Tuesday, October 30, 2018

PAKAILAH RUQYAH YANG SYARI'AH.




RUQYAH SYARI'AH mau tidak mau harus menjadi sesuatu yang harus kita kenali dengan sebaik baiknya dalam artiharus memiliki pemahaman yang memadai tentang hukumnya sehingga bisa terhindar dari pelanggaran aqidah, karena sistem ruqyah ada yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan ada yang justeru ditinggalkannya. Hal ini menjadi penting karena ternyata sakit yang dialami manusia justeru sebagian besar diakibat oleh persoalan psikis kejiwaan diabnding karena masalah pisik, dan banyak sekali penyakit fisik, tetapi penyebab dan berkembangnya adalah psikis.

Monday, October 29, 2018

MEREKA ITU SONTOLOYO.


SONTOLOYO itu adalah sumpahserapah bagi orang kecil, oleh karenanya maka umumnya hanya mereka yang tempramental saja yang tega mengcapkan kata kata itu. Umumnya orang tak tega karena itu merupakan sumpah serapah bagi pengembala itik bebek angsa, tetapi jumlah yang digembalanya biasanya mencapai angka ratusan. Dan celakanya  sering berpindah lokasi, ketika kawanan ternak ini pindah lokasi dan menyeberang jalan, maka para pengemudi umumnya memanfaatkan waktu untuk istirahat, apalagi masyarakat Jawa terkenal penyabar, hanya ada satu dua yang terlepas kontrol dan mengucap makian sontoloyo. itu adalah kata makian bagi para rakyat kecil.

Presiden Jokowi pernah melontarkan kata itu, tetapi karena sadar bahwa selaku Presoden beliau haruys menjadi teladan bagi rakyat yang dipimpinnya  dan beliau sadar betul bila hal itu memang tak pantas dilakukan oleh seorang Presiden. Oleh karenanya beliau merasa perlu menyampaikan kepad publik penyebab kata kata itu terlontar dari ucapan beliau. Dan kata beliau seumur hidup baru sekali ini kata kata yang tak elok itu diucapkan. Karena beliau sudah sangat jengkel terhadap kelakuan polisi yang melakukan fitnah dan memecahbelah karena ingin merebut kekuasaan.



Bersyukurkarena Penguasa yang santun, jujur dan sederhana ini jika tak salah belum sempat menjelaskan pihak mana yang sontoloyo, ada memang dua pihak berhadapan dan beliau sebagai salah satunya, beliau sebagai petahana, artinya yang mempertahankan, sedang pesaingnya adalah yang berusaha merebut. Tetapi apakah demikian maksudnya tentu tidak karena keduanya syah dan legal dan nanti setelah Pemilihan Pemenang akan mendapatkan kesempatan untuk memimpin, menjadi Penguasa dan akan diperebutkan kembali lima tahun kemudian. Berrti kontes itu syah adanya.

Bila memang ada yang gemar membuat hoax, kita meminta Panwaslu bekerja, KPU bekerja, laksanakanlah tugas dan manfaatkan kewenangan. Memang tak sepantasnya residen Jokowi mengungkap sumpah serapah, menghina, sebagaimana beberapa waktu yang lalu beliau mengajak pendukungnya untuk siap ribut dan bertarung dalam kontestasi yang sedang diusahakan kemulyaannya ini. Tetapi memang kita harus berani memafkan karena beliau memiliki sedikit kelemahan manakala berbicara tampa konsep sering mengalami kekeliruan dalam bicara.

Sebagai anak bangsa kita berharap kedua kubu yang sdang megikuti kontes ini adalah terdiri dari person person yang mulia, jangan sampai kedua calon pemimpin kita terjerembab ke dalam lembah kehinaan, hanya sekedar salah bicara, padahal kita semua tahu lembutnya hati Presiden Jokowi kita, jangankan temannya, sedang mereka yang mendemonya saja diajaknya makan bersama, demikian cintanya yang suci. demikian katanya

ISLAM, YAHUDY DAN POHON GHARQAB

ADA YANG MENGATAKAN bahwa orang di luar Islam yang paling banyak tahu dan faham Islam adalah orang Yahudy, konon ada tradisi orang Yahudi memberitahukan prihal Islam kepada anak keturunannya, Yahudi itu ketat menjaga kemurnian garis darah keturunannya, sehingga mareka yang meniukah dengan orang luar Yahudi segera dihapus dari kelompok mereka. Dahulu banyak orang Yahudi yang tinggal di Makkah dan Madinah karena membaca dikitab mereka serta ceritera dari orang Tua Mereka bahwa nanti akan lahir seoreang anak yang akan menjadi pemimpin dunia, anak itu akan lahir di Makkah, namanya Muhgammad. . Mereka berharap anak itu adalah meruipakan keturunan
mereka. Dan Yahudipun sangat menjaga kemurnian garis keturunannya. Sayang ketika Muhammad lahir ternyata merupakan keturunan dari Bangsa Qurais. Dan Yahudi mengambil posisi sebagai opposisi.

Walaupun Tahudi sangat menjaga garius keturunan tetapi jumlah mereka sangat juga terjaga, keberadaan mereka akan tetap ada hingga akhir masa, nampaknya Allah akan sengaja membuat Bangsa atau Kelompok ini akan tetap ada, mungkin karena kelompok ini adalah Bangsa atau kelompok yang tak henti henti mengajarkan tentang Islam kepada anak keturunanya, walaupun mereka mempelajari bukan untuk mematuhi, melainkan untuk melawan atau setidaknya mengacaukan Islam itu sendiri.

Itulah sebabnya Yahudi menjadi Bangsa atau kelompok yang paling produktif di dunia dalam membuat berita Hoax tentang Islam. Penyebaran berita hoax itu telah diproduksi secara besar besaran oleh orang orang Yahudi sejak zaman Rasulullah SAW.  Pada zaman Rasulullah mereka memproduksi hoax besar besaran secara halus dan tidak jarang ummat terkecoh oleh ceritera hoax itu.

Pada era sekarang menyusunan berita hoax oleh Yahudi selain tetap prduktif juga semakin canggih dan semakin halus. Pada era medsos ini sejatinya konsep rekayasa sejatinya jangan jangan adalah dalam rangka penyebaran hoax yang diproduksi secara masif dalam rangka menghancurkan Islam. Kalaupun ada persamaan antara Yahudi dan Nasrani (Katholik dan Kristen Protestan) sangatlah lagius karena berabad abad sebelum Nasrani memiliki Kitab suci sendiri secara kanonik mereka menggunakan Kitab Yahudi yang disebut Perjanjian Lama.

Namun demikian Allah membedakan keduanya, Dalam surat Al-Fatihah yang insya Allah selalu kita baca dalam setiap rokaat sholat tersebut  " غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ" bukan jalan orang yang terkutuk dan bukan dijalan orang yang tersesat.  Gelar orang terkutuk dalam al-Quran dimaksudkan kepada Yahudi sedangkan gelar orang tersesat dalam alfatihah yang kita baca itu dimaksudkan kepada orang Narasi. Nasrani dianggap sesat karena dianggap menerima informasi yang salah, sedang gelar manusia terkutuk bagi Yahudi dikarenakan Yahudi mengetahui hal yang sebenarnya.

Ajaran Yahudi yang harus diajarkan kepada anak keturunannya sejak dahulu tetap terpelihara, hingga sekarang mereka tahu bahwa nanti pada suatu saat Yahudi itu benar benar akan habis, orang orang Yahudi terakhir menjadi bangsa pecundang yang tak lagi mampu mempertahankan diri, mereka rata mengetahu kisah pengejaran Yahudi hingga bersangkutan harus bersembunyi di balik batu atau pohon pohon gharqad, itulah sebabnya mereka berusaha untuk menanam pohon gharqab yang manakala mereka bersembunyi dibalik pohon itu, maka tak seorangpun akan mampu melihatnya.

