Wednesday, January 17, 2018

BERDAYAKANLAH ALUMNI, MENGAPA TIDAK !?


Jika tidak salah dalam menilai, ingin saya katakana bahwa pemberdayaan alumni oleh almamater IAIN Institut Agama Islam Negeri, Rd. Intan, sekarang Universitas Islam Negeri (UIN), sama sekali tidak maksimal. Tidak optimal, atau istilah lain yang menggambarkan kurangnya upaya pemanfaatan keberadaan alumni. Padahal alumni adalah sosok yang telah dididik oleh almamaternya dan salah satunya diajarkan ilmu penelitian, dan selain memiliki  pengetahuan juga telah memiliki pengalaman meneliti, karena telah diwajibkan melakukan penelitian tetkala menyusun skripsi, thesis dan bahkan disertasi. Artinya seorang alumni memiliki pengetahuan dan keterampilan merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisa data menyusun laporan, sertas mempertahankan akurasi data serta serta korelasi antara permasalahan, judul serta metode yang dgunakan dan selanjutnya dan selanjutnya.
Yang ingin saya katakana bahwa lumni itu adalah orang pilihan dan memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukan oleh orang orang biasa. Yang menjadi pertanyaan kita semua adalah mengapa kemampuan pilihan para alumni itu tidak dimanfaatkan untuk memiliki sejumlah data dan fakta di masyarakat, sehingga memberikan arahan kepada lembaga yang membawahi dan mengelola masalah penelitian dan pengabdian masyarakat, yaitu dua dari tiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian. Yang dalam pelaksanaanya memang membutuhkan sejumlah informasi, informasi adalah data yang teranalisis. Dan secara standar alumni memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk merumuskan dan menyampaikan data yang telah dilengkapi menjadi informasi itu. Lembaga penelitian dan pengabdian IAIN atau UIN.
Untuk itu memang pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian atau yang mengelola Penelitian dan Pengabdian itu harus membuat rumusan sesungguhnya data dan informasi seperti apa yang dibutuhkan, serta  tawaran metode yang digunakan, dan bagaimana format pelaporannya,  yang sangat mungkin dapat dilakukan oleh setiap alumni, dengan cara yang paling sederhana dan paling praktis. Dan Media yang digunakan cukup dengan menggunakan HP Android secara cepat. Memang baik Pimpinan atau Pengelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian IAIN/UIN dan alumni tidak gaptek dengan teknologi komunikasi dengan memanfaatkan teknologi HP dengan segala fasilitasnya dengan cara memanfaatkan model model acun yang siapapun dapat memilikinya, untuk memanfaat fasilitas media social seperti FB, WA, BB, Instagram, atau email dan lain sebagainya.
Untuk ini memang dibutuhkan komunikasi yang terarah antara pihak Institut atau Universitas dengan sejumlah alumni serta terbentknya berbagai kesepahaman antara alumni di satu pihak dengan pihak Institut / Universitas dipihak lain. Kedua pihak memang harus dilatih untuk menguasai teknologi yang memang gampang gampang susah ini, artinya kemampuan ini juga adalah sesuatu yang harus dibangun secara bersama. Tampa unpaya untuk membangunnya, maka bangunan ini akan sulit terwujud. Mendirikan bangunan ini harus dengan kesamaan kesamaan sehingga dapat dibangun kekuatan yang utuh.




Saturday, January 13, 2018

MEMBINA SILATURRAHMI DENGAN MEMBENTUK JAMA'AH



Tausiyah Minggu pagi 14 Januari 2018 dijelaskan oleh narasumber Dr. Bukhori A. Shomad bahwa setiap seseorang selain bertanggung jawab terhadap keluarganya, anak anaknya serta orang yang  berada di bawah tanggungjawabnya. Maka juga tetangga serta sahabat lainnya juga menjadi tanggungjawab kita, artinya sahabat dan tetangga yang sering berjumpa bila mana tak diajak untuk beribadah atau kita biarkan dia melakukan dosa maka kelak diakherat kita akan dituntut atas pertanggungjawaban itu, mengapa kita membiarkannya tak melaksanakan tugasnya untuk beribadah atau membiarkannya melakukan kebatilan. Muncul pertanyaan dari seorang jama'ah dalam sesi tanya jawab. Bagaimana mungkin kita akan mengajak atau melarang, karena jaman sekarang ini selain dalih hak azazi ada juga karakter kedaerahan yang berbeda dan membuat kita kesulitan untuk mengajak dan apalagi meralarang seseorang, karena perbedaan kultur serta anutan lainnya. Walaupun sejati kita sesama muslim. Dengan pertanyaan seperti ternyata diskusi menjadi hidup dan hanyangat walaupun pada saat itu cuaca benar benar dingin.


