Monday, December 30, 2019

JAGA JANGAN SAMPAI NU TERGADAI


AWAS REZIM SEDANG DIKUASAI PEBISNIS YANG HANYA MEMIKIR KEUNTUNGAN SEMATA.

Fachruddin.
POLITIK UANG DI ERA JOKOWI LUAR BIASA, Sejumlah BUMN kini sedang terkoreksi baik oleh para ahli dan tokoh kemasyarakatan maupun rakyat yang sudah terlanjur mendengar secara samar akan adanya dana bsar milik BUMN yang digunakan untuk mensukseskan Pipres untuk memenangkan petahana. Tentu tak banyak kita yang tahu, karena walaupoun jelas terdengar dan terasa, tetapi tak semudah itu membuktikannya, ini biasanya merupakan kerjasama sejumlah orang orang yang pakar dalam menyamarkan alat buklti. Rezim penguasa nampaknya seperti dikuasai pebisnis yang lebih memikirkan keuntungan semata.

Tetapi dalam waktu bersamaan muncul juga pembicaraan yangviral tentang kekecewaan NU yang semula dijanjiikan Menteri  keuangan untuk mendapatkan gelontoran dana sebesar 1,7 miliyar rupiah yang tak kunjung terrealisasi. Palemik ini nanti akan dasngat merugikan NU karena nantinya akan  kalah panggung dengan pihak Pemerintah, Pemerintah  



selain mmiliki dana dan staf pendukung dan yang lebih penting lagi memiliki panggung, yang memiliki daya tembus dalam menyebar hoax yang bila hal itu diarahkan ke NU maka kerugian besar ummat Islam menanti pasti. Dahulu Pemerintrah Belanda dikuasai pebisbis yang bernama Compeni, berhasil menorehkan sejarah buruk bagi Bangsa itu,  Bahkan agama yang berada disekitar rezim itu kesulitan menghapus imbas buruknya, karena Compeni beraktivitas penuh kecurangan.

Memang NU harus memiliki lembaga ekonomi sendiri yang mandiri, warga NU sangat banyak, biasakan warga NU setidaknya berbelanja di warung warung bahkan bahkan plaza dan mall milik para kader kita. Nikmat rasanya kita makan di Warteg dan Pecel Lele, kedai kopi sampai ke Rumah Makan Padang milik para kader kita NU dan lembaga Islam lainnya. Kita juga dukung bila 212 telah membuat mini market, kita arahkan ummat berbelanja, sejalan dengan pembinaan akan mereka mampu memberikan pelayanan yang semakin meningkat. Kita jangan terpecahbelah, karena akan dengan mudah luar Islam akan memporakporandakan kita.

Kita merasa sedih akan tersebarnya berita bahwa ada pihak yang mengatakan bahwa ada pihak yang dijanjikan bantuan dana kepada Pimpinan Organisasi yang diminta untuk menggagalkan Reuni 212, Said Didu konon  menceritakan itu dan di lain pihak Rizal Ramli menyesalkan NU dipimpin oleh tokoh yang fragmatis.

Kita berharap kedepan pimpinan NU mampu membenah diri, hindariu sikap sikap fragmatis dalam memimpin, apalagi diseberang sana terhadap pihak orang orang yang berkuasa dan sekaligus tumpukan uang yang tak terbilang banyaknya, mereka terbiasa menjanjikan uang kepada siapapun yang berkenan membantu kepentingan mereka, mereka itu bersedia mengeluarkan dana yang besar untuk orang orang yang bisa membantu mereka menghancurkan Islam.

Para pemimpin itu selayaknya membimbing ummat untuk segera terlepas dari hutang, karena mereka yang berhutang selain sengsara, mereka juga akan kehiolangan kebebasan. Apalagi bila para pemimpin yang berhutang, waaupun bukan hutang uang, para pemimpin yang berhutang janjipun akan mengalami kesengsaraan dan kehinaan, serta kehilangan kebebasan.

Monday, December 23, 2019

AKAL SEHAT VERSUS AKAL BULUS

DENGAN AKAL SEHATNYA GERUNG BISA DITERIMA BANYAK PIHAK.    