Tuesday, October 23, 2018

ULAMA ITU PROFESI KRIMINAL



APAKAH KITA sekarang sedang sudah berada pada posisi yang benar ?. Jika ini ditanyakan kepada ulama, maka dipastikan jawabannya berdasarkan al-Quran dan haddits serta ijma' para ulama maka dikatakan keadaan kita sekarang belum baik, artinya masih banyak berbagai kesalahan kemungkaran yang dilakukan, baik oleh masuyarakat biasa, para pengusaha, pimpinan Ormas, para ilmuan, para politisi, bahkan para pejabat disegala jenjang masih banyak melakukan berbagai kesalahan. oleh karenanya mesih dirasakan perlu untuk dilakukan perbaikan, setidaknya kritik. Kritik itulah yang kini menjadi batu sandung para ulama dalam melaksanakan tugasnya sebagai ulama. Ternyata siapapun yang dikritik adalah membuat perasaan yang tidak menyenangkan. Yang dikritik jelas menjadi hal yang kurang menyenangkan. Terlebih melalui media sosial.

Jika kita ingin sedikit jujur, jika ditanya siapakan yang paling banyak dikritik melalui media sosial, maka jawabannya adalah para ulama. Jika ada satu kritik dari ulama ditujukan kepada seseortang atau kelompok, maka kritik balasan akan muncul dari banyak akun baik palsu maupun akun yang terang terangan, tetapi manakala dicermati maka Kritik kepada ulama akan lebih banyak dilakukan oleh akun akun yang tidak jelas. Sebagai misal, dan barangkali sedikit bisa menolong, ketika FPI berusaha menelusuri untuk mencari siapa sih orangnya pemilik akun yang sangat menghina seoranh Habib Riziq Syihab, ternyata banyak diantaranya  dia adalah mereka yang masih sangat belia, tamatan SMP dan banyak diantaranya yang masih duduk dibangku SLTP itu. Pada saat itu mereka yang sudah berumur disarankan membuat pernyataan minta maaf dan tak mengulangi lagi, bagi yang anak anak diantarkan keorang tuanya untuk diajar dan diawasi. Semnetara mereka yang menciptakan meme baik dalam bentuk kata kata, maupun gambar gabar, pada umumnya menggunakan akun palsu, yang alamatnya sulit dilacak, karena seseorang bisa memiliki ratusan akun.

Habib Riziq Syihab selaku ulama yang paling banyak dikritik dan dikata katai dengan kata kata kotor, melarang melakukan pencarian bagi siapa yang senang menghinanya, karena akan dianggap persekusi. Tetapi sebaliknya Habib Riziq justeru hartus berhadapan dengan yang berwajib dengan  tuduhan Kriminal, dan umumnya pernyataan yang tak menyenangkan, ujaran kebencian dan lain sekitar itu, seperti bunyi Undang Undang atau aturan lainnya yang berlaku. Semakin hari akan semakin banyak ulama yang mendapatkan surat panggilan dari yang berwajib. Sementara bagi mereka yang membuat ujaran kebencian atau perbuatan yang tak menyenangkan bagi ulama sepertinya, bakal tidak ada.     

Monday, October 22, 2018

KITA BUKAN BANGSA TUKANG BOHONG

INIKAH PUNCAK KEBAHLULAN BANSER



TERIAKAN para pejuang di medan laga ketika merebut Kemerdekaan dari tangan penjajah adalah Allahu Akbar, Laailaaha Illlallaah ... merdeka ... !. Tak terbilang syuhada yang gugur di menan laga ... mereka dielu eliukan sebagai syuhada pembela bangsa dan mati syahid karena akhir hayat ditutup dengan kalimah itu.Sebilah bambu runcing menjadi saksi bisu akan betapa beratnya perjuangan melawan musuh yang ditangan mereka ada senjata api yang dipasang bayonet untuk merobek robek dada dan perut pejuang yang bersimbah darah. Kini kalimat Tauhid itu dijadikan kalimat hina dina.

Kalau yang menghinakan Kalimah Tauhid itu adalah Non Muslim atau mereka yang tak suka dengan Islam, walaupun apa yang mereka lakukan itu keliru dan memiliki kemulyaan, karena berusaha mengingkari kenyataan, kita masih mudah untuyk memahaminya. Tetapi Jika Kalimah Tauhid dinista oleh Saudara seiman, maka maka sulit bagi kita untuk memahaminya dan apalagi untuk memakluminya. Amerika meruipakan pelopor kebencian terhadap kalimah Tauhid Allahu Akbar - Laailaaha Illallallaah. Lalu diamini oleh pihak yang tak suka kwpada Islam, tetapi kwetiuka ada kelompok Islam yang juga ikut ikutan melecehkan kalimah yauhid, kita menjadi sangat sedih, dan itulah yang dilakukan oleh Banser - Anshor NU.

Nama besar dibelakang Banser, itu yang membuat kita sangat  pilu. dahulu ketika Penumpasan G 30 S PKI siapa yang tidak tahu peran Mulia Anshor, akan sulit bagi TNI melaksanakan tugasnya bila tidak didampingi Anshor, Pemuda Muhammadiyah dan Pemuda Marhaen serta sejumlah komponen pemuda lainnya. Para ulama sangat terlindungi atas kehadiran para Pemuda itu, Pagi, sore, siang dan malam para Pemuda bergiliran menjaga rumah para ulama dan berbagai tokoh masyarakat dan bahkan Pejabat Pemerintah. Tetapi semenjak Perang Arab - Israel dan kekalahan Uni Soviet, Amnerika mulai melancarkan tak tik dan strategi untuk menghancurkan dunia Islam. 

Friday, October 19, 2018

TAHUN EMAS UIN RD.INTAN LAMPUNG




Tiga orang yang sudah sangat saya kenal datang ke rumah, tetapi kali inimereka datang dengan memperkenalkan diri sebagai Bagian dari Panitia Penyelenggaraan Peringatan Tahun Emas UIN Rd. Intan, yang dulu disebut IAIN singakatan Institut Agama Islam Negeri. Selain meminta foto foto lama di sekitar Kampus lama, dan untuk itu ada belasan foto lama yang serahkan kepada mereka untuk di foto ulang. Saya tidak tahu persais seberapa besar nilai historis foto toto itu, tetapi saya yakin itu sebagai satu satunya yang ada. Mereka pulang dengan mempertunjukkan wajah kepuasan. Alhamdulillah.

Tetapi yang lebih menarik adala bahwa panitia akan menyelenggarakan FGD, yaitu Focus Grup Duscution, diskusi yang memang membahas suatu tema, tetapi sifatnya informasi saja, dan dalam proses pengambilan keputusan tidak dengan melalui perdebatan disertai sejumlah data pendukung, lalu pihak yang kurang lengkap memiliki data yang akurat dinyatakan kurang valid, tidak. Keputusan sepenuhnya akan ada pada panitia sebagai pemangku kepentingan, dan kesimpilan adalah bagi masing masing peserta, sesuai dengan keseriusan dan kesempatan menyerap, tentu tidak melupakan ikatan emosional dan berkembangnya imajinasi.

Sejatinya dalam FGD semua peserta mendapatkan kesempatan yang luas untuk berbicara, dan biasanya tema juga ditetapkan penyelenggara yang berkepentingan. Terlepas dari istilah dan sebutan lainnya bagi seseorang yang  berkesempatan memanfaatkan waktu untuk bicara. Kita tidak tahu siapa nanti yang akan diberikan kesempatan untuk bicara dalam forum ini. Dan bagaimana pula bunyi temanya. Maka yang paling penting, sekali lagi adalah apa yang dikemukakan, kita harapkan akan mampu menghidupkan imajinasi, sehingga selalu akan menjadi semangat yang terbaharukan. Menjadi sebuah warisan yang akan diyakini sewbagai sesuatu yang bermanfaat.