Menurut narasumber bahwa yang harus  dibentuk itu adalah jama'ahnya, karena melalui jama'ah itu hidayah akan turun,  dengan hidayah Allah nasehat kepada seseorang akan diterima, apabila sudah terbentuk jama'ah maka berarti telah berlaku ukhuwah Islamiyah antar sesama. Jangan salah pengertian, bahwa kita menyelenggarakan acara Subuh Akbar adalah dalam rangka membentuk jama;ah yang sebesar besarnya. Dengan terbentuknya jamaah itu maka sesungguhnya sangat banyak yang bisa kita laukan bersama, dan kita semua tahu bahwa secara bersama sama kita akan menghasilkan yang lebih besar dibanding sendiri sendiri.


Itulah sebabnya maka kita harus berusaha membesarkan atau meramaikan/ memakmurkan musholla kita, sebuah musholla akan dikatakan makmur manakala jama'ah yang sholat julahnya banyak, memenuhi daya tampung atau bahkan lebih. Banyaknya kegiatan di luas sholat lima waktu yang terselenggara. Ada kegiatan untuk umum, ada kegiatan khusus untuk perempuan, ada untuk jama'ah laki laki, ada untuk remaja dan jangan lupa juga harus ada kagiatan yang diperuntukkan bagi anak anak. Semua kegiatan itu adalah merupakan gerakan serentak untuk membangun berbagai lapisan dan semua pihak untuk terbentuknya jama'ah yang kesemuanya itu direkatkan oleh masjid atau musholla.

Untuk menuju kepada hal tersebut di atas maka seyogyanya kita harus melakukan evaluasi terus menerus, dan indikator keberhasilan dapat devaluasi secara praktis saja, yaitu dengan menghitung jumlah jama'ah yang hadiri dalam semua kegiatan. Apakah kegiatan sholat lima waktu, atau kegiatan lainnya, kegiatan khusus untuk jama'ah laki laki saja, atau kegiatan khusus untuk Ibu Ibu, atau kegiatan khusus untukpemudan dan remaja serta kegiatan khusus untuk anak anak. Berdasarkan pengalaman mereka yang mengelola masjid masjid besar, maka jama'ahnya tak akan makmur manakala tidak didukung dengan berbagai kegiatan kergiatanm lainnya di luar sholat lima waktu.

Dengan kegiatan kegiatan itulah maka akan terproses pembentukan ikatan batin antar individu jama'ah dengan arahan dari Pengelola musholla, maka akan terbentuklah ikatan batin itu dan sekaligus akan membebaskan sekat sekat berdasarkan adat istiadat, ataupun dalih hak azazi manusia dan sebagainya yang sejatinya tidak memiliki dasar keislaman. Manakala ikatan kita adalah ikatan keimanan dan semua sekat sekat yang tak sejalan dengan Islam terbongkar, adalah sangat memungkinkan terjadi upaya nasehat menasaehati dalan kesabaran dan kebenaran. Dan kita semua akan terhidar dari keharusan mempertanggungjawabkan kesalahan, kekeliruan serta ketidak tahuan orang lain. Itu terjadi manakala jama'ah kita terbentuk, terbina dan terarah.


Friday, January 12, 2018

AKTIVITAS KEAGAMAAN PERLU DIPUBLIKASIKAN


Dalam kajian keagamaan di Musholla Aljihad di awal Januari ini muncul pertanyaan dari Jamaah yang, yang oleh penanya hal ini sempat memjadi bisik bisik beberapa jama'ah yang merasa gerah terkait adanya pihak yang gencar mempublikasikan aktivitas Musholla bukan hanya di whatchAap tetapi bahkan telah disebar melalui you tube. Sementara dibanding dengan masjid lain yang jauh lebih besar saja tidak melakukan itu. Tidakan yang belebihan itu kata sipenanya tadi, dikhawatirkan telah menjurus ke rasa keangkuhan yang menjurus ke sikap siiriq. Pertanyaan ini ditujukan kepada kepada Ust. Dr. Bukhori A. Shomad. sebagai pembina Musholla dan narasumber. dengan harapan untuk segera dilakukan pelurusan terhadaphal hal yang sesuai dengan kaidah keislaman.

