Wednesday, November 28, 2018

CARA BERDAKWAH tergantung AUDIEN



USTADZ MUWAFIQ, Alhamdulillah berhasil menyampaikan tausiyah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor, beliau berhasil membuat Preiden Jokowi tertawa dan tak nampak dahinya berkerut khawatir ditegur penceramah, karena berdasarkan youtube beliau yang beredar maka kita memahami posisinya, Seratus persen tidak ada sikap oposisi yang disampaikan secara fulgar, kalaupun ada kritik, itupun disampaikan secara tersamar sehingga tidak langsung ada pihak yang merasa dikritik

Saya teringat dengan mendiang Presiden Soeharto yang jiga konon ketdakskaannya kepada Islam melebihi ketidaksukaan bawahannya yang menjabat sebagai menhankam Jensral LB Murdani yang penganut Katholik itu, beliau yang mengatakan bahwa yang tidak suka kepada Islam itu bukan dirinya, tetapi Presiden Soeharto. Mendiang Presiden Soeharto adalah penganut Aliran kepercayaan,
Ustadz Muwafiq berhasil melaksanakan ceramahnya dihadapan Presiden jokowi yang sering diolok olok pihak Islam yang sangat kecewa dengan sikapnya mulai dari sikap terhadap ucapan Ahok, sampai dengan tetkala beliau tak mau menemui para ulama ketika mereka unju rasa serta sejumlah pristiwa yang yang menyakitkan ummat Islam antara lain perskusi penceramah sekedar misal.

Kalaupun ada kritik terhadap posisi Presiden Jokowi terkait Islam dari Ustadz Muwafoq tak akan kentara, karena beliau memahami benar bagaimana budaya Jawa. Dahulu ada kesenian pangguing yang dinamakan Mataraman, yang sedianya adalah kritik, tetapi kritik itu disampaikan dengan cara melucu. dengan harapan nantinya diharapkan yang bersangkutan akan menyadari bahwa kritikan itu ditujukan kepada dirinya. Itu manakala kritikan ditujukan kepada orang memiliki jabatan tinggi atau terhormat.

Konon dilingkungan organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul ulama (NU) tradisi lucu lucuan juga dibudayakan diinternal organisasi ini. Kritikdan teguran dan bahkan mungkin jeweran  konon disampaikan secara lucu lucuan, sehingga keakraban selalu saja terpelihara. Pernah terjadi polemik kepengurusan yang demikian tajam, lalu sepertinya ada kesepakatan jangan sampai terulang kembali. Ketika nilai nilai demokrasi akan diterapkan ditubuh NU nampaknya cara cara lucu lucuan itu kini mulai tergerus, banyak tokoh yang tak lagi terlalu mematuhi hasil pertemuan para sesepuh, jika hal tersebut tak diusung oleh muatan konstutusi yang disepakati. Mana mungkin seseorang yang telah ditetapkan secara konstitusional diminta mundur secara baik baik, karena tak demikian bunyi konstitusinya.

Namun demikian cara cara yang menjadi tradisi NU itu setidaknya pernah berhasil dalam upaya mengislamkan mendiang Presiden Soeharta, yang kata LB Murdani sangat membenci Islam itu, justeru berhasil diajak memeluk Islam secara kaffah, melalui jasa seorang Rohis TNI yang bersedia secara pelan pelan meningkatkan kepenganutannya terhadap Islam, sampai dia berkenan melaksanakan ibadah haji bersama Ibu Tien. Tentu saja tuntunan dilaksanakan dengan cara hati hati dan selembut mungkin sesuai dengan nilai nilai budaya Jawa.

Pertanyaan yang muncul sekarangm apakah dengan cara lucu lucuan itu sekarang kita berhasil menyelesaikan permasalahan masalah ?. Di tubuh NU sendiri kini bertumpuk sedemikian masalah yang tak terselesaikan, padahal  permasalahan yang ditumpuk diinternal NU itu manakala tak terselesaikan maka itu kerugian besar bagi bangsa, karena NU merupakan kekayaan yang sesungguhnya tak ternilai besarnya.

Sikap ummat Islam pada saat ini bukanlah hanya akibat dari gagalnya Ahok di Pilkada Jakarta serta  dalam rangka pemenangan Pilpres 2019, yang dari dua pristiwa ini semakin nyata bahwa sesunggunya baik Ahok maupun Jokowi hanyalah dipermukaan belaka, sedang sesungguhnya ada sesuatu dibelakang layar, itu di satu pihak, tetapi di mulai dari era Sukarno dengan Orde Lama dan Soeharto dengan Orde Baru Islam mengalami penekanan yang demikian berat dan sekarang oleh banyak pemikiran yang mengatakan bahwa penekanan terhadap Islam itu pada saat ini jauh dirasakan lebih berat dibanding masa Orde Lama dan Orde Baru. Jelas tak bisa kita selesaikan dengan cara ketawa ketiwi. tetai harus memiliki langkah yang lengkap dengan menguasai ilmu pengetahuan, ekonomi dan politik.