II.

Jika boleh saya mengandai andai, bila tak silap dalan mengingat, saya menjabat sebagai Ketua Dewan Mahasiswa, sekarang lazim disebut Presiden Mahasiswa itu tahun 1977, sebelumnya jabatan puncak kemahasiswaan itu adalah Saudara Sodri Daram dan sebelumnya lagi Baijuri Rasyid. Semula Ketua Dewan Mahasiswa itu mirip "Den Bagus"  di Pesantren Jawa Timur. Den Bagus adalah gelar yang diberikan kepada Mahasiwa terpintar. Ketua Dewan Mahasiswa adalah mahasiswa yang memiliki prestasi belajar yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk menjadi Asisten dari Dosen atau Tenaga Pengajar yang nantinya akan terakumulasi kedalam keahliam berpidato dan keterampilan mengaji.

Tetapi mulai dari pristiwa Malari tahun 1975-an mahasiswa mencapai puncak kritis terhadap Pemerintrah. Presiden Soeharto nampak sangat kuat, sejumlah tokoh memposisikan sebagai opposisi dengan segala kekeritisannya. Selaku Ketua Dewan Mahasiswa ada satu dua orang Dosen yang mencoba seperti menegur Ketua Deawan Mahasiswa karena belum juga melakukan sesuatu sekedar menunjukkan eksistensi mahasiswa. Tetapi sayang mereka tak memiliki konsep yang bisa menarik hati Mahasiswa untuk disuarakan.

Dewan Mahasiswa Universitas Lampung, Muhajir Utomo, beberapa kali menghubungi saya untuk melakukan sesuatu lewat beberapa orang teman, tetapi saya belum menangkap kemamfatannya, Sebagai Kertua Dewan Mahasiswa IAIN saya sering kumpul kumpul bersama Teman temannya Muhajir Utama, sebenarnya saya dan teman teman dari Unila itu memiliki perbedaan konsep dan keinginan, mereka lebih cenderung mengangkat Masalah permodalan asing dan lingkungan hidup, sementara saya lebih suka mengkritisi masalah Aliran Kepercayaan dan Konsep Kerukubnan Ummat Beragama. Pernah dalam satu pertemuan di Fakultas Hukum Unila (Kampus Telukbetung) saya terlibat dalam penyusunan Konsep Pernyataan Untuk disampaikan kepada Pemda. Sejatinya saya sendiri telah menuliskan konsep pernyataan sesuai dengan aspirasi saya, tetapi setelah diserahkan kepada Tim Perumus yang diketuai oleh Muhajir Utomo, ternyata konsep yang saya usuklan dipersingkat dan menurut hemat saya menjadi tumpul dan lemah.Saya kecewa.

Tetapi ketika berunjukrasa saya tak ikutan, teman teman Unila yang melakukan aksi diam setelah menyampaikan Surat Pernyataan Politik. Muhajir Utomo Selaku Ketua Dewan Mahasiswa dan Amami Amilah selaku Sekjen diamankan Kodim untuk mendapatkan pengarahan, tetapi kami mahasiswa lainnya sangat bebas bisa keluar masuk ke ditempat mereka diistirahatkan, kami sangat terkejut banyak sekali kiriman makanan dan buah buahan di situ, karena berlimpah, nampaknya ada juga teman teman yang membawa pulang makanan tersebut dengan alasan daripada basi. Kami berkumpul kumpul hampir setiap waktu disitu, dan hasilnya terbentuknya persamaan karakter. Walaupun sebenarnya bisa saja Korem memiliki target sendiri dalam membebaskan kami keluar masuk lokasi, dan bebasnya kiriman dari mereka yang bersimpati. Tapi itu berhasil menjibnakkan Muhajir dan kawan kawan.

Perubahan yang saya alami saya rasakan ketika saya memprotes sikap Rektor Universitas Lampung  Dr. Ir. Sitanala Arsyad dan Kakanwil Depdikbud Lampung Soegiyo. Saya merasa kecewa karena atlit dari IAIN Lampung tidak diberangkatkan ke Pekan Olahraga Mahasiswa, padahal Mahasiswa Unila memenangi lari Maraton. Alasan mereka tak memberangkatkan pemenang karena prestasi Pemenang selain terpaut jauh dengan prestasi Pememang Nasional sebelumhnya, si mahasiswa bersangkutan dalam test terakhir justeru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pelari kita cenderung melecehkan lawan, ketika lawan tertinggal, Dia seperti menanti, dan ketika ada lawan yang akan melampawi diapun melesat menjauhi. Sayang saya hanya membela seorang diri. Dari pristiwa itu saya sadar, telah kehilanganb sesuatu. Tetapi di satu sisi saya terkejut atas keberanian saya memprotes orang terhormat, itu barangkali sebagai akibat dari sering berkumpulnya dengan teman teman Mahasiswa dari Unila.

Setidaknya ada dua kali saya berusan dengan yang berwajib, pertama ketika sedang KKN di Kecamatan Rajabasa, Dan Kedua ketika mengawal Organisasi Pelajar di Daerah Talangjerambah. Ketika di di Jepara saya ceramah dengan meneriakkan yel yel, Bila saya meneriakkan Merdeka, hadirin saya minta menjawab dengan teriakan Jihad, sebaliknya ketika saya meneriakkan Jihad, maka hadirin diminta menjawab dengan terikan Merdeka. Mungkin karena dianggap penjelasannya kurang tuntas, maka ketika akan pulang ketika selasai KKN selama dua bulan itu, saya harus menghadap Danramil untuk mendapat pencerahan. Hingga saya menyatakan setuju, dan sependapat. Karena memang tak ada niatan untuk membuat keonaran, hanya mengajak bersikap cerdas dan kritis.

Demikian juga dengan periustiwa yang saya alami di Talangjerambah Kotabumi Lampung Utara, pihak Kecamatan menerima laporan bahwa para siswa mendiskusikan agama dan Pancasila. Setelah kami berdiskusi agak hangat akhirnya pihak Kecamatan meminta agar redaksi penjelasannya dirubah, yaitu menanamkan nilai nilai Pancasila dengan menggunakan metode diskusi. Itu saya setujui, dan para peserta dipersilakan besok hari untuk pulang ke rumah masing masing. Intinya adalah Pancasila itu tak boleh didiskusikan. Selesai. Tetapi pemikiran yang sangat mengganjal adalah pada saat itu Ada Pengurus pusat (PB) dan ada Pengurus Wilayah (PW) Lampung. Sayapun mengevaluasi diri.

Huru hara demi huruhara yang melibatkan mahasiswa semakin sering terjadi. Dahulu tak ada sosial media, seiring dengan pencekalan berita di media massa, maka beredarlah selebaran gelap. Naskah tik berpuluh bahkan pernah mencapai seratusan halaman dalam satu fokus. Selebaran gelap berjalan seiring dengan demo mahasiswa, belakangan ada cerita dari mulut je mulut, bahwa manakala terjadi perselisihan di elit Pemerintah dan menyeret ABRI maka akan muncul demo mahasiswa. Manakala perselisihan itu tetap membara, maka Demo Mahasioswa akan sambung menyambung. Konon Suharto menerapkan manajemen komplik. Artinya perselisihan antara kelompok itu terpelihara.