Dalam kesempatan itu Ust. Dr. Bukhori A. Shomad hanya menjelaskan perbedaan antara Ria da Syirik, di jelaskan bahwa Ria adalah mempertunjukkan amal dan ibadah seseorang dengan maksud untuk mendapatkan pujian dan kaguman dari sesama manusia. Semnetara yang dimaksud dengan syirik adalah mengakui adanya Tuhan yang lain selain Allah, atau masih mengakui adanya pihak lain ataupun sesuatu yang memiliki keuatan atau kekuasaan seperti kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki Allah. Pertanyaan ini telah dijawab secara gamblang  dan penanya menampakkan kesenangan atas jawaban itu,

Namun sejauh itu masih bisa ditambahkan bahwa pada sat ini Ummat Islam masih mengalami ketertinggalan jauh dalam bidang media massa, media massa telah benar benar dikuasai kelompok lain sehingga tidak jarang ada pihak pihak yang dengan seenaknya memutar balikkan fakta, sehingga publikasi disampaikan kepada ummat, dirasakan selain berat sebelah juga terasa sangat merygikan Islam. Banyak aktivitas keagamaan, kemanusiaan yang diselenggarakan ummat Islam seperti memiliki kesepakatan untuk menyepikannya dari media massa, sehingga tak satupun media yang menginformasikan. Sebaliknya manakala sedikit saja ada berita yang bisa menguntungkan pihak lain maka berita tersebut akan blow up secara besar besaran.

Secara tak terduga kemajuan teknologi komunikasi menghasilkan alat media sosial yang bernama WhatsApp atau WA google menyediakan sarana itu, dan juga terdapat you tube yang juga menjadi media sosial yang cukup diminati. Ditinjau dari sudut tertentu ini merupakan berkah bagi kita yang memiliki media massa yang kuat, maka media sosial ini sebagai pengisi alternatif. Bersamaan dengan itu ada juga muncul media online yang direlease oleh berbagai kalangan Islam. Memang tak dapat dipungkiri bukan hanya Islam yang memanfaatkan media ini, tetapi non Muslimpun tak kalah gencar. tetapi setidaknya kelompok Islam cukup tertolong.

Pihak Yahudi di banyak kesempatan ketahuan juga telah menyebarkan berbagai informasi yang sekilas seolah merupakan release produk Islam, tetapi setelah dilakukan penelitian secermat mungkin ternyata ini merupakan akal bulus mereka untuk mengelabuhi Islam.
1.www.answering-islam.org
2. www.aboutislam.com
3. www.thequran.com
4. www.Allahassurance.com
Tentu saja masih banyak webset mereka yang memang dimaksudkan untuk mengacaukan informasi keislaman. Mereka ini kadang kadang menuliskan kisah teladan terkait nama nama tokoh Muslim, cerita dibuat sedemikian rupa menarik dan menyentuh, tetapi dibalik sederetan kalimat  yang tersusun itu diselipkan kalimat racum yang membuat salah mengerti atau tulisan yang sejatinya untuk menjelekkan tokoh yang dijadikan thema cerita. Oleh karenanya memang kita harus hati hati menyaring informasi yang secara bebas berkeliaran, informasi apakah itu dalam bentk naskah tulis ataupun vedeo youtube yang langsung bisa berkunjung hingga kekamar tidur kita, atau ruang private lainnya'

Itulah sebabnya dianjurkan kita membentuk dan mengaktifkan kelompok lelompok pengajian, dan kita carikan ustadz yang benar benar  memilikidan menyediakan waktunya untuk kita sebagai jamaah, yang menuntun kita untuk mencarikan jawaban dari berbagai pertanyaan pertanyaan yang muncul dibenak kita. Tidak ada salahnya kegiatan kegiatan ini kita publikasikan lewat  media sosial karena kita tak memiliki media massa, yang berkenan menampung segala informasinya. (bersambung)