Tuesday, November 27, 2018

POLITIK SONTOLOYO



POLITIK SONTPLPYO, ditahun politik kali ini banyak terjadi perang kata kata    Presiden Jokowi sebagai calon petahana banyak memproduksi kata kata dan memang kata kata itu langsubng populer karena kata kata itu sudah sangat populer ditelinga para jelata. Tetapi belakangan apapun yang diucapkan para politisi sdapat mungkin dijadikan  sebagai hiburan untuk menciptakan kelucuan, hal ini karena masyaraat sudah mulai bosan dengan perang kata kata yang terakhir akhir ini  semakin dirasakan mulai tak mendidik dam kurang bermanfaat bagi perkembangan dan peningkatan martabat bangsa. Kelucuan diciptakan untuk menggambarkan praktik politik sontoloyo, karena sontoloyo itu nyatanya ada di dua kubu yang kini sengit bersaing.

Bayangkan dua pidato di atas sejatinya terjadi pada pristiwa yang berbeda, tetapi diedit dan disusun sedemikian rupa sehingga senyawa. Sebuah kontroversi antara Jokowi dan Megawati sejatinya dalam situasi normal tak mungkin terjadi. Sehingga menimbulkkan kelucuan yang tak sengaja. Tetapi setelah di renung renung lebih mendalam pengeditan semacam ini jangan sampai terjadi. Karena akan mengaburkan pesan yang sedianya disampaikan.

Mana mungkin Prssiden Jokowi sebagai petugas partai akan mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa   yang telah dipidatokan oleh Megawati sebagai Ketua Umum Partai di mana Jokowi brnaung, walaupun apa yang diucapkan oleh Jokowi tak terpungkiri memang bertentangan dengan kebijakan Megawati Ketua Partai yang menugaskan Presiden Jokowi.

Marilah ini kita jadikan pelajaran bagi semua pihak agar mendatang lebih hati hati dalam bicara agar para pimpiunan, politisi serta pendung dan juga semua masyarakat yang seyogyanya dicerdaskan tak terjebak kedalam politik    s o n t o l o y o..  

ISLAM DI INDONESIA TERANCAM PECAH

SAYA BERHARAP saya keliru dan lebay, bhwa Islam di Indonesia terancam pecah. tersebardi medsos seolah Islam berpotensi memecah belah bangsa, tapi perkembangan dari hari ke hari saya memandang justeru Islam yang terncam pecah, nampaknya momen perpecahan ini dengan memaksimalkan akses Pilpres. Tetapi saya berharap saya keliru dan perpecahan ummat Islam itu hanyalah kebodohan saya yang kurang paham politik. Barangkali tak berlebihan bila saya menilai diri saya bahwa saya tak terlalu awam dalam masalah agama. Tetapi dalam usia yang sudah menjelang 65 tahun ini dibikin bingung dan kecewa.

Kekhawatiran yang paling mengerikan yang saya alami adalah berhasil ditungganginya Islam oleh kelompok yang ingin menguasai Indonesia demi kepentingan mereka sndiri, dan lebih menghawatirkan lagi adalah manakala itu dilekukan demi negara asing. Memang harus diakui bahwa Islam di Indonesia dalam faktor ekonomi, pendidikan dan politik masih tertinggal dibanding kelompok lain. Di bumi Indonesia ini selain kelompok Islam, ada kelompok Nasionalis  Skulair, dan ada Kelompok Nasinalis Liberal. Kedua kelompok belakangan itu nampak berusaha memanfaat kekurangan ummat Islam dalam upaya mereka menguasai Indonesia.

Hingga kini, sekalipun diwarnai dengan rasa keberatan yang sangat oleh kelompok lain, tetapi masih disebut bahwa Islam adalah kelompok mayopritas. Keberatan sementara pihak akan kemayoritasan

MAAF BELUM SELSAI ..... tidur dulu lah

GURU HONORER JANGAN PERNAH PUTUS ASA


HARAPAN masyarakat kepada para guru Honorer tak lain adalah jangan putus asa dan jang tinggalkan profesi yang sangat mulya itu.  Jadilah guru yang baik dan jadilah guru yang profesional dan jangan turunkan nilai keikhlasanmu. Kalaupun Presiden tak mampu memberikan jawaban pasti yang menjanjikan, tetapi yakinlah bahwa guru sangat dibutuhkan.  Dan nantinya akan ada pengangkatan guru, karena guru yang adapun akan segera memasuki masa pensiun, sesuai dengan batasan waktu yangh telah ditentukan oleh aturan yang ada. Artinya secara ketenagaan guru honorer sangat dibutuhkan. Tetapi yang menjadi masalah adalah kita berharap tidak ada diskriminasi antara guru honorer denga guru PNS, terutama masalah masa depan mereka setelah memasuki  masa pensiun.