FACHRUDDIN.
DENGAN RESIKO BERSEBERANGAN DENGAN ISTANA, Rocky Gerung dibawah kirbaran akal sehatnya  mengambil resiko berseberangan demgan kekuasaan dan istana. Sementara tak terjitung jumlah ilmuan dan politisi yang kritis itu bertekuk lutut tak berdaya dan menghamba pada istana, walaupun jumlahnya masih jauh di bawah mereka yang memang penjilat serta sejumlah kelompok besar yang memang dikenal sebagai sebagai penjilat atau setidaknya aliran fragmatis lainnya dalam berbagai selimut kehormatan semu lainnya.  Tetapi gerung dengan segala kepongahannya seenaknya mempermainkan mereka di panggung panggung kehormatan semisal ILC. Memang ILC tempat aku ngibul katanya, tampa segan karna Gerung merasa ia berhadapan dengan kelompok akal bulus, maka seenaknya Gerung mempermainkan mereka dengan akal sehatnya. 





Memang harus diakui bahwa demikian banyak lawan debat Gerung yang tak memahami premis premis Gerung dalam mencapai konklusi, sehingga lawan bicara keluar konteks pembicaraan akibat kurang memahami premis Gerung dan lunya lagi banyak juga yang mereka terdorong memaki maki apa yang selama ini menjadi dasar pemiukiran dalam melawan Gerung. Dan inilah yang dimaksud dengan dungu oleh Roacki Gerung, yaitui mereka yang salah memahamiu premis, sehingga konklusinya ngawur, selain ada juga yang mengambil jalan pintas yaitu mempolisikan Rocki Gerung sebagai jawaban diskusinya.dan kepolisian diharapkan sebagai corong kebenarannya, dan kita semua tahu bahwa diskusi semacam pasti tidak sehat.

Friday, December 13, 2019

MAWAR BERDURI

LAGU MAWAR BERDURI ini adalah merupakan lagu yang begitu dikenal langsung merasa sangat mengena baik irama maupun liriknya, karena sangat mewakili perasaan saya sebagai pencinta yang terpendam, alias cinta monyet. Pada saat itu memang dirasakan adanya semangat ciunta yang menggebu gebu, namun sejauh itu tak kunjung cinta diucapkan, sehingga cinta yang sejatinya terpupuk subur hanya disalurkan dengan mencuri pandang saja. Jelas ada perasaan keinginan bisa berakrab akrab Ria, tetapi karena merasa tak memiliki kemampuan, utamanya alat dukung dalam bercinta, tak ada. Bagaimana mungkin akan berbagi uang jajan, sedang untuk sendiri saja tak mencukupi. Berangkat sekolah ataupun kuliah harus ditempuh dengan jalan kaki guna mencukup cukupkan isi kantong, agar bisa bertahan hingga mendapat jatah untukj blan berikutnya, sementara jatah itu tak selalu ajeg berdasarkan tanggalnya, jarang sekali tepat waktu, lebih sering terlambat, dan celakanya lagi apabila terlambat maka jatah berikutnya sesuai tanggal penerimaan yang alhir. Jatah semula tiap tanggal 5, jika bulan ini terlambat jadi tanggal 10, dan bulan depan maka paling cepat tanggal 10 juga.

Thursday, December 12, 2019

GELAR "GUS" BUKAN UKURAN ... ?


TIDAK GAMPANG mendapatkan titel GUS bagi seorang santri, mereka mendapatkan titel itu adalah karena memiliki hapalan yang mulai beranjak mendekati hapalan para untadz mereka. Para Ustadz memang sering berpura pura lupa dengan matan hadis ataupun firman, lalu tampil santri penghapal ini untuk melengkapiunya, santri yang demikian itu mendapatkan titel GUS, Prosesnya sangat idak mudah, itulah sebabnya tidak setiap tahun pesantren itu melahirkan Gus Baru. Bagi kita kita yang terbilang awam dan memiliki hapalan super minus ini jangan coba coba berdebat dengan para Gus, bila tak ingin dilalpnya.Banyak mereka yang lebih bangga dengan titel Gus dibanding dengan gelar S3 yang juga sudah mereka raih melalui bangku kuliah di Perguruan Tinggi, Apalagi gelar Gus memang sudah sangat akrab ditelinga ummat Islam atau mereka yang pernah tahu tentang kehidupan Pesantren. Walaupun gelar Gus tak semua pesantren menyaringnya. Pesaantren di Jawa Barat nampaknya tak mengembangkan itu. Dan memang tak semua Gus memiliki pemikiran yang bijaksana. Terlebih mereka yang ingin berfikir kritis. Cara berfikir kritis itu adalah tradisi Perguruan yang digagas Barat. Banyak para Gus itu yang memilih menjadi kelompok liberal, Islam liberal. Banyak Gus yang sulit dipahami jalan pikirannya ktika mereka akrab dengan politik.