Wednesday, January 10, 2018

MENCARI KHAS UIN MASING MASING DAERAH


Jika tidak silap  dalam mengingat di era Mukti Ali sebagai Menteri Agama pernah dipikirkan agar IAIN masing masing daerah memiliki ciri khas masing masing, untuk IAIN Jakarta menjadi pusat study politik Islam, ada IAIN lainnya yang merupakan pusat studi Fikih, ada Yang Tahsir Quran dan ada yang Tafsir Haddits, ada yang Ekonomi,  dan IAIN Rd. Intan Lampung pada saat itu berwacana menjadi pusat study Kebudayaan Nusantara,  Demikian ungkap dosen bahasa Inggris kami Drs. Basrawi Arbi sebelum memasuki materi Kuliah Ilmu Tahsir, selain mampu membaca sejumlah kitab Kuning, belaiu memang Ketua Lembaga Bahasa,  yang jika tak salah  ingata kami duduk di tiungkat bakaloreat. Untuk masing masing daerah harus berusaha membuka program S1 secara merata dan masing masing ciri pusat study segera berusaha menggenapkan Profesor terkait dengan Pusat Studi yang akan dikembangkan. Saya terinmgat dengan lirik lagu Mars IAIN yang juga lebih digunakan ketimbang Hymne IAIN, dalam Mars IAIN disebutkan "Galilah Milik Rohani Islam Kembangkan Di Persada Bunda"



Andaikan program tersebut pada saat itu telah dimulai, kita tak mampu membayangkan betapa telah majunya Islam di Indonesia. Secara jujur bahwa bahwa banyak hal yang kita capai bukan karena kajian, penelitian dan pengabdian yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi  IAIN yang kini  sudah menjadi UIN, tetapi berkat serangan Ahok dengan cara menistakan al-Quran. sehingga kita semua bereaksi, dan sebagian yang memiliki kemampuan membuat youtube, bahkan gambar meme, film pendek dan lain sebagainya memanfaatkan media gratisan, tampa disadari demikian banyaknya hasil galian, dari berbagai narasumber bisa disampaikan kepada umat. Ternyata corong ulama yang bersuara lebih nyaring, dibanding para akademisi, apalagi politisi.

Andaikan IAIN atau UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada saat itu melesat meninggalkan IAIN atau UIN lainnya untuk bergerak sebagai Pusat Studi Politik Islam, maka dunia politik Islam tidak semelempem sekarang ini. Partai Politik Islam pada saat ini semakin hari semakin berkurang pendukung, karena kehilangan identitas keislaman dan nilai tawarnya. Marilah kita simak Hymne IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu sebagai berikut :

IAIN harumlah namamu
Islam dasar tujuan mu
Menjadi Lambang keagungan Bangsa
Mengabdi Pancasil

Membangun Jiwa serta Penggali 
Citra Islam  yang  haq   sejati
Citra Merdeka Dan Pancasila
Bertumpukan  Dharma Baktimu 
Jayalah Negara Jaya Bangsa
IAIN Bakti nyata. 

Keterangan kini IAIN diganti UIN

Dalam bait pertama sudah disebutkan, bahwa semestinya pada saat ini, bila masyarakat ingin mengetahui dan mendalami Pancasila, semestinya belajar kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Karena UIN dengan Penelitiannya, serta hasil hasil seminarbya tentang Pancasila, NKRI, UUD 1945 terdokumentasi dengan baik di UIN Jakarta. Dan bagaimana prikehidupan masyarakat Pancasila bisa dilihat dari berbagai daerah atau Kota Binaan UIN Jaklarta yang tersebar di berbagai sudut daeah di Indonesia ini.

Tetapi sekarang masyarakat belajar Pancasila justeru kepada sejumlah ulama melalui pidato mereka yang tersebar melalui youtube, yang diganggu dengan celetukan yang sangat kasar walau hanya terdiri dari beberapa kalimat saja. Artinya ummat tidak dapat belajar secara berimbang dan sistematis. Dan akan kesulitan menyimpulkan secara dialektika karena tak terjadi keseimbangan informasi. bayangkan Ceramah ulama yang digali dari Studi bertahun tahun, hanya dikonter dengan beberapa patah kalimat. Tetapi jumlah mereka yang nampalknya terorganisir itu adalah banyak sekali. Hal ini sangat mungkin akan memperlambat kecerdasan menjadi kenyataan.