Usia kita ini semakin tahun semakin bertrambah jangan sampai pada saatnya nanti para pensiun ini tak dapat diangkat menjadi guru negeri lalu terhambat oleh faktor usia, karena  nantinya akan membuat patah semangat dan akhirnya sangat mempengaruhi mutu kualitas siswa, anak didik ataupun peserta didik lainnya. Olehkarenanya memang dibutuhkan regulasi yang sanggup memberikan reword dan punishment yang berkeadilan, serta memberikan jaminan kelayakan sesbagi seseorang yang telah mengabdi sebagai guru, terlepas dari guru negeri ataupun honorer, manakala Pemerintah karena ketiadaan dana lalu tak sanggup mengangkat guru baru sebagai pengganti guru pensiun atau kebutuhan.

Harus diketahui bawa hingga sekarang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan dasar belum lagi tercapai, apatah lagi kita akan mencapai standar nasional plus seperyti yang banyak digembar gemborkan oleh para pejabat baik pusat maupun daerah baik Provinsi maupun Kabupaten dan juga Kota. Jelas rakyat kecewa biola benmar Presiden tak menguasai permasalahan dunia pendidikan dam guru. Sebagai seorang Presiden memang diharapkan selain memiliki maka juga harus memahami adanya regulasi yang telah ditentukan


Namun demikian juga kita berharap para guru honorter janganlah kecewa dan putus asa, selain pelihara semangat pengabdian juga gedor terus Pemerinmtah yang berkuasa, sehingga permasalahan dunia pendidikan yang akan sangat menetukan masa depan bangsa ini benar benar singgah di pemikiran para penguasa sehingga permasalahn pendidikan dikelola secara lebih serius, SELAMAT  HARI GURU. 


PEMERINTAH YANG MEMBANGUN HOAX



KITA DIREPOTKAN menjamurnya berita bohong atau hoax tetapi tampa disadari Pemerintah bersama politisi telah berjasa membangun hoax dari waktu kewaktu, memurut pengamat politik Rocky Gerung  justeru Pemerintahlah yang terlibat dalam membangun hoax itu karemn Pemerintah tidak memberikan  buah pemikiran yang benar dan membebaskan masyarakat untuk berfikir secara kreatif  sehingga akibatnya sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan berita yang yang jelas dan sahih sehingga suburlah berita simpang siur, dan berita yang simpangsiur itu disebarkan oleh para politisi atau para pendukung Pemerintah serta pihak yang beropposisi. Sekarang ini masyarakat telah benar benar dibingungkan oleh kdua pihak itu, karenma keduanya tak segan mengeluarkan berita hoax.

Pemerintah yang memaksakan diri senbagai satu satunya sumber kebenaran, tetapi sepertinya tak memiliki kemampuan menyampaikan berita benar, bahkan nampak semakin ditunggangi oleh kelompok kelompok tertentu, dengan segala kepentingannya."Saya Jokowidodo, Saya Pancasila" kalimat ini memancing kemarahan banyak pihak. Dan memang selanjutnya banyak pihak itu yang sekarang jelas jelas dimusuhi Pemerintah, atau setidaknya oleh para pendukung Pemerintah, yang dianggap dibiarkan oleh Pemerintah. Dan Pemerintah menyusun ranking ulama, walaupun akhirnya dicabut.

Pemerintah melarang adanya pihak pihak yang mengkritik kecuali kritik itu disertai saran saran yang berdasarkan data data akurat.

Sunday, November 25, 2018

KETUA PP MUHAMMADIYAH DIPANGGIL POLISI TERKAIT UANG BANTUAN DARI MENPORA.



POLDA METRO Jaya akhirnya memanggil Ketua Pemuda Muhammadayh untuk dimintai keterangan selaku saksi dalam kasus penggunaan dana Perkemahan Pemuda Islam yang diikuti oleh Pemuda Muhammmadiyah. Kegiatan ini adalah atas inisiasi Kemenpora, dan konon ada dua organisasi Kepemudaan Islam yang diundang panitia, yaitu GP Anshor dan Pemuda Muhammmadiyah. Masing masing mendapat bantuan dana, GP Anshor mendapat 3 Milyar Rupiah dan Pemudaq Muhammmadiyah mendapat 2 Milyar Rupiah. Kagiatan itu telah dilaksanakan setahun yang lalu 2017.

