Thursday, July 20, 2023

BACALAH INI DENGAN SEMANGAT PERSATUAN.

'

 KEHIDUPAN KEPENSIUNAN BELUM MENYENANGKAN. 

SEORANG SAHABAT berkata kepada, semula saya anggap candaan biasa, tetpi lama kelamaan justeru saya anggap ini serius.  Yang dikatakan oleh kawan yadi: Kalo kita mau tenang hidup Pensiun Puas Puas dulu Koruipsi Banyak Banyak dengan catatan tiodak menharuskan mampir di meja pengadilan. Karena jika jumpa meja Pengadilan maka itu semua bisa terancam sia sia. Jelas ini pernyataan yang tidak benar. Dan kita membutuhkan sesuatu yang benar itu bisa menyentuh para pensiunan sehingga tak terjadi . kesalahan yang akan membuat kita hidup lebih merana.  

Sayang sekali PWRI  yang kita kelola selama ini dan kita garapkan dapat banyak memberikan tuntunan
kepada kita semua, tetapi ternyata PWRI sedamh  sedang menghadapi persoalan yang bertumpuk tumpuk, yang sejak semula tak mampu diselesaikan dengan cepat dan tepat waktu. 

Untuk itu kita berharap melalui MUNAS PWRI  kita akan menemukan jalan keluarnya.  Tetapi bukan jalan keluar yang kita dapat tetapi persoalan  internal justeru semakin ribet. Mereka yang disiapkan oleh PWRI membahasnya pada saat Pra MUINAS,  alhamdulillah walaupun Pramunas  yang diselenggarakan dalam bayang bayang ancaman Covid Sehingga  Beberepa orang Pimp[inan Sidang dalam Munas itu tampil mendominasi kepemimpinannya, sehingga ada Pimpinan Sidang lainnya yang yang tidak dipoungsikan, tak lain untuk menghindari membicarakan materi tertentu, dan menomjolkan materi yang lain. 

Akibatnya dalam kata Akhit Peserta sidang ada yang menyatakan menolak Semua Hasil Sidang ..., teriakan penolakan itu ditiorukan  sepuluhan lebih Pimpinan Utusan dan lalu dalam hampir bersamaan  juga kelompok lainnya meneriakkan penolakan itu. Tetapi tetap saja Sidang ditutup dengan slah satu hasilnya adalah Memilih sejumlah Orang Sebagai Anggota  yang dipimpoin oleh Ketua Formatur.  Yang diberikan Waktuy beberapa hari untuk menyempurnakan Kepenurusannya dengan ternemtuknuya Struktur Pengurus Lengkap. 

Sayang hasil Formatur ini tak bisa bekerja lama, karena setelah mengetahui banyaknya persoalan justeru Ketua Formatur mundur.  Lalu dipaksakan  kembali memilih Ketua Formatur yang Baru .... tetapi sayang sekali Formatir baru inipun tidak berumur lama. Sayang kabar ini tidak disebarkan melalui prosedur keorganisasin secara baik sehingga, bisa jadi sebenarnya ada yang ditutup tutupi, dan ada juga yang bisa saja ditambah tambah. 

Sebelumnya perlu saya sampaikan tulisa pendek ini bukan untuk menjawab gagasan dari kawan saya dui atas tadi. Tetapi justeru yang saya rasa perlu juga untuk disampaikan  bahwa untuk memperbaiki nasib pensiunan, maka sebainya bahwa generasi sebelum pensiun memang harus juga sudah berada pada kondisi yang baik, dan Negara ini dipimpin oleh orang yang baik baik saja. Presiden Presiden kita diantaranya  berakhir secara kurang happy merekapun pasti dalam pensiun mereka juga kurang Happy, walaupun kita tak boleh menutup mata adanya sejumlah kebaikan dan keteladanan pada mereka itu. 

Apa yang terjadi sekarang, adalah akibat dari apa yang terjadi sebelumnya, sekarang di Lampung Sudah Mengukuhkan Personalia Ikatan Pensiunan Prov Lampuyng. Artinya jika tidak kita rawat bersama sama , maka langkah Organisasi Baru ini tidak lah akan berlangsung dengan mudah dan Lancar. Tetapi harus saya jelaskan bahwa sebagai pensiunan  tak akan mampu mencapai kebahagiaan bila pada masa aktip dahulu kita tidak berada dalam kondisi yang baik dipimpin oleh pemimpin pemimpin yang baik pula. Artinya saya berkeyakinan bahwa jika seandainya terjadi dua lisme dalam tubuh kepensiunan maka yang mempercepatnya adalah menyatukan kembali dua kelompok ini. Karena kelomok ini nantinya akan terlayani oleh peraturan dan kesepakatan kesepakatan yang ama.   

