Friday, July 14, 2023

KITA HARUS BERGERAK BERSAMA MENUJU ORGANISASI PENSIUNAN MODERN

UTUK APA  MASLAH SEPERTI  INI  KOQ  DIPERUNCING


SEMULA INI TIDAK MENARIK KARENA BUKAN PARPOL,  tetapi belakangan itu justeru yang membuat saya tertarik, namun demikian saya berjanji dalam  hati tak ingin menseriusinya, selainkan sekedarnya saja katrnma keterbatasan saya.. dan tentu dalam keterbatasan ini berrti juga tak terlalu banyak mrmbrtikan pemasukan yang berarti. Namun demikian saya masih berharap ada sesuatu yang pelajaran berharga yang dapat kita ambil bersama ini. 

Seperti kata Pak Umar, Pensiunan Pemda Kota Bandar Lampung, beliau mengatakan sebenrnya apa sih yang bisa diperebutkan dalam dalam kasus ini. Apakah ada suatu kekayaan yang luar biasa yang bisa kita bagi bagi, atau karena kekayaan luar biasa itu maka kita harus menjaga dan mempertahankannya agar jangan jatih ke tangan orang yang tidak berhak atau dimanfaatkan atau direbut  secara tidak benar untuk kepentingan pribadi dan lain sebagainya. 

Seingga terkait masalah ini saya tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Bpk. Anshori Djausal  selaku pensiunan Guru Besar di UNILA, beliau mengatakan perbedaan di PWRI ini sebenarnya adalah masalah kecil saja, sehingga beliau  berharap jangan sampai maslah ini dibesr besarkan dan dalam waktu bersamaan dipoeruncing.  

Seorang anggota PWRI juga mengatakan tak habis fikir mengapa Pengurus PWRI Pusat yang dipercayai memimpin Musyawaran Nasional kok tega teganya berbuat culas dalam memimpin sidang, tetapi beliau  berusaha untuk berbaik sangka. Belioau mengatakan mungkin  pada saat diselenggrknnya Munas PWRI itu ternyata dana Munas sangat Minus, sehingga untuk mengirit pembiayaan,rapat dijadikan menjadi terburu buru sehingga secepat mungkin Munas harus segera berakhir. Beberapa agenda tak jadi dilaksanakan, bahkan Materi yang disusun bersama dalam acara Pra MUNAS tiodak jadi dibahas, dan bahkan ada setidak Seorang yang  ditunjuk sebagai anggota Tim Pimpinan Sidan tak dipersilakan untuk bergantian memimpin sidang. Dan memang katanya secara sangat menonjol ada diantara Pimpina Sidang yang memng berusaha menguasai Palu didang itu/ 

Tetapi dugaan karena  ketiadaan dana itu terbantahkan oleh Keputusan Panitia yang emula membatasi pesertya dengan cara utusan Kabupaten hanya dierbolehkan mengirim Surat Juasa dalam mengikuti Munas dan meeakilkan kepada Utusn Provinsi masinmg masing. Tetapi dua hari menjelang pelaksanaan Panitia mengeluarkan Surat oembatalan, bahwa Utusn Kabupaten tidak diperkenankan memberiukan mandat kepad Wakil Provinsi tetapi harus datang secara langsung ke reba Nubas ubtuk menggunakan Hak Bicara dan Hak Suara.  

Tidk semua Kabupaten mampu mendatangkan UItusannya dalam Munas, Kecuali Jaw Tengah, Jawa Timur, Jogyakarta. DKI dan Jabar sedang Provinsi laiinya termasuk Lampung selain ketiadaan waktu untuk Koordinasi sehingga Utusan Kabupaten dan Kotamadya  terpaksa Absen. Bayangkan terjadilah Utusan yang Njomplang. Shingga utusanpun dirasakan tidak lagi representatip.  Hal ini berakibat sangat buruk dimata Peserta  dan itu semua sangat melengkapi kekecewaan daeri peserta yang sudah bersusah payah untuk mematuhi egala aturan yang ditetapkapkan. 