Tuesday, January 9, 2018

AHOK PUN BAGAI BUNGA


Youtube ini saya publikasikan  pada 5 Mei 2017 melalui you tube sekedar memperingatkan kepada kita semua bahwa bahwa manusia ini bak bunga yang keberadaannya tiada akan lama, sangat dibatasi waktu, dan akan singkat sekali rasanya. Hanya amal baiklah yang akan membuat nama kita akan sedikit lebih lama, dalam penuturan manusia. memang ada nama yang akan lebih lama lagi hadir dalam manusia, tetapi akan sangat terbantung apakah itu nama baik atau nama buruk, bila itu nama baik, maka lamanya penyebutan akan membuat yang bersangkutan merasa longgar dan bangga para sanak keluarga dan pengagumnya, tetapi manakala itui merupakan nama burukmaka akan menjadi siksaan bagi pemilik nama dan pengagumnya. Salah satu nama yang sangat haru tetapi hilang sirna dalam waktu yang relatif singkat adalah nama harumnya AHOK.




Sudah lama kita tak disuguhi berita dan tulisan yang berisikan puja puji terhadap Ahok lantaran yang bersangkutan kalah dalam Pilkada DKI  dan bahkan dihkum bersalah telah menista agama Islam sehingga harus mempertanggungjawabkan kekeliuruannya selama dua tahun penjara.  Tetapi kita semua dikagetkan oleh berita dari Kompas bahwa Ahok mengajukan gugatan cerai bagi Isterinya Veronica Chan. Berbagai reaksi, ada cuek ... emang gua pikirin, tetapi ada yang menyesalkan dan berharap berita ini  hoax ... bagi pengagum dan pendukungnya ... tetapi tak tertutup pasti ada nyukuri ... mupus luh ... !, dari musuhnya pasti.

Sebagai orang yang bertuhan, kita memang sudah pasrah dengan arti menyerahkan Indonesia ini atas kehendak Allah, setelah terjadi perbedaan keinginan antara masyarakat Bangsa ini. ada kelompok Islam, ada kelompok Nasionalis Scul;air, ada  neolib yahudi, lalu muncul kembali China Komunis. Pertarungan perebutan kekuasaan melalui Pilkada DKI diajadikan ajang oleh masing masing kelompok sebagai batu loncatan untuk memenangkan Pilpres tahun 2019 yang akan datang.

Adalah Ahok sebagai Gubernur DKI memiliki peluang yang paling besar untuk menjadi Presiden RI tahun 2018, ini sangat diyakini oleh para pendukungnya, itulah sebabnya maka sebelum Pilkada DKI pun acara syukuran itu telah disiapkan untuk dilaksanakan besar besaran. Bukan hanya Jakarta dan mungkin saja Kita besar lainnya akan dihujani karangan bunga, yang akan berlanjut sekian lama. Seusai pesta karangan bunga konon kabarnya akan ada pesta lilin. Sayang baru beberapa hari bunga di pasang ada sekelompok orang melaksanakan unjuk rasa, para pengunjuk rasa ini menganggap karangan bunga ini cukup mengganggu dan mereka membakarnya, nasib bunga memang tiada lama. Ahok menghilang di gelapnya ruang tahanan Mako Brimob. Ahok tak mudah dikunjungi.

Muncul berita Ahok mengajukan gugatan cerai kepada isterinya Veronica. Chan. Memang meme tentang retaknya hubungan Ahok Veronika sempat dijadikan meme foto oleh netizen iseng, tetapi anggap saja itu iseng, sekali lagi iseng. Tetapi berita oleh Kompas tentang perceraian ini walaupun masih dianggap hoax oleh para pengagumnya, tetap saja mereka bagaikan tersambar halilintar. Berita ini langsung viral dan menjadi berita hangat, foto meme tentang keretakan hubungan kwduanya mulai di buka buka lagi. Kita berharap Ahok - Veronika masih mampu dipertahankan.

Tetapi kitapun tidak tahu, apakah rencana perceraian Ahok - Veronika ini merupakan mof politik atau bagaimana, kita tak tahu apakah konsultan politik Ahok memiliki pertimbangan tersendiri, atau ini memang murni yang sebenarnya. Dan kita juga tidak tahu, apakah ini merupakan akhior dari segala karir politik Ahok, atau justeru awal kebangkitannya. Sekali lagi kita tidak tahu, tetapi bila kembali ke judul dan konten lagu dalam youtube tersebut di atas bahwa nasib bunga tiada lama.

