akan sulit baginya untuk memulai usaha sendiri pada usia 40 tahun. Maka kejarlah profesionalisme itu sebelum usia kita mencapai 30 tahujn. Jika tahapan itu gagal maka bertahan menjadi karyawan hingga usia pensiun adalah menjadi pilihan jitu.

Bagi seseorang yang telah benar benar profesional,  bekerja selama 10 tahun sekedar mempersiapkan modal kerja awal itu sudah lebih dari cukup, tidak sedikit PNS dan  karyawan swasta yang sdudah memiliki rumah mentereng dan mobil lebih dari satu. Tergantung profesionalisme kerja yang dimilikinya.

Kita menyayangkan bagi bagi banyak orang kaya yang  uang dan kekayaannya dibuat nganggur. Cukup banyak jumlahnya   mereka yang kaya kaya, karena bekerja secara profesional itu uang dan harta kekayaannya hanya disimpan dalam tabungan ataupun deposito yang hanya membuat kaya  pihak bank, padahal menurut ajaran agama, kita boeh menjadi kayaraya, asalkan kekayaan kita itu memiliki fungsi sosial. Orang kaya yang hanya pandai menyimpan uang di bank menurut kacamata agama termasuk sia sia, tidak menambah pahala. Bila anda sebagai karyawan dan termasuk orang itu maka jadikalnah kkayaan itu memiliki fungsi sosial agar mendukung ibadah anda. Ibadah itu bukan hanya sholat, tetapi ada ibadah dan kesolehan sosial, yaitu aktivitas yang memberikan kemudahan orang lain dalam hidupnya. Jadikanlah kekayaan itu untuk menambah lapangan pekerjaan. 

Bagi seseorang yang beragama Islam maka tidak ada larangan seseorang menjadi kayaraya, Nabi Muhammad SAW adalah orang kaya, sahabat sahabatnya kecuali Ali Bin Abi Thalib  adalah orang kaya. Asalkan kekayaan itu memiliki fungsi sosial.

Bangsa ini membutuhkan anda anda yang memiliki semangat untuk tidak selama menjadi karyawan swasta maupun PNS, masyarakat membutuhkan profesionalisme kerja kemampuan  profesionalisme anda semua untuk dimanfaatkam tidak hanya sebatas menjadi karyawan belaka, tetapi harus dimanfaatkan  untuk mengelola, merencanakan, melaksanakan berbagai peluang yang sangat berarti bagi kesejahteraan banyak orang.  Oleh karenanya jangan sia siakan usia yang anda milikki untuk hanya sekedar menjadi kayawan, karena anda sejatinya memiliki kemampuan lebih dari itu.

Thursday, September 24, 2015

Jualan Bocah

Menjual anak kecil apalagi anak sendiri dipastikan akan berurusan dengan yang berwaji, tetapi tidak dengan yang satu ini, Dia tidak menjual anaknya, tetapi hanya sekedar menjual suara saja, suara anak anak yang baru memiliki kemampuan menyebutkan sejumlah konsonan yang sangat terbatas, hanya sekitar a, i, u, e. o, l, sedangkan huirup yang sulit diucapkannya  m, n, r, b,  sepertinya sulit diucapkannya, namun demikian sudah banyak kata kata yangbisa kita tebak apa maksudnya layaknya seperti kita menyimak ucapan anak anak yang masih belajar bicara.

Menarik karena suara tersebut hanya dikeluarkan oleh alat seperti terompet kecil saja, dan alat tiuppun  terbuat dari botol plastik yang telah kosong. belaka yang memiliki kemampuan meniupkan angin mendorong getaran pada terompet  anak anak itu ketika botol plastik itu kita tekan tekan, sehingga menmgeluarkan suara, lalu sebelah telapak tangan kita menutupi lobang terompet, persentase ketertutupan terompet itu berbunyi bagaikan suara anak anak anak itu.


Friday, August 21, 2015

5 Tips Bagi Usahawan Kecil

Rosnah Ahmad

Selain daripada belajar, belajar dan belajar anak-anak juga perlu digalakkan untuk lebih berkreatif. Ianya dapat meningkatkan potensi otak kanan mereka. Masa cuti sekolah sangat sesuai digunakan untuk tujuan itu. Anak-anak kami sudah terbiasa dengan perkara ini.

Sesuatu yang menarik yang ingin dikongsi bersama adalah dalam masa sibuk outstation kerana menghadiri kursus pada Dis 2003, anak sulung saya Nurin Husna (9 tahun ketika itu) telah memulakan satu perniagaan kecil dengan inisiatif sendiri. Dia telah membuat gelang dari manik dan dijual kepada kawan-kawannya. Rupa-rupanya banyak juga yang dapat dijual. Sejumlah hampir 20 gelang berjaya dijual. Nurin menjual sendiri dan memberi komisen kepada kawan-kawan lain yang menolong menjual gelangnya.

Wednesday, July 29, 2015

Halal Bi Halal Bersama Antara Keluarga Besar Komplek Pendidikan PGRI Sukarame dengan Ikatan Pensiunan Diknas Prov. Lampung

Selasa 28 Juli 2015 yang lalu bertempat di Komplek SMK PGRI Sukarame warga Komplek  PGRI Suykarema bersama Ikatan pensiunan Diknas (IPD) Provinsi Lampung menyelenggarakan acara halal Bilhalal bersama, yang dihadiri sekitar 200 orang peserta yang terdiri dari Pimpinan dan warga Komplek PGRI dan warga IPD.
Dalam acara itu sambutan disampaikan oleh Bpk. Hartono atas nama Yayasan PGRI dan Ali M. Nur atas nama Pengurus IPD. Bapak hartono dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa prestasi yang di raih siswa Siswi SMP dan SMP yang di kelola PGRI. Sedangkan Ali M. Nur menyampaikan inti sambutan bahwa banyak silaturrahmi akan membuat panjang umur.