Pemanggilan oleh pihak Polda konon berdasarkan laporan masyarakat dan hasil audit atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, konon pihak kepolisian membutuhkan sejumlah keterangan terkait keuangan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenpora tersebut di atas.untuk sementara status Ketua Pemuda Muhammadiyah sebagai saksi. Tetapi buasanya  telah memenuhi dua alat bukti. Belum ada kejelasan statusnya bagaimana sehingga  kasus ini sudah ditangani kepolisian.

Biasanya kasus seperti ini harus melalui audit internal terlebih dahulu, dan bila ada temuan maka harus ditindaklanjuti oleh yang persangkutan. Audit internal  adalah merupakan bagian dari pembinaan dalam penggunaan APBD dan APBN. Kita tidak tahu apakah ini sudah dilaklukan apa belum, tau tau kasus ini sudah ditangani Kepolisian, artinya pihak pengguna anggaran tak mampu menindaklanjuti.

Nampaknya kasus ini tidak lagi melalui prosedur audit internal sewajarnya, begitu ada temuan langsung dilaporkan yang berwajibn, apalagi pihak pengguna anggaran  tidak mendapatkan bimbingan secukupnya tentang bagaimana prosedur dan mekanisme pengunaan anggaran serta sistem pelaporan yang dianut. Tentunya Pemuda Muhammadiyah mendapatkan bimbingan bagaimana cara menuliskan administratsi pelaporan pengguna anggaran, sehingga wajar saja bila administrasi banyak mengalami kekeliruan.

Manakala terdapat kekeliruan administrasi atau kekeliruan penggunaan anggaran sesuai dengan mata anggarannya dapat diperbaiki sehingga penggunaan anggaran dinyatakan syah sesuai dengan hukum dan administrasinya. Manakala dilanggar maka berarti ada penggunaa anggaran yang keliru, dan pengguna anggaran dalam hal ini dapat mengembalikan  sejumlah anggaran yang tersebut untuk mengembalikannnya dan stor ke kass negara. Memang orang luar atau pihak swasta kurang terampil memenuhi dan melengkapi administrasi dalam pelaporan pengguna anggaran. Dan dipastikan banyak keliru bila pemegang anggaran tidak melakukan pembinaan dan bimbingan.

Tetapi nampaknya hal ini belum belum sudah dijadikan bocoran kepada umum, dan dalam hal ini nampaknya karena Ketua Pemuda Muhammadiyah adalah merupakan Koordinator dari Tim Juru Bicara Pemenangan salah satu calon Presiden, maka kasus ini dijadikan makanan lezat bagi kubu calon lainnya, sehingga banyak sekali kicawan di medsos serta ejekan ejekan serta hinaan  demi untuk meningkatkan elktabilitas  salah satu calon.

Seperti merasa dicurangi dan tak mau ambil resiko dengan humlah uang yang seyogyanya hanya sedikit itu  maka pihak Pemuda Muhammaduyah mengembalikan Uang bantyan yang diberikan oleh Kemnetrian Pemuda dan Olahraga sebanyaj 2 Milyar rupiah utuh. Dengan suatu pemikiran giarlah semua biaya yang dikeluarkan Pemuda Muhammadiyah ditanggung sendiri tampa sepeserpun menggunakan uang bantuan Pemerintah itu.

Yang patut kita selesaikan betapa carut marutnya cara Pemerintah bekerja, semestinya Pemerinmtah memberikan bantuan kepada Ormas juga dengan cara membimbing cara penyusunan pengelolaan administrasi laporan pertanggungjawabannya. Pemerintah seharusnya jangan mempersalahkan masyarakat manakala memang belum melakukan pembinaan dan pendampingan. Wajar pelaporan tak sempurna jika seandainya memang belum  diajarkan cara pengelolaannya. Lalu mengapa pula tak melakukan audit internal terlebih dahulu, karena audit internal adalah merupakan salah satu tahapan pembinaan. Kecuali sudah dibimbing tetapi masih juga melakukan perlawanan dan pelanggaran hukum.

Wallohia'lam bishowab.