Presiden Soeharto berdiri ditengah sebagai penentu dalam pengambila keputusan ditengah perselisihan antara berbagai pihak, dan Presiden bertindak sebagai penentu kebijakan.   Tetapi sayang Presiden tak mampu untuk netral, semestinya Presiden Netral dan sepenuhnya  berpihak kepada Konstitusi, bila tidak maka tentu sangat dikhawatirkan yang bersangkutan  justeru akan berhadapan secara langsung dengan mereka mereka yang justeru dibesarkan karena mereka mentaatinya selama ini.  Banyak narasumber dalam diskusi dan ceramah yang sangat menghawatirkan Manajemen Conflik Soeharto pada saat itu juateru akan memakan kurban, dan kurbannya adalah Presiden Soeharto sendiri. Walaupun orang cenderung melupakan thesis ini karena Suharto bertambah kuat saja,

III.

Sebagaimana Soekarno yang menciptakan Nasakom,  gelagatnya Soeharto akan menciptakan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai perekat  bagi perbedaan dan keanekaragaman masyarakat, khusunya masyarakat beragama.Aliran Kepercayaan dicari disemua daerah, dan memang smua daerah sejatinya ada Kepercayaan baik yang terarganisir maupun belum. Aliran kepercayaan berusaha diperjelas siapa yang menciptakan, dan siapa yang mengembangkan dan lain sebagainya. Kebetulan saya bekerja di Kanwil Depdikbud sebagai pengelola.

Kami mwendapat tugas untuk menghadirkan ilmuan Islam yang memiliki kemampuan memahami keberadaan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME, Pada saat itu bersepakat menghadirkan Bpk. A.Hanif, RH  sebagao dosen Aliran Kepercayaan dan Bpk. Mahmud Yusuf sebagai dosen Pemikiran Islam dan Filsafat Islam, karena keduanya memang tak diberitahu sedang dalam penilaian untuk menjadi Pejabat Eselon II di Depdiknas Untuk melaksanakan segala kebijakan tentang Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa. Tentu saja keduanya tidak mempersiapkan diri secara khusus, dan tampil  natural. Hasilnya tak terpilih, yang terpilih adalah seorang Dosen dari IAIN  Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Terlalu berat bila akan menjadikan Aliran Kepercayaan sebagai perekat berbagai perbedaan gama. Agama Agama di Indonesia, telah memiliki literatur yang jauh lebih banyak ketimbang Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sementara kitab kitab Aliran Kepercayaan selain tidak mampu menggambarkan pemikiran filsafat Suku Suku Bangsa di Indonesia, karena pembinaan Kebudayaan Daerah masih dalam tarap antropologis, plus, kesenian, adat istiadat, maka akan terlalu sulit menggeser kemampuan agama dalam menjawab persoalan hidup masyarakat.

IV.

Setidaknya Sdr. Syamsul Rizal akan menjadi saksi akan kekhawatiran sejumlah ulama di Lampung  akan kepemimpinan di IAIN, yang sejatinya diharapkan akan berkembang pesat. Membawa amanah dari sejumlah ulama daerah kami berdua harus menghadap Tri Sutrisno, yang pada saat itu menjabat sebagai Pangdan Sriwijaya, yang berkantor di Palembang, Tidak kurang info dari Danrem Lampung Lampung meminta kami berdua menemui beliau di Perumahan Dinas Danrem di daerah Kedaton Bandar Lampung, atas petunjuk beberapa orang tokoh yang sangat peduli IAIN Rd.Intan.

Mission yang kami usung adalah agar Tri Sutrisno membicarakan masalah Rektor IAIN kepada Menteri Agama yang pada saat itu masih di Jabat oleh Alamsyah Ratu Perwira. Yang intinya para ulama daerah tidak keberatan manakala jabatan Rektor IAIN Rd. Intan kembali dijabat oleh ABRI, sayangnya para ulama tidak mampu mengajukan satu nama yang mereka kenal dengan baik, kecuali Mayor Salim, yang juga sempat menjadi Dosen Kewiraan di IAIN Rd. Intan. Sebelum Dosen Kewiraan diserahkan kepada Rizani Puspawijaya, SH. dari UNILA. yang ini oleh Menterio Agama dianggap sebagai langkah Mundur. Karena Suwarno Achmadi pada saat menjadi Rektor sudah berpangkat Letkol. Itulah sebabnya Gubernur, Danrem dan Kepolisian sangat menaruh hormat.

Rektor M.Zen pada saat itu mungkin tercatat sebagai Rektor yang paling lemah dibanding Soewarnio Achmadi dan Drs. Busairi. M.Zen sebagai Rektor trentu memiliki kelebihan lainnya, beliau adalah putra derah. Nampaknya Depag menginginkan adanya status kedaerahan,  walaupun M.Zen berada di Pusat. Namun sayang beliau seperti memaksakan diri mengambil sikap yang berbeda dengan Suwarno Achmady, padahal itu zaman Orde Baru di mana ABRI dan TNI sedang memiliki peran yang puncak dalam menetapkan kebijakan Pemerintahan.

Memang seharusnya M.Zen memanfaatkan sebagai aparat pusat beliau memanfaatkan berbagai loby untuk meningkatkan anggaran bagi Lampung, kalau saja seandainya beliau berhasil meningkatkan anggaran, dan menganggarkan pembiaan pendidikan bagi tenaga pengajar pada program S II dan S III beliau akan banyak dikenang, walaupun resikonya kelak adalah semakin tajamnya kritik terhadap kepemimpinan Perguruan Tinggi. Nampak menggejala mereka yang telah mengikuti Program Pascasarjana. kritik kritik akan lebih tajam dibanding karya akademis. Pasca menyelesaikan Program Pascasarjana. Sebenarnya itu tak menjadi masalah asalkan kita lebih dewasa dan matang dalam bersaikap dibanding pengeritik.

Ketika Bapak M. Ghozie Badrie terpilih sebagai Rektor, seingat saya hanya sekali saya berkunjung keruang kerjanya, dan pada saat itu saya meminta beliau untuk mengupayakan semaksimal mungkin membiayai para dosen hingga mencapaiu gelar doktor dan selanjutnya Profesor. Pada saat itu, Sebenarnya saya belum memahami bahwa kurangnya jumlah Guru Besar akan mempengaruhi akreditasi Fakultas atau jurusan yang bersangkuta dan bahkan pada saatnya akreditasi Institiu atau Universitas. Saya hanya merasa iri saja karena pada perguruan lain sudah memiliki kelengkapan jumlah Guru Besar.


V.

Ketika Pak Mahmud Yusuf menganjurkan saya untu ujian ulang sehingga tidak memiliki nailai akhir yang satandar untuk menjadi dosesn, saya mengucapkan terima kasih atas simpatinya, IP 3  bagi saya adalah musibah karena salah satu dosen memberikan nilai minus bagi saya, sehingga harus membagi nilai yang ada, karena saya dianggap tidak setor tugas. Padahalk saya adalah satu satunya mahasiswa yang menyetor tugas, sehingga saya dimintai tolong untuk menegor teman teman yang belum stor agar tak memiliki tunggakan, yang dapat mempengaruhi nilai, banyak juga teman teman yang harus saya bantu menyelesaikan tugasnya. Tugas tugas itu berhasil saya himpun dan saya setorkan lewat petugas di sekretariat/ kantor.  Tetapi apa lacur justeru belakangan saya dicap sebagai satu satunya mahasiswa yang tidak melaksanakan tugas itu. Nilaipun syapun menjadi hancurhacur, IP. 3,0

Walaupun sudah bertahun tahun saya melaksanakan tugas sebagai asisten dari dosen yang sibuk administratif atau melanjutkan kuliah ditempat jauh, dan sayapun sempat tiga kali ganti mata kuliah, bahkan ada mata kuliah yang saya susun sediri kurikulumnya, serta tahapan tahapan penyajiannya. Sangking tenggelamnya Dosen yang bersangkutan ke tugas administrasi bagi yang mendapat Job sebagai Pimpro, demikian juga bagi dosen yang masih berusaha menyelesaikan tugasnya. Sehingga catatan saya ditahap satu tidak kurang dari lima tahun saya bertugas di Fakultas Ushuluddin.