Sikap liberalis mereka umunya membingungkan ummat tinimbang mendorong ummat mendapatkan solusi dengan cara yang mandiri.Kelompok Islam Liberal adalah sikap yang tanggung, karena tidak mungkin seseorang itu akan mampu bersikap liberal bila masih meganut agama Islam. Salah satu haruis dikorbankan, Menjadi Islam yang baik dengan pura pura liberal atau sebalilknya lebih liberal dan dalam waktu bersamaan pura pura menganut agama Islam, karena kareja keduanya tak mungkin dalam waktu bersamaan.

Di mana posisi Gur Muwafiq. hanya dia yag tahu. Tetapi yang sudah pasti beliau berhasil membuat ummat bingung. Ini terutama ketika beliau sudah menunjukkan sikap kritisnya kepada Rasulullah SAW. Alasan bersikap pertama karena selalu mendapatkan pertanyaan dari mereka yang berusia millenial. Dia banyak dipousingkan oleh pertanyaan pertanyaan millenial itu. Lalu beliau mngambil jalan pintas untuk memangkas sesuatu yang mengundang pertanyaan. Terkait dengan keintimewaan Rasulullah sebelum menjadi Rasul. Dia katakan bahwa Muhammad itu adalah anak yang biasa biasa saja. Dengan harapan para milenial berhenti bertanya.

Disaat yang lain Gus Muwafiq berhasil bersama sama hadirin mentertawakan Muhammad Rasulullah SAW  dlam usia 50 tahun menuikahi Siti Aisyah yang baru berusioa 9 tahun. Saya gak habis fikir bagaimana mungkin anak usia 9 tahun merasa hepy menikah dengan peria berusia 50 tahun. Otak saya tak mampu memahami hal ini aku Gus Muwafik, dan kalau itu sampai terjadi di sini maka dipastikan gadis itu akan bunuh diri. Demikian ungkap Gus Muwafiq yang lebih percaya kepada kemampuan otaknya, ketimbang kebenaran rekaya Allah.

Kita berterima kasih kepada Ustadz  Adi Hidayat, dia mengantongi tiga buah Ijazah S3 dan  disamping itu dua Perguruan Tinggi satu di Turki dan satu lagi  Afrika menyanpaikan undangan beliau untuk menyampaikan pidato ilmiah dan akan dianugerahi gelar kehormatan akademik sebagai Doktor Honoris Kausa. Jadi ada lima iujazah Doctor dia kantongoi, dan itu berarti Proffesor.

Maka sangat layak berdiri sebagai orang yang menasehati Gus Muwafiq, bila kita simak  youtube bagimana konten nasehat Ustad Adi Hidayat kepada Gus Muwafiq, maka akan kita komentari bahwa ternyata masih mentah dan tentu saja bukan ukuran untuk memahami kebenaran Tuhan. Bagaimana Tuhan menunjukkan kemampuan perempuan yang baik merekam, menimpan dan mengungkap sebuah kebenaran yang pernah dikatui dan pernah diterimanya,  itulah peran seorang Siti Aisyah dalam perjuangan yang diemban seorang Muhammad sebagai Rasulullah SAW.  memang pada zaman Jahiliyah (sebelum Islam) ada tradisi tokoh mengawini anak usia 6 tahun. Muhammad Rasulullah mendapatkan perintah menikahi gadis yang berusia 9 tahun, tetapi baru menggaulinya setelah mengalai haid, Sitiu Aisyah memiliki peran penting dalam terselamatkannya sejumlah kisah untuk menjadi hadis yang sahih, Itu skenario Allah yang sulit untuk dipahami Gus Muwafiq,  Wallohu a'lam bishowab.