Friday, November 23, 2018

TAKBIR JANGAN DIPERSEMPIT



TERNYATA BUKAN hanya adzan, belakangan takbirpun di protes. ketika secara politis masarakat ini akibat suasana politik menjelang Pilpres seakan ummat terbelah dua. Ada yang pro Jokowi / Makruf Amin dan ada Prabowo / Sandi. Banyak pihak yang mengira Prabowo akan berpasangan dengan seorang ulama dan Jokowi akan bergandengan dengan tokoh Nasionalis Skuler ummatpun berancang ancang akan berbelah diri. Atas klehendak Allah SWT dugaan masyarakat meleset. Prabowo tak menggandeng Ualama, justeru Jokowi yang menggandeng ulama, dengan berbagai pertimbangan politik. Tetapi Prabowo menandatangani perjanjian politik dengan ummat, itu saja bedanya. 

Saturday, November 17, 2018

SONTOLOYO, ABUJANDA DIPOLISIKAM SETELAH FITNAH


BENAR BENAR SONTOLOYO, Abujanda dipolisikan setelah membuat flog menunjukkan Bendera yang ujung ujungnya dinyatakan sebagai nemdera Tauhid yang oleh Abujanda dikatakan senagai  bendera teroris/ Abujanda dengan segala kesukacitaannya  membuat flog terkait bendera yang dikatakanya sebagai bendera terorios, Abu Janda mengatakan Habib Riziq memasang bendera teroris di rumahnya di Makkah Arab Saudi. Kata Abujanda Habib Riziq telah ditangkap polisi setempat.

Kenyataannya Habib Riziq bukan ditangkap tetapi justeru dimintai keterangan terkait laporan yang mengatakan bahwa ada teroris tinggal di sebuah rumah yang memasang bendera teroris, setelah sipemilik rumah diminta keluar dari rumahnya ternyata orang tersebut Habib Riziq. Tetapi sayang atas hasil investigasi kepolisian setempat ternyata Habib Rizik tak tahu menahu tentang pemasangan bendera itu, dan pihak Kepolisian berkesimpulan, bahwa pemasangan bendera dan laporan akan adanya teroris itu hanya dimaksud sebagai fitnah untuk Habib Riziq agar berurusan dengan yang berwaji di Pemerintah dan Kepolisian setempat.

Kepolisian setempat justeru diminta Kepolisian untuk melaporkan bahwa dirinya difitnah. Kepolisian setempat akan meneliti lebih dalam atas kasus fitnah ini, terlebih ketika Kepolisian sedang berbicara dengan Habib Riziq ternayata telah dilakukan pemotretan secara sembunyi sembunyi dan diviralkan di Indonesia. Kepolisian setempat kecewa dengan pemotretan secara diam diam itu, dan ini dianggap sebagai pelecehan bagi Arab Saudi. Dan akan diusut hingga tuntas. Dan akan menghubungi sejumlah nama yang disodorkan oleh Habib Riziq sebagai nama yang se;lama ini mematamatai Habib Riziq bahkan membuat berita bhoniongh yang diviralkan.

Thursday, November 15, 2018

PRODUKSI MOBIL POLITIK SMK

PSI AKAN TENGGELAMKAN PERDA AGAMA & SYARIAT ISLAM



SECARA GAMBLANG Partai Solidaritas Indonesia memiliki perjuangan Pokok yang salah satunya adalah untuk menenggelamkan Perda Perda Syari'ah, atau Perda yang disusub berdasarkan Agama Islam. Kini Partai ini telah tercatat sebagai Peserta Pemilu yang akan datang, dan apabila nanti muncul anggota Legislatif dari Partai ini MAKA saah satu perjuangan pokoknya adalah menguapayakan terhapusnya Perda Syari'ah. Selain akan habis habisan mengawal Jokowi dan sejumlah Pimpinan daerah, mungkin daerah yang disebut akan dibersihkan dari Perda yang berbau Syari'ah atau sejalan dengan agama Islam.

Nampaknya sosialisasi di tingkat iunternal partai ini dirasakan sudah cukup, maka sikap tersebut kini telah disuarakan secara terbuka, tentunya karena para tokoh partai ini benar benar telah siap untuk bersaikap menentang sejumlah partai yang masih memiliki komitmen keagamaan. Nampaknya Partai yang satu ini akan memberikan dukungan yang berarti terhadap segala gagasan Yahudi dan Barat, sebagai kelompok yang anti Islam.

Nampaknya sejumlah Partai akan bahu membahu memerangi politik identitas yang banyak diperjuangkan oleh partaii yangt pro Islam. Kampanye Yahudi dan Barat dengan dukungan dana besar memperjuangkan terhapusnya politik identitas. Karena politik identias akan mendatangkan perpecahan. Sementara sejumlah Partai yang pro Islam masih memiliki keyakinan bahwa Islam bukanlah ancaman bahi persatuyan dan kesatuan NKRI.

Tuesday, November 13, 2018

HABIB RIZIQ TIDAK MELAKUKAN KESLAHAN DI ARAB SAUDI, DAN TIDAK MEMBAHAYAKAN...