Pada tahap kedua ketika saya kembali di panggil datang ke Ushuluddin lewat Bpk. M.Ghozie Badrie saya diminta memberikan mata kuliah Filsafat Daerah, ada dua kali saya menyajikan mata kuliah itu dalam pengawasan beliau, dan saya diminta menyusun kurikulumnya, lalu beliau setuju dan seterusnya di lepas dan berkalan sendiri. Jika tak salah Jabatan beliau setelahj selesai jadi Rektor, beliau diangkat menjadi Kajur Filsafat dan pada saat itu beliau memanggil saya untuk berpartisipasi, alhamdulillah Atasan di Kantor mengijinkan saya berpartisipasi mengabdi di Fakultas Ushuluddin, dengan catatan segera datang ke Kantor seusai mengajar, Tetapi manakala ada acra kantor yang sangat penting maka diutamakan acara atau agenda Kantor, dan sayapun menyetujui.


VI.

Barangkali hal yang paling konyol yang pernah saya lakukan adalah menolak tawaran Prof. Bambang Sumitro untuk mendapatkan kuliah gratis dari Program Study Sosiuologi Pedesaan Bogor. Pada saat itu Bpk Fauzie Nurdin hampir menyelesaikan Studynya di sana. Persyaratannya sekilas remeh sekali, yaitu harus menulis tentang perempaua di Lampung nanti pada saat menyusun Thesis, Biaya kuliah, biaya pemondokan, literatur dan uang saku, setammat kuliah harus menjadi pengajar di Perguruan Tinggi Negeri, konyol. tawaran manis itu saya tolak.

Pada saat itu saya sedang gandrung gandrungnya dengan beban tugas yang diberikan Kantor/ Pimpinan kepada saya. Selama bebera tahun saya diberikan tugas melaksanakan penelitian kebudayaan melalui ProyekInventarisasi Budaya Daerah setiap tahun minimal ada satu penelitian, semula sampai lima judul pertahun, tetapi belakangan  hanya tiga judul lalu dua judul saja, dan terakhir hanya muncul satu judul. Dan dapat dipastikan saya mengelola satu judul. Proyek ini mewajibkan pendeketan full antropologi. Karena saya terlibat dalam pelaku adat, maka saya mendapatkan kemudahan untuk lebih cepat memahami persoalan dibanding mereka yang kelahiran derah lan. sekalipun saya bukan antropolog. Jurusan Filsafat yang saya pilih ternyata sangat membantu saya dalam mengimajinasikan data data yang terkumpul.

Andai saja tawaran Prof. Bambang Sumitro saya terima, dan dana bantuan luar negeri yang dikelola oleh Prof. Sayugyo cepat saya tangkap. Maka sejatinya saya berkesempatan menulis kebudayaan Lampung dalam kwantitas yang lebih tinggi, bahkan kualitas berpeluang meningkat. Daerah sesungguhnya sangat membutuhkan informasi kebudayaan Lampung, dari berbagai aspeknya. Yang kelak nantinya akan bermuara kepada dirasakan pentingnya bahasa Lampung, karena berbagai informasi yang membentuk metafor akan mengharuskan untuk memahami Bahasa Lampung. Atas kekeliruan saya dalam menolak kesempatan, sejatinya juga adalah dosa saya bagi perkembangan budaya Lampung dan ketahanan bahasa Lampung dari kepunahan. Karena perjalanan hidup saya ternyata menunjukkan grafik turun dalam ikut serta mempertahankan nilai budaya Lampung.

Akhirul Kalam.

Tampa kemampuan yang tinggi para narasumber membentuk imajinasi audien pada saat FGD nanti maka berakibat miskinnya metafor yang bisa di bawa pulang, dengan demikian kemewahan metafor hanya dimungkin oleh keterampilan panitia atau moderator menggali imajinasi untuk memformulasikan metafor yang mewah bagi auden, kemewahan metafor itulah nanti yang dapat memunculkan berbagai gagasan.

Mari kita tunggu saja, siapa yang akan diundang oleh panitia untuk menhadiri FGD ini lalu kepada siapa panitia berharap mendapatkan gambaran imajinatif dari cuplikan cuplikan dari sejumlah orang yang memiliki keterlibatan dalam membangun kampus yang semula Institut menjadi Universitas yang bisa dipastikan akan menjadi luar biasa ini. Kita tunggu saja.  
  

Wednesday, October 17, 2018

INGIN PUNMYA PRESIDEN YANG ISLAMI




PRESIDEN jOKOWIDODO disoraki anak anak siswi/a, sejumlah siswei dan ada juga siswanya sedikit, ketika Presiden jokowi berusaha memimpin hadirin bersama membaca al-Fatehak, tetapi apa lacur, beliau selip kata ketika menyebut Al;-fatihah ke slip al-Fatekah, kita tahu bahwa di komunitas Islam Abangan sebutan itu sejatinya jama' saja. mau disebut al-fatihah ataupun alpatekah dalam dialek Jawa kental. Memang seyogyanya hal tersebut jangan terlau diviralkan. Tetapi nampaknya hal tersebut tak terbendung.

Demikian banyak orang salah ucap karena sulit melepaskan diri dari pengaruh dialek daerah masing masing. hukuman bagi mereka yang memiliki ambisi untuk jadi imam sholat, maka mereka tak lagi diberikan jadual selagi ada jama'ah yang memiliki bacaan yang lebih baik, setidaknya dalam hal makhroj, dan itu tak menjadi bahasan yang penting karena para jama'ah secepat itu maklum adanya. Lalu mengapa kasus salah ucap yang dilakukan oleh Presiden Jokowi menjadi viral adalah karena Jokowi seorang Presiden.

Mungkin ummat Islam tak rela bila sholat dijadikan alat pencitraan, karena Presiden Jokowi gemar sekali melakukan pencitraan dalam sholat, antara lain berusaha mengimami sholat di banyak kesempatan. padahal bacaannya masih jauh dari sempurna, terdapat kesalahan yang dianggap sangat vatal. Salah baca yang dilakukan Jokowi dalam sholat diviralkan, bukan hanya itu, masyarakat juga mengintai wudlunya, mereka mendapatkan kejanggalan yang dilakukan Jokowi dalam berwudhu bdan diviralkan. Oleh karena itu sangat dimaklumi jika seandainya Tim Jokowi tidak memaksakan agar shjolat diimami oleh beliau. Karena memang sebagian orang dariu kelompok tertentu seperti memang mencari cari kesalahan Jokowi dalam hal ibadah.

Barangkali mereka adalah dari kelompok yang merasakan ketidakramahan Joikowi terhadap Islam.

Monday, October 15, 2018

PRESIDEN MENDATANG BUTUH LITERASI.



SIAPAPUN PRESIDEN yang akan datang mutlak harus memiliki dan memahami sejumlah literatur  memang bila dibandingkan antara kedua calon Presiden yang akan kita pilih tak lama lagi, maka Prabowo unggul jauh kemampuan literasinya dibanding Jokowi sebagai Calon Petahana. Demikian juga dengan kemampuan berbahasa asing sebagai pendukuing menggeluti literatur. Tetapi Jokowi juga memiliki peluang untuk memenangi pemilihan ini, dan berarti Jokowi harus meimiliki tim khusus yang membantunua agar rakyat tak banyak dirugikan, dan juga demi keagungan pradaban Bangsa.