MungkSemoga kita bisa menemukan jalan yang terbaik. 

Wallohu a'lam bisowab.

Wednesday, July 19, 2023

EGHAM KU DI LAMPUNG GROUP KOOR PENSIUNAN LAMPUNG


ALHAMDULILLAH  akhitnya  pada tanggal 17 Juli 2023  Pengukuhan pihak yng bertekad  mengembngkan  sikap sikap kepensiunan  agar tetap positip selagi hayat dikandung badan.  Semula hal ini jelas tiodak akan menarik  karena ini bukan maslah Partai yang  erat kaitannya  dengan kekuasaan dan Keuangan L,  tetapi belakangan itu justeru yang membuat saya tertarik, namun demikian saya berjanji dalam  hati tak ingin menseriusinya, selainkan sekedarnya saja katrnma keterbatasan saya.. dan tentu dalam keterbatasan ini berarti juga tak terlalu banyak mrmbrtikan pemasukan yang berarti. Namun demikian saya masih berharap ada sesuatu yang pelajaran berharga yang dapat kita ambil bersama ini. 

Seperti kata Pak Umar, Pensiunan Pemda Kota Bandar Lampung, beliau mengatakan sebenrnya apa sih yang bisa diperebutkan dalam dalam kasus ini. Apakah ada suatu kekayaan yang luar biasa yang bisa kita bagi bagi, atau karena kekayaan luar biasa itu maka kita harus menjaga dan mempertahankannya agar jangan jatih ke tangan orang yang tidak berhak atau dimanfaatkan atau direbut  secara tidak benar untuk kepentingan pribadi dan lain sebagainya. 

Seingga terkait masalah ini saya tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Bpk. Anshori Djausal  selaku pensiunan Guru Besar di UNILA, beliau mengatakan perbedaan di PWRI ini sebenarnya adalah masalah kecil saja, sehingga beliau  berharap jangan sampai maslah ini dibesr besarkan dan dalam waktu bersamaan dipoeruncing.  

Seorang anggota PWRI juga mengatakan tak habis fikir mengapa Pengurus PWRI Pusat yang dipercayai memimpin Musyawaran Nasional kok tega teganya berbuat culas dalam memimpin sidang, tetapi beliau  berusaha untuk berbaik sangka. Belioau mengatakan mungkin  pada saat diselenggrknnya Munas PWRI itu ternyata dana Munas sangat Minus, sehingga untuk mengirit pembiayaan,rapat dijadikan menjadi terburu buru sehingga secepat mungkin Munas harus segera berakhir. Beberapa agenda tak jadi dilaksanakan, bahkan Materi yang disusun bersama dalam acara Pra MUNAS tiodak jadi dibahas, dan bahkan ada setidak Seorang yang  ditunjuk sebagai anggota Tim Pimpinan Sidan tak dipersilakan untuk bergantian memimpin sidang. Dan memang katanya secara sangat menonjol ada diantara Pimpina Sidang yang memng berusaha menguasai Palu didang itu/ 

Tetapi dugaan karena  ketiadaan dana itu terbantahkan oleh Keputusan Panitia yang emula membatasi pesertya dengan cara utusan Kabupaten hanya dierbolehkan mengirim Surat Juasa dalam mengikuti Munas dan meeakilkan kepada Utusn Provinsi masinmg masing. Tetapi dua hari menjelang pelaksanaan Panitia mengeluarkan Surat oembatalan, bahwa Utusn Kabupaten tidak diperkenankan memberiukan mandat kepad Wakil Provinsi tetapi harus datang secara langsung ke reba Nubas ubtuk menggunakan Hak Bicara dan Hak Suara.  

Tidk semua Kabupaten mampu mendatangkan UItusannya dalam Munas, Kecuali Jaw Tengah, Jawa Tiaur, Jogyakarta. DKI dan Jabar sedang Provinsi. Selain ketiadaan waktu akibat akibat adanya perubahan  dadakan yang ditempuh Pengurus dan memang pada saat itu kita masih dalam ancaman Vandemi. Dan itu semua berijung di suara. 