BARU BARU ini ada laporan dari Warganegara Indonesia di Arab Saudi bahwa ada teroris yang tinggal di Saudio Arabia dan belakang rumahnya terpasang bendera yang biasa dipakai oleh teriris, ISIS. Kepolisian Arab Saudi bersegera menuju rumah tersebut dan mengambil bendera dimaksud serta  memanggil penghuni rumah untu menjawab tiga pertanyaan. (1) Apakah anda memasang bendera hitam bertuliskan Laailaaha Illallah  (2) Apakah anda tahu siapa yang memasang bendera tersebut, (3) Bila juga tidak tahu, apakah anda tahu ada orang yang membenci dan ingin mencelekakan anda. Kira kira demikian pertanyaan
dari Kepolisian Arab Saudi. Semua pertanyaan dijawab dengan lancar. Pertanyaan 1 dan 2 di jawab tidak tahu, ertanyaan ketga dijawab dengan sedikit penjelasan.  Karena membutuhkan pendalaman atas jawaban pertanyaan ke 3 maka Habib Rizik dimintai datang ke Kantor Polisi untuk melengakapi jawaban.

Dalam waktu yang singkat sekali foto foto tentang tempat tinggal Habib Riziq viral di Indonesia dan nampak Habib Riziq sedang bicara dengan perwira Kepolisian setempat. Konon hasil investigasi tidak ada sesuatu yang mencurigakan kepada Habib dan dinyatakan bahwa Habib menjadi kurban Fitnah, dan yang dicurigai pemitnahnya adalah si pelapor. Kepolisian setempat akan mendalami itu semua.

Habir Riziq oleh Kepolisian setempat diminta menyampaikan surat aduan bahsa ada pihak yang melakukan fitnah kepada beliau dan pihak Kep[olisian Saudi berjanji akan menindaklanjutinya. Habib Riziq diminta juga untuk mencantumkan nama nama yang diduga mencoba menganggunya selama tinggal di Saudi.

Duta Besar Saudi menegaskan bahwa selama ini Habib Riziq tidak melakukan sesuatu yang dianggap keliru atau melanggar aturan di Arab Saudi, dan keberadaannya di sana tidak menjadi ancaman Bagi Saudi. Warga Indonesia sebagai Negara Sahabat bagi bagi Saudi berharap hal ini tidak akan menganggu hubungan baik antara Saudi dengan Bangsa Indonesia yang merupakan penduduk Muslim terbesar.

Semoga saja Saudi mampu bersikap adil, karena merekapun tak mempersoalkan kehadiran Bendera Tauhid, bahkan justeru mereka menangisi dibakarnya bendera Tauhid di Indonesia. Dilain pihak semoga Pemeritah kita sigap menangani kasus ini, apalagi terdapat kegiatan mata mata atau intelijen di luar BIN dan Kepolisia. Mereka tak lain dari kelompok yang disebut oleh Presiden Jokowi sebagai kelompok Sontoloyo dan Genderuwo.

Monday, November 12, 2018

SEDANG ADA MASALAH DI KEPALA YUSRI ... ?



SEBAGAI POLITISI DAN SEBAGAI LOWYER itu ternyata terlalu sulit diemban di atas Kepala Yusril untuk konsisten. inkonsistensi sikap Yusril pastinya dirasakan oleh para pendukungnya sebagai pendiri partai, keresahan dan kegelisahan diyakini tak akan dirasakan oleh oleh Yusri, tetapi akan tak tertahankan oleh para anggotanya.Telah muncul berbagai pernyataan atas kekecewaan itu ada yang bersiap meninggalkan partai yang dibentuk Yusril dan ada

yang bersiap memusuhi Yusril, tetapi mempertrahankan Partai bentukannya. Semakin dekat seseorang kepada Yusril, semakin berat beban dirasakan, semakin bersimpati seseorang kepada Yusril atas perjuangannya, semakin kecewa dengan sikap Yusrilk.

Setidaknya kita memiliki pengalaman dalam hidup ini pernah bergaul dengan orang yang mengalami  sakit jiwa ringan, seperti pemarah, pemalu, pencuriga dan lain sebagainya. Maka atas sikap pilihan orang yang sesungguhnya mengalami penyakit psikis dan lain sebagainya bisa dipastikan akan kehilangan kenyamanan, tetapi dilain pihak yang bersangkutan justeru sama sekali tak menyadari keresahan dan kegelisahan orang sekitarnya. Bila kita bergaul dengan seorang yang Pemarah, sering kemarahan itu dilakukan secara spontas saja, kita yang dimarahi tentu tak nyaman, sebaliknya bagi  sipemarah tadi hanya dalam waktu singkat melupakan kemarahannya.