Wednesday, December 11, 2019

SENJA DI BATAS KOTA


KETIKA LAGU INI POPULER rasanya saya masih berusia remaja, saya masih duduk di bangku SLTP atau mungkin di awal SLTA, tapi kapan persisnya lagu ini tertayang saya lupa, tetapi orang orang di usia saya akan tahu persis bahwa Erni Djoham\n selaku pelantun lagu ini pada saat itu merupakan ancaman dominasi Lilies Suryani, apalagi Erni Djohan pada saat itu terbilang belia, sehingga sangat memungkinkan dia akan merajai blantika lagu Pop Indonesia yang nampaknya mulai ramai.

Demikian sulitnya untuk mendapatkan teks lengkap lagu ini, tetapi saya mendapatkan teks lagu itu dari seorang teman yang bernama Sarjan. Dia sebenarnya adik kelas karena ayuknya yang bernama Nuiman sekelas sama saya, sedang ayuknya lagi lebih senior dari kami.



Pada era kemunculan Erni Djohan satu satunya hiburan barangkali acara siaran Pilihan pendengar dari RRI Palembang, lagu itu dikirim pemesan kepada sahabat pendengar lainnya sembari menyampaikan ucapan ucapan tertentu, setidaknya selamat mendengarkan, demikian buni pesan itu, jumlah pemesan dapat mencapai belasan bahkan dua puluh, sehingga kadang kita sabar menanti selesainya pesan pesan pendengar itu. Dengan demikian adalah jarang sekali kami akan dapat menikmati sebuah lagu, hingga giliran dipiutar kembali.

Untung saja para pedagang di Pasar Pagelaran ada juga yang membawa pemutar lagu dan alat pengeras suara sambil menjajakan dagangan mereka. Dan tak terasa lagu lagupun diputar berulangkali, pada saat itrulah kami mencuri hapal lagu lagu kesayangan kami. Tetapi karena pedagang itu kebanyakan dari asal Minang maka tentu saja Eli Kasim dan kawan kawab yang lebih sering diputar. Tetapi appun, tentu saja kami sangat menikmati. Dengar lagu lagu itu dan lagu lagu lainnya, Aku menjadi teringat dengan Desaa kelahiranku Pagelaran, yang kini merupakan wilayah dari Kabupaten Pringsewu Lampung.

ISLAM BABAK BELUR DI ERA JOKOWI,

PRESIDEN JOKOWI itu menurut sementara pengamat politik menilai Jokowi sebagai Presiden terlemah dibanding sejumlah Presiden sebelumnya termasuk Gus Dur, Megawati dan Habibi yang bekerja keliwat singkat, dan tidak kurang dari seorang Rockky Gerung secara lantang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi tak paham Pancasila. Tetapi kenyataannya Presiden Jokowi justeru unggul dua priode, terlepas dari tuduhan kecurangan yang sangat brutal. Pada era ini Islam sangat terasa terancam setidaknya ada tiga orang pejabat pada babak pertama ini menjadi pendekar pelemahan Islam mereka adalah Fachrul Rozi (Kmenag), Mahfud MD (Kemenhumkam) dan Tito Karnavian (Mendagri) tiga tikih ini menurut seorang Youtuber Yudi Pramuko Ketiga orang ini di mata Yudi Pramuko adalah bertindak sebagai tokoh yang merefresentasikan ancaman kepada Islam itu. Dengan mengutip pendapat Mahfud MD sndiri, bahwa dalam dunia politik yang benar busa jadi sakah, dan yang salah bisa jadi bnar.

Monday, December 9, 2019

AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI KESENANGAN MENGOLOK OLOK ALLAH DAN RASULNYA.