Sangat patiut kita sesalkan  mengapa pada saat itu rangkuman hasil Pemikiran Pembaharuan PWRI yang dirumuskan padfa saat dilaksanakan PraMUNAS  justeru justeru tak mendapat kesempatan dibahas, akibat ada beberapa orang Personal Pimpinan sidang tampak berhasil memonopoli waktu sehingga ada diantara mereka yang ditunjuk sebagai Pemimpin sidang tak mendapatkan jatah untuk melaksanakan tugasnya. 

Ternyata itu menjadi malapetaka akiubat ulah pihak yang tyak ingin PWRI melakukan berbagai perubahan.  Walllohu a'lam bisowab. 



Friday, July 14, 2023

KITA HARUS BERGERAK BERSAMA MENUJU ORGANISASI PENSIUNAN MODERN

UTUK APA  MASLAH SEPERTI  INI  KOQ  DIPERUNCING


SEMULA INI TIDAK MENARIK KARENA BUKAN PARPOL,  tetapi belakangan itu justeru yang membuat saya tertarik, namun demikian saya berjanji dalam  hati tak ingin menseriusinya, selainkan sekedarnya saja katrnma keterbatasan saya.. dan tentu dalam keterbatasan ini berrti juga tak terlalu banyak mrmbrtikan pemasukan yang berarti. Namun demikian saya masih berharap ada sesuatu yang pelajaran berharga yang dapat kita ambil bersama ini. 

Seperti kata Pak Umar, Pensiunan Pemda Kota Bandar Lampung, beliau mengatakan sebenrnya apa sih yang bisa diperebutkan dalam dalam kasus ini. Apakah ada suatu kekayaan yang luar biasa yang bisa kita bagi bagi, atau karena kekayaan luar biasa itu maka kita harus menjaga dan mempertahankannya agar jangan jatih ke tangan orang yang tidak berhak atau dimanfaatkan atau direbut  secara tidak benar untuk kepentingan pribadi dan lain sebagainya. 

Seingga terkait masalah ini saya tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Bpk. Anshori Djausal  selaku pensiunan Guru Besar di UNILA, beliau mengatakan perbedaan di PWRI ini sebenarnya adalah masalah kecil saja, sehingga beliau  berharap jangan sampai maslah ini dibesr besarkan dan dalam waktu bersamaan dipoeruncing.  

Seorang anggota PWRI juga mengatakan tak habis fikir mengapa Pengurus PWRI Pusat yang dipercayai memimpin Musyawaran Nasional kok tega teganya berbuat culas dalam memimpin sidang, tetapi beliau  berusaha untuk berbaik sangka. Belioau mengatakan mungkin  pada saat diselenggrknnya Munas PWRI itu ternyata dana Munas sangat Minus, sehingga untuk mengirit pembiayaan,rapat dijadikan menjadi terburu buru sehingga secepat mungkin Munas harus segera berakhir. Beberapa agenda tak jadi dilaksanakan, bahkan Materi yang disusun bersama dalam acara Pra MUNAS tiodak jadi dibahas, dan bahkan ada setidak Seorang yang  ditunjuk sebagai anggota Tim Pimpinan Sidan tak dipersilakan untuk bergantian memimpin sidang. Dan memang katanya secara sangat menonjol ada diantara Pimpina Sidang yang memng berusaha menguasai Palu didang itu/ 

Tetapi dugaan karena  ketiadaan dana itu terbantahkan oleh Keputusan Panitia yang emula membatasi pesertya dengan cara utusan Kabupaten hanya dierbolehkan mengirim Surat Juasa dalam mengikuti Munas dan meeakilkan kepada Utusn Provinsi masinmg masing. Tetapi dua hari menjelang pelaksanaan Panitia mengeluarkan Surat oembatalan, bahwa Utusn Kabupaten tidak diperkenankan memberiukan mandat kepad Wakil Provinsi tetapi harus datang secara langsung ke reba Nubas ubtuk menggunakan Hak Bicara dan Hak Suara.  

Tidk semua Kabupaten mampu mendatangkan UItusannya dalam Munas, Kecuali Jaw Tengah, Jawa Timur, Jogyakarta. DKI dan Jabar sedang Provinsi laiinya termasuk Lampung selain ketiadaan waktu untuk Koordinasi sehingga Utusan Kabupaten dan Kotamadya  terpaksa Absen. Bayangkan terjadilah Utusan yang Njomplang. Shingga utusanpun dirasakan tidak lagi representatip.  Hal ini berakibat sangat buruk dimata Peserta  dan itu semua sangat melengkapi kekecewaan daeri peserta yang sudah bersusah payah untuk mematuhi egala aturan yang ditetapkapkan. 