Sebagai masyarakat sebangsa, bisa saja kita mendoakan Ohok mendapatkan hidayah dari Allahsehingga  berbelok beriman kepada Allah, setelah dengan gagahnya iya melecehkan Al-Quran. Itu bisa saja manakala Allah menhendakinya. Tetapi walaupun bagaimana Ahok telah membuktikan bahwa nasib bunga tiada lama.

Monday, January 8, 2018

HASIL DIALOG PADA REUNI ALUMNI IAIN RD INTAN 7 JANUARI 2017

Sebenarnya saya tidak terlibat merancang pertemuan Reuni Alumni IAIN Rd.Intan 75/85 yang diselenggarakan di Rumah Makan Begadang Resto 2018 yang lalu, tetapi secara tiba tiba saya didapuk untuk memimpin dialog alumni seusai acara pembukaan dan Tausiyah, lalu diselenggarakan dialog. Karena hal ini diminta tiba tiba, tak ada pembicaraan sebelumnya, jelas beberapa saat saya gelagapan, khawatir kalau kalau bertentangan dengan keinginan sebagian peserta reuni, karena mereka telah demikian lama merencanakan dan mematangkan acara ini, sementara saya hanya memantau sekedarnya saja, bisa jadi saya sama sekali tak memahami sepenuhnya jiwa dan semangat para penggagas pertemuan yang bersejarah bagi pendukung pertemuan ini setidaknya.

Dari pengamatan saya diantara acara pembukaan nampaknya dalam acara pembacaan Kitab suci Al-Quran saja para hadiri yang mampu menghentikan aktivitas lainnya, berbeda halnya dengan ketika ada yang menyampaikan sambutan dan ada memberiakn tausiyah, suasana cenderung gaduh karena masing masing perserta yang paling parah adalah ketika disampaikan tausiyah oleh Dr. M. Syofyan. Pekikan kecil dan jeritan demikian terlontar diantara mereka ketika teman teman akrab berdatangan satu persatu, sehingga sambutan berpanjang panjang dan tausiyah bukan sesuatu yang tepat untuk
diselenggarakan, sehingga saya berkesimpulan tak harus menyampaikan pengarahan dalam acara ini. Artinya acara ini murni dan full kangen kengenan, dan tak boleh terlalu serius, hal ini didukung oleh banyaknya kursi dan meja yang tak terisi, sehingga hadirin bisa pindah duduk di manapun manakala disudut yang ditempatinya tak representatif untuk kengen kangenan itu.

Saya berkesimpulan tidak ingin mengarah ke suatu pembicaraan yang serius, tetapi saya ingin membagi waktu. saya membagi ada yang mewakili penggagas, ada yang mewakili mereka yang sering membuat ulah di kampus, dan ada yang bisa mewakili IAIN atau  UIN yaitu mereka yang juga alumni tetapi mengabdi atau bekerja di UIN. Dengan demikian berarti agak tertutup menyampaikan gagasan gaghasan yang bernas tentang masa depan UIN yang diharapkan oleh para alumni IAIN, yang sebenarnya mau tak mau pada saat ini UIN Rd.Intan melekat pada
identitas para alumni, biasanya dalam penulisan identitas atau curukulum Vitea seseorang sering Almamater adalah sesuatu yang ditanyakan, bahkan hingga ke Fakultas, Jurusan dan Atau spesialisasi lainnya.

Secara serampangan saya ingin menyimpulkan sejatinya pertemuan reuni itu lebih disebabkan kangen kepada  sesama teman seangkatan lintas Fakultas (Tarbiyah, Syari'ah dan Ushuluddin) dibanding ambisi ingin menyampaikan inspirasi kepada IAIN yang kini telah menjadi UIN dengan segala resiko berbagai perubahannya.
Apatah lagi dijadikan kesempatan untukmemperkenalkan bisnis dan kesibukan lainnya dalam rangka mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama duduk di bangku kuliah IAIN Rd. Intan.