Pernyataan tak suka membaca kono Jokowi sendiri yang menyatakannya, bahka ada keputusan yang telah ditandatanganinya padehal belum sempat dibaca isinya. Kita membutuhkan Presiden yang memiliki wawasan yang luas dan memiliki kemampuan memberikan arahan kepada para pembantunya. Bila Jokowi kembali terpilih maka kita tidak menginginkan Jokowi seperti orang kebingungan ketika menghadapiu sejumlah pertanyaan dari wartawan asing, selain itu manakala menjawab pertanyaan hendaknya jawaban itu memang didukung oleh pemahaman yang memadai karena memang merupakan visi yang telah dimilikinya.

Jika seandainya Prabowo yang memenangi pemilihan yang akan datang, memang harus diakui bahwa beliau gemar membaca dan memiliki atau memahami sejumlah literatur yang dapat mendorongnya 

Wednesday, October 10, 2018

FALSAFAH TIONGKOK : RAMPOKLAH TETANGGA YANG KEBAKARAN

Tiga Puluh Enam Strategi Perang  (Hanzi: 三十六计) Falsafah Tiongkok dalam berperang dari 36 startegi itu maka strategi yang kelima menyebutkan "Rampoklah Tetangga Yang Sedang Kebakaran", kalaupun kebakaran belum juga terjadi maka ciptakanlah kebakaran itu sehingga aksi perampokan dilaksanakan, demikian falasafah Tiongkok itu dituangkan dalam alur cerita yang menarik ceritera itu bagaikan bacaan wajib bahkan falsafah ini diceriterakan dari mulut ke mulut oleh para orang tua kepada putera puterinya, bisa di baca pada Wikipedia Ensiklopedia bebas. Falsafah kuno Tiongkok mampu bertahan hingga ratusan tahun dan digambarkan baik dalam melalui cerita roman atau novel maupun kisal silat Cina yang sangat produktif itu. Novel novel China terbit bersusun susun, dan produksi filmpun berseri seri takkan habisnya.

Itulah sebabnya China atau Tiongkok itu keberadaannya sangat kokoh, China menjadi sebuah Bangsa yang memiliki kemampuan hidup dan eksis, karena mereka kekeh mempertahankan dan melaksanakan falsafah falsafah China. Falsafah China itu selevel dasn mungkin lebih tinggi kepenganutannya dari Falsafah India, tetapi kedua Negara itu adalah terteua dan terkemuka di Asia. Walaupun sebagian besar mengenalnya lewat novel dan film seri. Tetapi nampaknya pembelajaran lewat film jauh lebih efektif dan effisien, karena justeru imajinasi mereka akan lebih hidup. Seolah mereka sedang hadiri pada alur ceritera itu. Jangn heran bila anak anak mereka walaupun perantau di negeri asing nun jauh di sama, tetapi falsafah falsafah kuno Tiongkok leluhur mereka selain mereka hayati, juga mereka kagumi dan pelihara, dan buktinya adalah Negara asal mereka maju dan mampu mengusai ekonomi dan juga teknologi, dengan bermodaklan falsafah dari leluhur mereka.

Sejenak marilah kita bandingkan dengan Falsafah jawa : Digdoyo Tampo Aji, Nglurug Tampo Bolo, Menang Tampo Ngasorake. Untuk sekedar internal Indonesia memang falsafah Jawa ini cukup jitu, banyak orang Jawa yang diterima kehadorannya di seantero Nusantara. Karena mereka Digdoyo tampo aji artinya tidak boleh memamerkan kekayaan, kepintaran dan kelebihan lainnya. Nglurug Tampo Bolo atau tidak boleh pamer kekuatan (massa), dan Menang Tampo Ngasorake, tidak pernah membuat malu pecundang, atau yang dipecundangi.

Ratusan tahun terjajah akan memaksakan kita memiliki kemampuan bertahan secara baik, kita benar benar di kuasai penjajah asing, mau tidak mau kini kita harus berhadapan dengan Pemerintahan dan Rakyat China yang sejatinya mereka memang memiliki naluri menjajah. Bayangkan ada 36 item filsafat Tiuongkok yang isinya Perang dan menjajah. Sejumlah negara satu persatu bertekuk lutut kepada Pemerintahan China, mungkin yang pertama Tibet, dan mudah mudahan yang terakhir Angola yang konon terpaksa menggunakan Uang Yoan di negeri mereka sendiri. Kalaupun Indonesia konon akan menjadi sasaran untuk dikuasai China, mudah mudahan Rakyat Indonesia memiliki ketahanan yang kokoh. Kita gunakan falsafah Jawa dan juga falsafah daerah lainnya, yang bisa lebih tegas. Apalagi mengingat tidak gampang orang akan menguasai rakyat Jawa demikian pendapat Cak Nun (Ainun Najib) dalam ceramahnya dibeberapa tempat.

Sebetulnya masing masing daerah memiliki falsafah sendiri sendiri, yang itu semua dimunculkan pada saat mengkampanyekan Pariwisata dan ekonomi kreatif kemudian. Pada saat mengkampanyekan Pariwisata dahulu selain menciptakan jargon juga mengutip falsafah daerah, yang diharapkan dipahami sebagai kearifan lokal, sayang jargon dan kearifal lokal itu tak disosialisasikan dan bahkan nyaris dianggap kata asing, artinya tak dipahami maknanya.

Membiarkan masyarakat tak memahami makna jargon dan kalimat pada kearifan lokal itu adalah suatu kekeliruan besar, yang sangat sulit kita pahami. Belakangan kita semua ketahui jargon budaya dan kearifan lokal itu kini hanyut dibawa oleh derasnya arus globalisasi yang memang menginginkan bahwa masyarakat dunia adalah suatu masyarakat yang satu. Dan ini diperjuangkan oleh budaya Baraty sambil memasarkan faham skularisme dan liberalisme, sementara Cina dipihak lain memperkuat diri dengan kearifan lokal yang mereka miliki dengan kesiapan bersaing, baik secara ekonomi maupun teknologi produksi maupun teknologi alat perang sekaligus. Kini mereka tampil
manis dipermukaan, kendapun sejatinya juga sedang perang dingin, dengan masing masing Barat dalam cover Yahudi (Israel) dan Chin dengan cover komunis. Mari kita simak peperangan ini dengan segala kewaspadaan serta memperkokoh kebudayaan sebagai modal dasar pertahanan kita sebagai Bangsa yang bermartabat.



DARI DRAMA RATNA HINGGA DAGELAN HUKUM.



UJUNG UJUNGNYA masyarakat merasa jengkel sejengkel jengkelnya terhadap perdebatan para politisi karena perkembangan perdebatan berkembang menjadi ajang asal bicara berdasarkan rasa kebencian semata dan meninggal dasar hukum, termasuk mereka yang merasa paham hukum bahkan berprofesi sebagai lowyer. Katakanlah apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet adalah sebuah derama, kepura puraan yang bisa berlangsung berhari hari sampai pada saatnya Dia langsung mengakuinya sebagai kebohongan besar, dan berhasil menipu sejumlah tokoh yang sangat dikenal orang, yaitu Prbowo Subianto, M. Amin Rais dan sejumlah orang lainnya yang dikenal sebagai kelompok Prabowo dalam pencapresan dirinya.

Sebelum Ratna mengakui kebohongannya nampaknya kelompok Prabowo akan serius meminta keadilan kepada Kepolisian sehingga kisah penganiaan ini jangan terjadi lagi, sebagaimana kita ketahui ada sejumlah orang mengalami penaniaan baru baru ini sampai kepada persekusi terhadap sejumlah tokoh, tentu sekalipun kelompok pendukung Jokowi tak disebut sebut, tetapi mereka merasa tudingan diarahkan kepada kelompok itu karena Jokowi adalah petahana, yang pada saat ini adalah pemangku kekuasaan yang bertanggungjawab terhadap semua yang terjadi di negeri ini.