SANGAT MENGERIKAN, setelah seorang Sukmawati yang terbilang awam urusan agama melecehkan Rasulullah, dan dengan itu sebagain masyarakat menampakkan ketidaksukaan terhadap Sukmae=wati dikarenakan ada kekhawatiran pihak Non Muslim akan melancarkan penghinaan yang lebih menyakitkan. Tiba tiba seorang yang bertitel Gus yang artinya tidak awam dalam hal agama Islam juga melakukan olok olok kepada sosok yang oleh ummat Islam diyakini kesuciannya, dan ini terkait dengan pernikahan Muhammad Rasulullah dengan isterinya Siti 'Aisyah yang juga kami sanjung sanjung sejak kami masih duduk di bangku mMadrasah Iftidaiyah. Jangnkan mengolok olok Rasulullah, ada sebagian Saudara kita yang gemar mengolok olok para ulama saja, maka muncul bermunculan sejumlah kelompok orang non Muslim menjadi sangat terinspirasi dan dengan gencar melakukan penghinaan terhadap para ulama. Maka oleh karena yang melakukan olok olok ini adalah seorang Gus, yang artinya santri yang berprestasi pada saat nyantri, maka pihak Non Muslim akan terinspirasi melakukan penghginaan terhadap Rasul, din ini pasti sangat menyakitkan.



Ketika dia mengolok olok masa kecil Rasul alasannya adalah untuk memberiukan kepuasan kepada kelompok millenial yang banyak bertanya dengan kisah kalahiran Rasul yang bersinar sinar, lalu ditanyakan sinarnya seperti apa. Maka ketika beliau mengolok olok perkawinan Muhammad SAW dengan Siti Aisyah yabf trpaut usia cukup panjang. Dia beralasan bahwa otak sehatnya tak mampu memahami dan mencerna pernikahan berat sebelah itu, lalu muncul olok olok yang melahirkan tawa panjang terpingkal pingkal itu. Diujubf katanya, bila terjadi di sekitar kita, dipastikan si eanita akan bunuh diri, disambut tawa berderai derai. Sedih rasanya Rasulullah diolok olok seperti itu.

Friday, December 6, 2019

KOQ ROCKY BISA LEBIH ISLAMI ... SICH ?

SAYA MERASA HERAN Koq Rokcy Gerung memiliki kemampuan intelekuat untuk menerima kehadiran ispirasi Islam Politik, Islam Syari;ah bahkan Islam Khilafah. Sementara sejumlah tokoh politisi, dan bahkan negarawan yang saya kenal sebagai Muslim justeriu demikian antipati dan serta menunjukkan ketakutannya serta kehilangan prospek akademis untuk bisa mendengarkan uraian tentang Islam politik, syari'ah bahkan khilafah. Demikian burukkah di mata mereka Islam itu. Kalaupuin seandainya mereka itu memang bukan penganut agama Islam, maka saya akan mafhum dan ini berarti memang kahadiran Islam di Indonesia ini harus didialogkan/ Tetapi kok muncul seorang Rocky Gerung yang memiliki keluasan hati dan menyiapkan waktu untuk mencoba mengenyahkan rasa antipati yang bisa merusak tatanan akal sehat itu. Atas kemampuannya menyimak aspirasi Islam itu, Rocky Gerung nampaknya benar benar berakal sehat.



Kalaupun sebagai orang awam yang tak memili potensi akademis kecuali hanya sedikit, kitapun akan maklum manakal mereka mengekor kepada mereka yang kaya dan berkuasa, tetapi manakala mereka dikenal sebagai negarawan, dikenal sebagai politisi atau dikenal sebagai akademisi Muslim, maka silit bagi kiita yang awam ini untuk memahami bagaimana mungkin dia akan gagal paham, dan kehilangan potensi untuk memahami betapa pada kata kata jihad, kata kata syari'ah dan kata kata khilafah itu sejatinya memiliki kandungan kemulyaan, dan itu memang dibelokkan artinya bahkan dilakukan pendangkalan agar masyarakat salah paham.

Sulit diterima akal sejumlah tokoh Muslim dirasakan perlu belajar kepada Gerung untuk bisa memahami mulyanya ajaran Islam ityu. Perlukah kita belajar kepada gerung agar kita tak terjebah kepada kedunguan itu. Wallohu a'lam.

Thursday, December 5, 2019

JANGAN MALU BELAJAR KEPADA ROCKY GERUNG II.