Siapa anda sekarang,  memang bukan sesutu yang dianjurkan untuk diketengahkan dalam reuni semacam ini, terlebih bila hal tersebut terkait dengan jumlah pundi pundi yang dimiliki, karena hal itu bukan merekatkan, melainkan justeru membuat orang lain menjadi segan untuk
berkomunikasi dan bercanda, dalam reuni yang harus dipertunjukkan adalah bahwa kita tak pernah berubah, kita masih memiliki rasa kebersamaan dan kesetiakawanan yang tetap hangat, bahkan dengan teman teman yang semula kita kurang akrab dan berkesempatan berkomunikasi, maka gunakanlah reuni sebagai kesempatan bertegur sapa. Sebagai kakek kakek dan nenek nenek, keakraban bukanlah sesuatu yang menjadikan kita terlalu menghwatirkan sebagaimana kisah buruk yang dialami oleh cerita reunian seperti telah banyak disinetronkan. tetapi reuni dalam usia senja seperti ini walaupun
tak beralasan menghawatirkannya, namun kita harus tetap menjaga etika dan norma ketimuran, sebagai orang yang terdidik dan  beriman bahkan insya Allah bertaqwa.

Saran saya memang seharusnya reuni itu harus memilik produk yang terasa manfaatnya bagi Almamater, memang akan lebih sempurna manakala kita memberikan informasi dalam bentuk data yang teranalisis, untuk tingkat awal sekalipun, tentang sesuatu yang dapat dijadikan objek dan sasaran penelitian dan pengabdian masyarakat, artinya dua dari tiga Tri Dharma
Perguruan Tinggi sudah kita sentuh, tentang Pengajaran mungkin sulit kita memberi masukan. Data awal tentang objek penelituian, serta data awal tentang objek pengabdian sangat terbuka kita berikan kepada almamater kita yang tercinta ini.

Almamater kita sangat membutuhkan data data yang sangat sulit tertampung pada kantor statistik, data data mentahpun sangat diperlukan, karena almamaterkita memiliki lemaga yang berkewajiban dan memiliki kompetensi untuk menganalisis dan mempertajamnya dengan berbagai metode akademis. sehingga menjadi informasi yang layak disajikan, kita tahu bahwa informasi adalah data yang teranalisis. Maka manakala kita ikut memberikan data data mentah yang beraneka ragam kepada almamater kita maka kita telah membantu program almamater secara keseluruhan, karena dari data itulah IAIN berkembang menjadi UIN dan menjadi Universitas yang ternama, karena dengan data itu juga UIN kita akan memiliki program pemngembangan yang terangkum dalam program yang tercover oleh pendanaan.



sory belum selesai

Friday, January 5, 2018

REUNI ALUMNI IAIN RDI 75/85 DENGAN THEMA KEPEMIMPINAN ISLAM

Alhamdulillah Reuni Alumni IAIN Rd.Intan hampir dapat dipastikan terlaksana. Sebuah Spanduk Benner dipajang di WA Bener saya kopi dan dipajang di Facebook maksudnya untuk meyakinkan para alumni bahwa Reuni jadi dilaksanakan ... Horeee.

Ini thema Besarnya. (dikomentari oleh Mang Umron Harun alumni Fak Ushuluddin)

UH. Thema besarnya ... silaturrahmi apa semoga bahagia ?

AQ. Mang Thema besarnya Kepemimpinan Islam .... Subtemanya Semoga bahagia .... bla bla bla

UH. Thema besarnya  ditulis dibelakang ya ?

AQ. Bukan Mang ... Bukan di tulis di belakang, tetapi tak akan di tulis  ... begitu

UH. O ... cukjujp dalam hati ?

AQ. Betul ... cukup dalam hati ... setelah dibaca dimohon manggut manggut pertanda paham dan bijak

UH. Apa yang ngundang reuni ini Pengurus Alumni ... atau person alumni saja.

AQ. Diundang oleh WA hehe

UH. Nah kegiatan Reuni yang gak jelas arah dan tujuan, artinya ... ?

AQ. Mang arahnya sangat jelas ... masalah Kepemimpinan.

UH. ??? Pilkada Maksudnya ... ???

AQ. BukanMang .... jauh dari urusan Pilkada

Nanti jawabannya akan saya tulis di Blog.