Dalam hati setelah doipayakan agar teta[ bersabar, mka tetap ja hasilnya justeru wajib hukumnya menyalahkan dan menyangkan  Pengurus Pusat PWRI  yag memperaktikkan  sifat kekanakanm dlam  memimpin jalannya Musyawarah Nasional, atu mungkin mengambap adalah sesuatu yang yang tak haru diseriusi, sudah masanya untuk  bergembira dan berhaha hihi dan bersukaria tampa membutuhkan persiapan biaya. Pengurus PWRI Pusat  dan Pimpinan Sidang yang mendominasi jalannya sidang adalah merupakan pihak yang paling pantas dipersalahkan. 

Pengurus PWRI Lampung dan sekaligus mengemban amanah atas nama Pengurus PRI Kabupaten dan Kotamadya se Provinsi Lampung   Sangat kecewa sekali dengan dengan para pimpinan sidag, karena ternuyata apa yang disusun oleh Para Utuysan yang merncng Rantap Tantus  pada saat Munas ternyata tidak semua Konsep yang dibahas pada saat Pr Munas ternyata tak ditampilkan dalam bahasan sidanbg.  Pendapat para Pimpinan sidang  lebih dihargai ketimbang Hasil Pembahasn Prmunas.  Itulah ebabnya  akhirnya  konon 22 Pengurus PWRI  Masing masing Provinsi secara tegas tegas menolak  Hasil Hasil Munas. Tetapi para pimpina n Sidng yang terbelah itu sebagian Besar memilih untuk mengesahkan  walaupun degn  sedih hati, karena umumnya itu adalah Rapat Terakhgir yang mereka ikutri karena memng usia mereka suidah tak mungkin lagi bisa berpartisipsi. 

Utuisan Lampung ketika menyampaikan Laporan pertanggungjawaban merekja Kepada PWRI Lampung  direspon oleh Pebngurus Pengurus Cabang se Lampung, merekapun menyatakan tidak menerima Keputusan Munas PWRI  dan m,engamanatkan kepada Pengvurus PWRI Lampung untuk meminta kepada Pengurus Lampung tetapi merapatkan barisan bersama Provinsi Provibsi yang menolak. Tetap tetap membina  komunikasi  Dengan Pemerintah Pusat, yang memang sejak Pelksanaan Pra Munas  telah diselenggarakan Komunikasi yang positif, sehingga langkah langkah selanjutnya akan searah dengn kebanjikan Pemerintntah dalam Bidang Per Pensiunan. 

Semukla jkita berharap semua Daedrh tetap Melaksanakan Musprop, sehingga akn  tetap terjadi komunikasi  dengan Sesama Pensiunan dan dapat menemukn jalam dlm proses Pengambilan Kepuitusan dan terhindar ketidak sejalanan dengan Peraturan yang memang sedng dibahas. Pengurus PWRI Pusat terdahulu agak alpa dalam megantisipasi berbagai perubahan. Keterlambatan seperti itu memng harus dihindari, antara lain menghuimpun informasi yangng benar dri sumber yang berkompeten. 

Kita sangat menyeyanglamn adanya sikap sejumlah kawan kawan yang eperti ingin memnfaatkan  perselisihan ini sehingga menjadi kontroversi. Adalah kerubian besar, ketika PWRI Lampung dijadikan tak mampu menyelenggarakan Musprog, karena merekn yang sedang mempersiapkan persiapan peneyellenggaraan Musprof sehingga segala sesuatunya akan dijelaskan sesuai dengan Aturn Organisasui.  Hal ini duiperparah lagi dengan mereka yng ditinjuk sebagai Pengganti Penbgurus PWRI Lampung kusteru mundur teratur karena merasa tak pernah diajak bicara sebelumnya.  Walllohu a'lam bisowb.

 

 

No comments:

Post a Comment