Apakah Yusril itu pemarah atau mengidap penyakit psikis seperti uraian tadi, ingin saya menagskan tidak. Tidak. Tidak. Tetapi yang ingin saya katakan bahwa beban dikepala Yusril terlampau berat. Setelah beliau berhasil mempertahankan Partainya sebagai Peserta Pemilu, memang harus diakui memang membutuhkan kekuatan. Kekuatan inilah yang sangat terbatas.

Untuk membesarkan partai tidak cukup hanya dengan fanatisme belaka,  tetapi harus diakui bahwa kebutuhan dukungan finansial itu mutlak adanya. Harap maklum bila Yusril untuk mendukung perjuangannya membutuhkan kekuatan finansial yang tidak sedikit, secara pribadi Yusril memiliki pekerjaan  yaitu Lawyer, penasehat hukum, untuk itu profesi inilah yang akan mendukung kekuatan Tusril dalam berjuang,  Menurut saya berilah kesempatan Yusril memperbaiki pundi pundinya untuk bisa tampil sebagai pejuang yang tidak terlalui memiliki ketergantungan kepada orang lain.

Akan berhasilkah Yusril, wallohua'lam.

Sunday, November 11, 2018

KAMPANYE GADUH AKAN MENHASILKAN ELIT SONTOLOYO DAN GENDERUWO



MASA DEPAN Indonesia menjadi cukup gelap bilaberharap gambarannya dari apa yang dibahas dalam rangka Kampanye, kampanye itu mengajak untuk dipilih, tetapi kenyataannya justeru menimbulkan antiopati, karena sebagian besar juru bicara membicarakan hal hal yang tidak menggambarkan kecerahan masa depan, justeru lebih bangga dengan kekinian, kalaupun mau bicara masa lalu ambil saja puncak puncaknya, bukan periodenya. Selain itu nampaknya dalam dialog dialog nampak ada pihak yang ingin memborong waktu, durasi, dan tak memberikan kesempatan secara adil kepada lawan bicara. Ini sesungguhnya merampok hak pendengar, pemirsa.

Kita berharap banyak dari Bony Hargens untuk mendapatkan point point yang menarik dalah dialog sehingga orang tergoda, yang semula telah menetapkan pilihan Ke Prabowo atau masih menungu final dalam menetaspkan keputusan lalu beralih mendukung Jokowi, tetapi dengan penampilan seperti itu akan sulit bagi seseorang untuk berpindah dukungan. semoga saja masih akan mendapatkan  tambahan dukungan dari mereka yang belum menetapkan pilihannya. Kita tak mendapatkan dialog yang elok, ini memang kekeliruam besar bagi Doni dalam beberapoa kali dialog sepertinya akan menganggap lawan bicara itu tak ada, sehingga memposisikan sebagai narasuber tunggal.

Kita berharap Pilpres itu sebagai sesuatu yang mencerdaskan, sesuatu yang menggembirakan, sesuatu yang akan mengantar kepada kemajuan. Sudah terlapau lama sebagai pendukung Jokowi ini dikejutkan pristiwa demi pristiwa, ucapan demi ucapan dari Jokowi  yang berhasil menunjukkan bahwa Jokowi itu bukan lagi seperti yang mereka kenal dahulu ketika Ia memenangi Pilpres. Karena Jokowi terlau banyak disetting sebagai pencitraan, dan nampaknya bahkan dipaksa untuk berbohong, mengatakan sesuatu yang bukan sebenarnya terjadi.

Pernah pada suatu saat Jokowi mewngaku belum pernah merokok dan minum kopi sejak dahulu hingga pada saat itu, dan ini difiralkan sehingga mengundang decak kagum. Tetapi adegan berikutnya justeru menunjukkan bahwa Jokowi sesang duduk santai minum kopi bersama sejumlah tokoh elit. Terlalu banyak adegan semacam itu sehingga gelar pembual melekat pada dirinya. Mestinya hal ini segera diselamatkan. Oleh Timnya.

Saturday, November 10, 2018

GONDORUWO DI SEKITAR PRESIDEN ?




GENDERUWO itulah nama yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepada politisi yang banyak mengganggunya, Lalu apa sich gendruwo itu, ini adalah sedikit info dari hal yang memang masih sedikit dikuakkan pihak yang telah akrab dengan istilah Gendruwo.Gendruwo adalah : Figur patung Genderuwa yang diarak dalam Upacara Tradisional Bekakak di Desa Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia.