Ketika admin memasukkan saya untuk bergabung dalam grup WA alumni UIN  75/85 sepanjang yang saya ingat telah membicarakan rencana pertemuan, jumlah anggota relatif sedikit dan yang aktif berpendapat dan bersikap juga sangat terbatas namun pembicaraan simpang siur, cenderung semua bicara, semua penggagas, walaupun saya melihat ada sejumlah orang berposisi sebagai admin di grup ini tidaklah seseorang memposisikan diri sebagai pemimpin yang mengatur arus pembicaraan. Sampai pada saatnya Ibu Wahyuni didapuk sebagai tuan rumah, yang bersangkutan sepertinya berusaha mengelak, tetapi pembicaraan dari berbagai person sepertinya mengarah, dan sejumlah anggota yang sepertinya siap menghadiri pertemuan itu dihimpun dan terhitunglah sejumlah nama yang jumlahnya hampir sepuluh. Ibu Wahyuni semakin tersudut, didapuk sebagai tuan rumah

Pembicaraan kembali mentah ketika Ibu Wahyuni mnerima secara terbatas, beliau bersedia menjadi tuan rumah dengan syarat bahwa peserta reuni hanya tujuh orang. Tetapi karena respon anggota yang aktif mulai banyak, setiap hari bertambah, persyaratan Ibu Wahyuni sangat dimaklumi, mungkin daya tampung terbatas, lebih dari itu mungkin akan merepotkan tuan rumah. Maka muncul gagasan untuk reunian di Rumah Makan siap saji, gagasan ini disetujui oleh yang lain dengan catatan masing masing diwajibkan konstribusinya sebesar Rp. 100.000,0- peroorang, danm para anggota tak
mempersopalkan

Persoalan baru mencuat ketika sepertinya ada anggota baru, atau setidaknya Ia baru tau ada rencana akan diadakan reuni di Rumah Makan Resto. Yang bersangkutan nampaknya sangat kecewa karena tak diberitahu sejakawal dan merasa kesulitan untuk menerima begitui saja kenyataan ini.  Apa lagi setelah diketahui bahwa oleh penyelenggara tak ada rencana kegiatan yang bisa menghasilkan sesuatu, Terkuak informasi bahwa sebelumnya memang telah pernah ada reuni, yang dilkasanakan di Masjid Komplek kampus IAIN Labuhan Ratu, tertangkap gagasannya bahwa Reuni alumni seyogyanya harus diawali dari masjkid dan dilanjutkan ke masjid,

Kritik atas gagasan Reuni di Rumah Makan Begadang resto, untuk apa apa melakukan perjalanan jauh dan menempuh macet, menghabiskanwaktu sekedar mengisi perut, toh disekitar Kampus UIN banyak pilihan kira kira demikian. Tetapi nampaknya Panituia tak begeming, pertemuan tetapakan diselenggarakan di Begadang resto, hingga muncullah dualisme, yang akan menyelenggarakan di Begadang resto lebih banyak dipelopori Ibu Ibu, sementara yang akan melaksanakan reuni di Masjid Kampus UIN Sukarame lebih dipelopori oleh Bapak Bapak. Pada hari yang sama di Kampus UIN diseklenggarakan pukul 10 Wib, sementara di Begadang resto diselenggarakan sesuai dengan rencana awal pukul 13.00 Wib.

Tetapi sayang para anggota banygak yang telah memiliki agenda sendiri pada pagi hari Minggu ini, sehingga yang akan melaksanakan pertemuan di kampus UIN masih dalam tanda tanya, belum terdata. Prof. Dr. Faisal dan Prof. Dr. Idham Cholid kemungkinan besar hanya bisa mengikuti pertemuan ini di Begadang resto, kemungkinan sekali banyak yang memiliki kasus yang sama. tetapi kita berharap agar pertemuan di UIN yang dijanjikan akan lebih bermakna dan berbobot, tetapi terselenggara dengan segala kualitas yang terbaik.

Apalagi sebagian dari perserta pertemuan di UIN berjanji akan juga mengikuti pertemuan di Begadang resto, sehingga hampir dapat dipastikan bahwa Reuni yang lebih ramai adalah yang diselenggarakan di Begadang resto, karena sebagian anggota telah lama merancang acara masing masing untuk bisa hadiri di begadang resto. Semoga dua duanya sukses, karena pertemaun kali ini menurut rencana penggagas yang dituwa tuwai oleh Dr. Faisal dan Drs. Ghofar Sri Wahyuni,  Rohaya dan lain lain adalah dalam rangka mengagas Reuni Akbar Alumni IAIN/ UIN 2018, konon akan membicarakan masalah Kepemimpinan Islam. begitu ...



Maaf tulisan belum selesai .... mau pesta dulu.