Begitu Ratna mengakui kebohongannya, tudingan lebih deras bahkan jauh lebih nyinyir. Dan tidak tanggung tanggung belasan orang langsung dilaporkan ke Polisi dengan tuduhan menyebar berita hoax. Diyakini ada kospirasi besar merancang sandiwara Ratna Sarumpaet sebagai pemain utamanya, dengan mengaku ngaku telah dianiaya orang tak dikenal sehingga disekitar wajahnya lebam lebam, bahkan mengaku tubuhnya diinjak oleh laki laki besar.

Lebih seru lagi ternyata Polisi telah memanggil Amien Rais sebagai saksi dengan surat tertanggal 2 Oktober 2018, Bahkan suratnya diketik tanggal 1 Oktober, sementara Ratna baru ditangkap dan dimintai keterangan konon pada tanggal; 4 Oktober 2018, terkait pengakuan akan kebohongannya yang juga tanggal 2 Oktober 2018.  Artinya Amien Rais telah dipanggil sebagai saksi sebelum tersangka diperiksa. Kerja polisipun segera mendapat acungan jempol, apalagi ada sejumlah kasus nampaknya terbengkalai oleh Polisi, sebut saja kasus penganiaan yang dialami Novel Bastian.  Secara hukum banyak pihak yang berpendapat hal itu biasa saja,  bahkan polisi bisa bekerja lebih cepat lagi, karena Polisi bisa memiliki. Tetapi tidak bagi kubu Amin Rais. Mereka merasa ini seperti akan ada upaya penggiringan sehingga kedatangan Amien Rais dikawal sejumlah anggota alumni 212  dan dikabarkan ada dua ratusan Pengacara siap membela Amin Rais. Bahkan Amien Rais datang dengan sebuah pernyataan usul agar Presiden mencopot Kapolri dengan data alasan yang masih disimpan Amien Rais. Apakah ini sebagai jawaban atas rasa terancamnya Amien Rais dalam kasus ini.

Thursday, October 4, 2018

HANYA PEMERINTAH YANG ADIL, YANG DAPAT MENYELESAIKAN PERMASALAHAN BANGSA INI.



KASUS BOHONG Ratna Sarumpaet dimanfaatkan untuk lawan politik Prabowo untuk menguliti Prabowo dengan  : Meminta KPU  membatalkan pencalonan prabowo sebagai Capres. dan dalam hal ini Prabowo tidak cukup meminta maaf, karena telah terjadi kasus kriminal, yaitu menyebarkan berita bohong. Hoax. Maka akan tammatkah  karir politik Prabowo dan bubarkah Timnya. Sedemikiankah terhadap kebohongan disekitar tokoh, lalu  bagaimana dengan  kebohongan kebohongan selama ini, haruskah dibiarkan berlalu.

Kebohongan yang dilakukan oleh salah satu Tim Prabowo tentu harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, karena tuduhan kebohongan yang dilakukan kelompok Jokowi selain dianggap terlampau banyak, dan ini issuenya justeru dilakukan atau terkait langsung oleh Jokowi sebagai pigur sentral. Tetapi apakah mampu Tim Jokowi ini memanfaatkan momen itu sebagai tangkisan bahkan balasan yang setimpal.

Uraian tersebut diatas tentu disusun berdasarkan emosi kedua kubu, sejak Pilpres 2014 masyarakat menjadi terbelah dua, karena memang pasangan calon terdiri dari dua pasang, lalu apakah setelah Pilpres 2019 ini juga hanya terdapat dua pasangan calon, maka kita akan meneruskan keterbelahan masyarakat sehingga menjadi semakin parah, atau kita akan menjadi Bangsa yang dewasa, dengan sejumlah indikator yang dirasakan kebenarannya bersama.

Jujur kita belum dewasa cara berbangsa dan bernegara, indikator yang paling parah adalah ketidaknetralan Pemerinrtah hampir dalam semua hal.  Mungkin dibutuhkan adanya regulasi yang lebih ketat, sehingga Pemerinrtah terbimbing dalam upaya menegakkan kenetralannya. Ini penting karena Pemerintah yang adillah yang mampu menyelesaikan banyak persoalan terkait Pemerintahan dan Kenegaraan.

  

DESA BATULAYANG NAN INDAH ITU

Wednesday, October 3, 2018

RATNA SARUMPAET MEMBANGUN KEBOHONGANNYA



JUJUR SAYA MENGAKUI bahwa saya ini memiliki semangat poligami, setidaknya isteri saya ada dua, sayang saya kurang memenuhi persyaratan sehingga tak seorangpun wanita mau saya madu, walaupun demikian saya tetap laki laki. Berdasarkan info antar sesama laki laki bahwa kalo mau aman memadu isteri harus pandai berbohong dan mengarang cerita, walaupun berbohong itu tak dibenarkan oleh agama, tetapi berbohong bagi laki laki yang tak adil dalam berpoligami adalah satu keharusan, kepoligamiannya seorang laki laki yang tak adil adalah membangun keluarga diatas fondasi kebohongan, alasannya demi ketenteraman keluarganya.

Banyak pejabat dan politisi yang memiliki masa lalu yang kelam, belakangan harus membayar mahal dan dijadikan ATM oleh  pihak pihak yang kebetulan mengetahui kasus kasus memalukan yang selama ini disimpannya rapat rapat. Tidak jarang orang yang memerasnya memberikan bantuan untuk menceriterakan cerita ceritera bohong demi untuk menjaga gengsinya, padahal tidak jarang justeru ceritera bohong itu adalah dalam rangka menyandaera yang bersangkutan untuk membuat kebohongan yang berikutnya, karena manakala kebohongan berikut bila tak dilakukannya, maka kebohongan sebelumnya akan terbongkar juga sebagai kebohongan yang lebioh memalukan.

Ratna Sarumpaet telah mengakui bahwa dia telah membangun citra dirinya dengan kebohongan, dan biasanya kebohongan yang pertama mengharuskan seseorang melakukan kebohongan yang kedua deikian setereusnya. Bahwa kebohongan demi pencitraan memang harus ditutupi dengan kebohongan kebohongan yang lebih parah, jika kebohongannya yang lebih awal  tak ingin dianggap orang telah berbohong. Biasanya seorang pejabat atau politisi atau siapapun yang ingin dicintai publik, manakala telah membangun citra dirinya di atas kebohonmgan, maka dia memang harus berkubang dalam lembah kebohongan itu.

Sekedar ceritera ringan, ini saya dapatkan dari kiriman teman di Grup WA. Seorang politisi mendapat sebuah SMS meminta dikirimi sejumlah uang ke rekeningnya, sbuah nomor rekening tertera juga dalam SMS berikut nama seorang wanita yang tak dikenalnya. Ada sebuah ancaman dari SMS itu, bila dalam tempo dua hari uang tak dikirim, maka akan dilaporkan ke atasan politisi, media massa dan lain lain bahwa kita pernah tidur berdua.

Kontan politisi menyumpah serapah serta memaki maki sejumlah nama perempuan, namun demikian, demi kebersihan nama yang dibanggakannya itu uangpun dikirimnya juga. Tak berapa lama SMS kembali berbunyi menyatakan uang telah diterima, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada politisi yang baik hati katanya. Sang politisipun penasaran, Lalu Ia membalas SMS itu dengan keras. Eamang kamu siapa setan ... ? Lalu di jawab ...1 Lho masa kamu lupa, kita kan pernah satu pesawat ketika akan pulang ke Jakarta .. pesaweat di diley ... kita menunggu di ruang tunggu, Abang tertidur ... dan akupun tertidur juga .... Tak perlu ceritera ini kuteruskan, karena anda semua tahu endingnya.