Dalam hati setelah doipayakan agar teta[ bersabar, mka tetap ja hasilnya justeru wajib hukumnya menyalahkan dan menyangkan  Pengurus Pusat PWRI  yag memperaktikkan  sifat kekanakanm dlam  memimpin jalannya Musyawarah Nasional, atu mungkin mengambap adalah sesuatu yang yang tak haru diseriusi, sudah masanya untuk  bergembira dan berhaha hihi dan bersukaria tampa membutuhkan persiapan biaya. Pengurus PWRI Pusat  dan Pimpinan Sidang yang mendominasi jalannya sidang adalah merupakan pihak yang paling pantas dipersalahkan. 

Pengurus PWRI Lampung dan sekaligus mengemban amanah atas nama Pengurus PRI Kabupaten dan Kotamadya se Provinsi Lampung   Sangat kecewa sekali dengan dengan para pimpinan sidag, karena ternuyata apa yang disusun oleh Para Utuysan yang merncng Rantap Tantus  pada saat Munas ternyata tidak semua Konsep yang dibahas pada saat Pr Munas ternyata tak ditampilkan dalam bahasan sidanbg.  Pendapat para Pimpinan sidang  lebih dihargai ketimbang Hasil Pembahasn Prmunas.  Itulah ebabnya  akhirnya  konon 22 Pengurus PWRI  Masing masing Provinsi secara tegas tegas menolak  Hasil Hasil Munas. Tetapi para pimpina n Sidng yang terbelah itu sebagian Besar memilih untuk mengesahkan  walaupun degn  sedih hati, karena umumnya itu adalah Rapat Terakhgir yang mereka ikutri karena memng usia mereka suidah tak mungkin lagi bisa berpartisipsi. 

Utuisan Lampung ketika menyampaikan Laporan pertanggungjawaban merekja Kepada PWRI Lampung  direspon oleh Pebngurus Pengurus Cabang se Lampung, merekapun menyatakan tidak menerima Keputusan Munas PWRI  dan m,engamanatkan kepada Pengvurus PWRI Lampung untuk meminta kepada Pengurus Lampung tetapi merapatkan barisan bersama Provinsi Provibsi yang menolak. Tetap tetap membina  komunikasi  Dengan Pemerintah Pusat, yang memang sejak Pelksanaan Pra Munas  telah diselenggarakan Komunikasi yang positif, sehingga langkah langkah selanjutnya akan searah dengn kebanjikan Pemerintntah dalam Bidang Per Pensiunan. 

Semukla jkita berharap semua Daedrh tetap Melaksanakan Musprop, sehingga akn  tetap terjadi komunikasi  dengan Sesama Pensiunan dan dapat menemukn jalam dlm proses Pengambilan Kepuitusan dan terhindar ketidak sejalanan dengan Peraturan yang memang sedng dibahas. Pengurus PWRI Pusat terdahulu agak alpa dalam megantisipasi berbagai perubahan. Keterlambatan seperti itu memng harus dihindari, antara lain menghuimpun informasi yangng benar dri sumber yang berkompeten. 

Kita sangat menyeyanglamn adanya sikap sejumlah kawan kawan yang eperti ingin memnfaatkan  perselisihan ini sehingga menjadi kontroversi. Adalah kerubian besar, ketika PWRI Lampung dijadikan tak mampu menyelenggarakan Musprog, karena merekn yang sedang mempersiapkan persiapan peneyellenggaraan Musprof sehingga segala sesuatunya akan dijelaskan sesuai dengan Aturn Organisasui.  Hal ini duiperparah lagi dengan mereka yng ditinjuk sebagai Pengganti Penbgurus PWRI Lampung kusteru mundur teratur karena merasa tak pernah diajak bicara sebelumnya.  Walllohu a'lam bisowb.

 

 

Wednesday, July 5, 2023

ORGANISASI PEMSIUNAN "PNS" MEMASUKI ERA BARU

 

KELOMPOK PENSIUNAN ERA BARU DI LAMPUNG  SEKALIPUN AGAK TERLAMBAT DIBANDING SEBAGIAN BESAR PROVINSI YANG SUDAH LAMA BERGERAK DAPAT BERGELIAT. DILAKSANAKAN PADA HARI RABU 5 JULI 2023  DIGEDUNG PENSIUNAN PEMDA PROVINSI LAMPUNG