ILMU PENGETAHUAN >< KEKUASAAN Berdasarkan perjalanan sejarah manusia, maka yang akan muncul sebegai pemenang adalah penguasa, penguasa dengabn segala perangkat kekuasaannya akan memiliki kemampuan untuk menguasai segala sesuatunya untuk mencapai kemenangan bertabding secara non akademis dalam sengeketa ilmu pengetahuan. Setidaknya Galeleo Galile harus mengakhiri hidupnya diting gantungan karena dia memiliki ketercapaian hasil penelitian dan renungan dalam upaya mencari kebenaran, yang ternyata bertentangan dengan keyakinan kebenaran milik Penguiasa. Dan tentu tak terbilang banyaknya mereka yang memiliki hasil yang beda dengan penguasa dalam masalah akademis sekalipun, akan diselesaikan melalui jelusi besi. Gerung yang nekat beseberangan dengan pendapat dan keinginan Penguasa, sekalipun dengan dalih ilmu pengetahuan, tetapi terlalu banyak pihak yang meyakini bahwa dioastikan Gerung harus menerima vonis yang menggiringnya ke balik jeruji besi. Benarkah ....?

JANGAN MALU BELAJAR KEPADA GERUNG


ROCKY GERUNG itu orang hebat, harus diakui. Walau gelar akademis hanya S1, Fakultas Budaya Jurusan Filsafat UI. Tetapi dia yang berjasa menyusun Kurikulum S3 Jurusan Filsafat di UI dan terpaksa sejumlah  mata kuliah wajib bagi S3 diajarkannya sendiri karena tak ada dosen lain yang sanggup mengampunya, Terpaksa Roky Gerung yang mengajarkannya, dan dia mengabdi pada Fakultas itu selama selas tahun, tampa mengambil serupiahpun honornya yang disediakan oleh Fakultas itu.Para Profesor di Fakultas itu sangat biasa menyapanya Pak Prof,
Ditanya kenapa Ia tak menyelesaikan Study S3 nya, apalagi ada Perguruan Tinggi di luar yang mengundangnya untuk menyelesaikan S3 nya, dan itu kebanggaan bagi PT bersangkutan manakala Rocky Gerung tercatat sebagai alumni pada Universitas tersebut. Karena mereka tahu bahwa Rocky Gerung itu sangat pantas disebut Filosof ternama abad 21 di Indonesia.Beliau mengatakan saya bukan tak mamu meraih gelar Doctor, tetapi saya memang tak mau.  Sejatinya banyak pihak yang harus belajar kepada beliau, apalagi akhir akhir ini umumnya lawan diskusi menjadi pecundang dalam berdiskusi, karena mereka rata rata kualahan untuk menghubungkan antara satu variabel dengan variabel lainnya yang dikemukakan oleh Gerung dalam berdiskusi, orang yang tidak mampu mengaitkan satu variabel dengan variabel lainnya disebut dungu, kata Gerung.




ROICKY GERUNG menjadi hebat dan tersohor adalah karena beliau memiliki kemampuan membaca cepat, sehingga banya literatur yang mampu diselesaikannya dalam membaca. sedang bagi yang memiliki kemampaun membaca cepat makadapat dipastikan akan keterbatasan jumlah literatur atau reverensi yang dibaca. Keterbatasan kita membaca reverensi dan literatur lainnya akan mengakibatkan kita mengalami keterbatasan dari demikian banyak dari variabel variabel yang bermunculan di dalam suatu diskusi atau seminat.

Keterbatasan pemahan terhadap variabel yang nubcul  dalam suatu diskusi, dan pada saat tersudut dalam berargumentasi. Sudah berjalan berapa lama ini bangsa Indonesia banyak menggunakan power kekuasaan untuk mngatsi berbagai perbedaan, lawan diskusi selama Orde lama dan Orde baru dibungkam dengan kekuasaan. Sebenarnya ada secercah harapan bagi Bangsa ini ketika kita memasuji era reformasi. Tetapi setelah mereka menghindari revolusi, nyatanya kita seperti bersepakat untuk kembali ke sistem Ortde Lama dan Orde Baru ditsandai dengan sikap otoriter para Penguasa.

Kali ini para penguasa akan diuji dengan momentum keberanian Rocky Gerung berpendapat, lalu nanti kita akan dipertontonkan bagaimana para penguasa akan bersikap, dan akan pula berarti sedang dalam posisi mana kita sebenarnya sedang berada. Kita akan kembali kepada sistem otoriter manakala kita tak mengakui kelemahan kita dan tak ingin belajar dan lebih banyak.