Demikian banyaknya orang pintar yang nampak bodoh, orang baik yang nampak culas ... dan banyak lagi lainnya, manakala seseorang telah melakukan kesalahan dan menyembunyikan kebusukannya. Tidak jarang orang orang yang telah melakukan kesalahan besar, sering dijadikan ATM dengan ancaman membongkar kebusukannya. Sehingga hidupnya dibangun diatas fondasi kebohongan, dan terpaksa kebohongan demi kebohongan dibangunnya. Ratna Sarumpaet telah membangun kebohongan itu,   titik.


DEBAT DENGAN ROCKY GERUNG, UNTUK KECERDASAN BANDSA




KEMUNCULAN ROCKY GERUNG DI ILC bagi saya membawa secercah harapan untuk kecerdasan bangsa, selama ini forum ILC nyaris dikuasai para politisi, padahal kita semua tahu bahwa kerusakan dahsyat telah diciptakan sekelompok orang yang duduk dikursi legislatif itu baik keterlibatan mereka secara massal dalam kasus korupsi dan sejumlah produk yang mereka keluarkan utamanya secara demonstatis mereka telah berhasil mengamandemen Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Di mana hasil amandemen itu mengakibatkan konstitusi kita semakin mengalami kekeringan jiwa Pancasila, digantikan dengan pemikiran HAM (Hak Azazi Manusia) dan pemikiran Liberal lainnya. Pemikiran Barat dengan demikian bebasnya merasuk ke anak bangsa, sehingga generasi muda mulai kehilangan identitas. Sedikit demi sedikit Rocky Gerung melalui ILC berhasil menguliti "kedunguan"  para politisi.

Mungkin kasus yang paling anyar adalah pelurusan kata "Fiksi" karena diotak para politisi kata fiksi itu berarti fiktif atau mengada ada. Nyaris Prabowo keterusan jadi bulan bulanan bagi para politisi senayan itu karena Prabowo pidato merujuk kepada Novel Fiksi yang berjudul  Ghost Fleet. Di luar dugaan para politisi sebelumnya bahwa Gerung memberikan pelajaran berharga bagi para plitisi bahwa karangan Fiksi sangat dibutuhkan bagi pembaca agar pembaca memiliki kemampuan membangun imajinasi,  orang orang cerdas yang bertebaran di muka bumi ini adalah terbentuk dari dorongan kemampuannya membangun imajikasi. Mengartikan fiksi sebagai fiktif adalah kekeliruan yang paling parah di mata Gerung, dan itu yang terjadi melanda para politisi yang memang sulit berkembang itu.

Presiden Jokowi tak lepas dari kritikan Gerung. Walupun sesungguhnya yang harus duluan dikritik habis habisan adalah pembantu pembantu di sekitar Presiden jokowi yang lebih mengutamakan pencitraan ketimbang bertindak cerdas. Pertanyaan ringan Jokowi kepada anak anak sekolah dan kalangan muda lainnya yang tak lebih dari nama nama ikan. Di mata Gerung multiple Choise ala Jokowi sangat tidak mencerdaskan. Seharusnya Jokowi menghentikan ini ketika muncul anak yang mengalami salah sebut yang memalukan. Seharusnya pertanyaan dari Presiden  harus mencerdaskan bangsa, bukan menggambarkan Jokowi mampu berkomunikasi dengan anak anak dan dewasa kelas bawah barangkali itu yang dimaksud dengan kritik Gerung.

Kita berharap ILC mampu mencarikan lawan diskusi Gerung secara seimbang agar mencerdaskan bangsa, jangan menampilkan politisi di bawah rata rata, karena hanya akan memunculkan adegan lucu lucu saja, yang dipertemukan adalah kecerdasan dan kritis, bukan hanya betah bicara lama lama, tak perlu bermalam malam hingga menjelang pagi bila sekedar mengumpulkan orang orang yang masih baru belajar bicara, carilah lawan seimbang bagi Gerung untuk kecerdasan bangsa.

Monday, October 1, 2018

BANGUN BANGSA DENGAN PANCASILA



HABIB RIZIQ bila ngeledek pejabat akan sulit bagi kita menahan tawa, ualama ulama di Indonesia ini 30 Juz Al-Quran dihapalnya, Ribuan haddits dihapalnya di luar kepala, lha para pejabat kita Pancasila yang hanya lima butir saja pada gak hapal, lalau bagaimana cara mereka mengimplementasikannya. Demikian jawaban Habib Riziq setelah para pejabat seperti dikomando berteriak Saya .... (menyebut nama masing masing)  .... ditutup dengan pernyataan "Saya Pancasila". teriakan lantang para pejabat seperti itu tak lama kemudian menghilang setelah dikritik seorang Permadi. Yah ... memang Pancasila dibangun bukan dengan teriak teriak saya Pancasila.

Kematangan pemahaman tentang Pancasila nampaknya bakal at6ak akan melebihi Habib Riziq, jika berkenan menyimak ceramah Habib Riziq tentang Pancasila, jujur ..., kita akan kesulitan mencari bandingannya baik dari pejabat ekskutif maupun legislatif. Mengapa Habib Riziq demikian pemahaman matangnya tentang Pancasila. Dikatakan bahwa ini juga hasil studi secara mandiri. Konon bila ada yang sempat masuk ke ruang kerja Habib Riziq maka akan terperangah melihat  demikian banyaknya bukku tentang tokoh Indonesia, dan tentang Pancasila.

Thesis S 3 Habib Rizik tentang Pancasila adalah merupakan langkah yang sangat  tepat dilakukan oleh Habib Riziq untuk membuktikan kepada banyak orang bahwa seorang ulama Islam, itu tidak main main berbicara tentang Pancasila, seorang ulama bukanlah sekaliber dengan para pejabat yang tak hapal denga lima butir Pancasila. Tetapi seorang ulama mampu mengurai Pancasila, baik secara sistematika maupun historisnya. Sekali lagi Pancasila itu tidak bisa ditegakkan dengan cara berteriak teriak bahwa saya Pancasila, tetapi betul betul memahami Pancasila baik secara sistematika dan hystorisnya, sehingga seorang ulama selain hapal dan paham al-Quran dan ribuan haddits juga sangat memahami apa itu falsafah Pancasila.

Pancasila itu semakin lama akan semakin kabur di mata generasi muda karena memang ada pihak pihak yang berupaya melupakan baik hiystoris maupun sistematikanya dengan cara melakukan berbagai perubahan baik kurikulum maupun  silabi pada pendidikan formal. Dan sekarang telah terasa hasilnya, yaitu kedangkalan pemahaman terhadap Pamcasila itu sendiri. Study Pancasila tak terlepas dari sistematika dan hystorinya. Sistematika dan hystori Pancasila bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Dan bagaimana mungkin mereka akan paham Pancasila bila sejarah kenegaraan yang demikian penting hanya mereka akui dimulai tanggal 2 Oktober 1965, serta menidakkan pristiwa penting lainnya yang terjadi sebelumnya.

Langkah yang diambil oleh Habib Rizik memilih thema Pancasiula sebagai Disertasinya adalah penting, dan nantinya buka tidak mungkin bahwa para ulamalah nantinya yang akan memiliki kemampuan menguraikan prihal falsafah kenegaraan Pancasila karena dalam waktu bersamaan ada pihak lain yang berusaha mengaburkan sejarah dan memutarbalikkan fakta sejarah, demi mission yang menguntungkan mereka. Langkah Habib Rizik perlu kita tiru demi komitmen membangun Bangsa dengan Pancasila.