Monday, December 2, 2019

GUS MUWAFIQ : MASA KECIL MUHAMMAD TAK BAHAGIA ... ?

SEBAGAI SESEORANG yang sempat dididik di Madrasah yang dikelola orang NU saya akrab dengan kegiatan besar gesaran setiap peringatan Maulid Muhammad SAW, beberapa kali saya terpilih sebagai salah satu siswa yang berpidato yang kontennya riwayat maulid, pasti saja naskah pidato disusun oleh Ustad kami. Di mata kami sebagai siswa kelahiran Nabi Muhammad adalah sesuatu yang luar biasa. Cinta kami kepada beliau setiap tahun tersirami hingga subur. Jelas saja mengejutkan seseorang yang yang menyandang gelar Gus yang mengatakan tak ada sesuatu yang istimewa terkait masa kecil Nabi Muhammad, masa kecilnya sangat tak terurus, Ia diterlantarkan oleh Kakeknya sehingga tampiulan anak kecil ini tak sebagaimana anak anak kecil lainnya pada saat yang nampak segar dan manrik untuk dipandang, karena mereka masih memiliki orang tua. Aduh Gus ... kamu menghina Nabi Kami yang sejak Madrasah Ibtidaiyah kami dididik untuk mengagungkannya. Aku benci kamu Gus .... ! Kamu menhina junjungan Kami.



Namanya Gus Muwafiq, saya kurang terampil berbahasa Jawa jadi jadi tidak tercatat sebagai pendengar setia ceramah Gus yang satu ini. Tapi saya sangat gampang mengingatnya, karena Gus yang satu ini berambut gondrong ala artis jamannya Kos Plus tempo dulu. Karena saya sempat mengidolakan artis gondrong maka dengan mudah saya dapat mengingat Gus Muwafiq.Dan dia berada di deretan artis terkenal itu gondrongnya.

Sepengetahuan saya tak mudah seorang santri menyandobg gelar Gus. Gus Itu singkatan dan Den Bagus, yaitu gelar yang disematkan kepada seorang santri yang hapalan al-Quran dan hadistnya hampir menyamai kiyayi, yang mampu meluruskan ketika Sang Kiyai pura pura lupa hapalan hadist dan firmannya. Belum tentu setiap tahun akan muncul Gus yang baru. Jadi gelar itu sangat dihormati, sebagai seseorang yang pernah bergabung di Madrasah milik orang NU saya memiliki kesangghupan menyesuaikan diri dengan tradisi itu. Gus adalah orang yang layak saha hormati.

Saya masih berusaha untuk menghormati Gus Muwafiq ketika ketika acungan jempol ditujukan kepadanya dari para pendekar KPK yang kini sedang didominasi non Muslim itu. Tetapi saya kecewa dengan KPK yang serta merta melecehkan Ustadz UAS dan bahkan berencana akan mengusut kehadirannya di rumah Ibadan milik KPK. Tetapi saya sangt kecewa ketika Gus Muwafiq melecehkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW karena sejak kecil kami dididik untuk memulyakannya.

Muncul tandatanya besar atas kelakuan Gus Muwafiq, ketika iya mengidolakan para artis penyanyi era Kosplus, biarlah. Ketika KPK melecehkan UAS dan memulyakan Gus Muwafiq, saya tak menyalahkan Gus muwafiq. Tetapi ketika Gus Muwafiq mengikuti jejak Bu Sukmawaty melecehkan Nabi Muhammad, saya kecewa, saya marah, dan bahkan saya benci. Jika tidak bersikap seperti itu saya takut disekelompokkan oleh Allah di barisan Sukmawatii.

Bicara masalah hapalan hadis dan al-Quran, saya tidak ada taik taiknya dibanding Gus Muwafiq. Tetapi maaf saya memposisikan sebagai seseorang yang kecewa dan marah bahkan benci kepada Gus Muwafiq - Sukmawaty dan banyak lagi yang lainnya yang memiliki kegemaran melecehkan junjungan kami Nabi Muhammad SAW.  Wallohua'lam bishowab.