Genderuwa (dalam pengucapan Bahasa Jawa: "Genderuwo") adalah mitos Jawa tentang sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwa dikenal paling banyak dalam masyarakat di Pulau Jawa, Indonesia. Orang Sunda menyebutnya "gandaruwo" dan orang Jawa umumnya menyebutnya "gendruwo". .

Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembap sepi dan gelap. Menurut mitos, pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di daerah hutan seperti Hutan Jati Cagar Alam Danalaya, kecamatan Slogohimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo di Kulon Progo, sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.

Waktu anak anak saya pernah menonton sandiwara tentang genruwo. bahwa genruwo itu makhluk yang paling jelek, tetapi dengan kesaktiannya Ia mampu merubah diri sebagai sosok yang paling ganteng. Dalam ceritera itu dipertontonkan alkisah seorang perempuan cantik ditinggal suaminya yang ganteng sehubungan ada keperluan untuk krlusr kota dengan menginap selama tiga Tetapi karena target tak tercapai maka dengan berat hati tugas itu baru diselessaikan setelah hari kelima, dan pulangpun terlambat.

Di lain adegan isteri yang cantik itu sangat gembira menerima kedatangan suami tercinta yang pulang tepat waktu, ditinggal selama tiga hari membuat rindunya yang tertahan segera terlampiaskan, segala layanan sebagai isteri yang baik diberikan kepada suami tercinta. Rumah dibuat serapih mungkin, makananpun dihidangkan semua yang sedap sedap, jangan tanya lagi pelayanan di ruang privat, adalah sesuatu yang paling mengesankan.

Malapetaka dihari kelima sang suami datang dengan meminta maaf atas segala keterlambatannya, hingga baru pulang di hari kelima itu. Betapa terkejutnya sang isteri setelah sadar bahwa selama dua hari itu dia telah melayani segala nafsu bejat so Gondoruwo yang menyaru suami tercibta.

Itukah yang dimaksud Jokowi.
Bahwa ada politisi dedemit, yang sesungguhnya tak layak jadi politisi.
Tetapi dia menyaru menjadi politisi
Jika Presiden Jokowi benar, maka Indonesia dalam bahaya.

Dengan keahluiannya menyaru Genderuwo yang sesungguhnya bertempat di posisi pecundang dan hina maka Genderuwo bisa berada di tempat terhormat, sehingga Genderuwo bisa berada di kubu Prabowo dan sangat bisa berada di kubu Jokowi, tetapi biasanya genderuwo lebih suka menyaru di tempat yang sedang jawa, dalam ceritera rakyat genderuwo menyaru sebagai suami kaya raya dan memiliki perempuan cantik, Itu ceritera sandiwara yang perbah saya tonton sewaktu kecil dahulu.

Friday, November 9, 2018

PESAN HRS DARI ARAB SAUDI, MEREKA BAIK BAIK SAJA



HRS MENYARANKAN AGAR JANGAN MELAKUKAN KEGIATAN INTELIJEN SECARA ILLEGAL DI ARAB SAUDI.

Ternyata apa yang terjadi atas Habib Riziq Syihab di Arab Saudi tidak seperti berita yang viral di tanah air, memang Polisi Arab Saudi menemui HRS terkait dengan gambar yang dipasang di belakang rumahnya, untuk itu ada tiga pertanyaan awal dari Kepolisian setempat, pertama apakah anda tahu ada gambar di belakang rumah ada, dijawab tidak tahu, apakah anda tahu siapa yang memasang di jawab tidak tahu, Disimpulkan  bahwa Habib Riziq Bukan Pelaku, tetapi kurban fitnah.
Lalu pertanyaan ketiga, apakah anda dibenci orang atau memusuhi anda, lalu beliau memberikan keterangan panjang lebar terkait statusnya sekarang di dalam negeri hingga saat ini tetap tinggal di Arab Saudi. Sehubungan dengan hal tersebut Kepolisian Arab Saudi meminta Habib Riziq untuk membuat Pengaduan terkait dengan pristiwa ini sebagai kurban, dan laporan itu dilengkapi dengan sejumlah nama yang menurut Habib Rizik sering membuat kesulitan baginya selama di Saudi. 

Sebelumnya tersebar berita yang disebarkan oleh para sontoloyo, yaitu berita yang berlebihan tentang kejadian ini, karena Polisi Arab Saudi mendatangi kediaman Habib Riziq adalah berdasarkan laporan dari pihak yang melaporkan kepada Polisi setempat akan adanya teroris di rumkah itu, yaitu Habib Riziq Sihab. Tetapi polisi tiodak menemukan bukti kegioatan teroris, melainkan justeru kurban fitnah belaka. 

Karena ternyata hal ini ada kaitannya dengan kegiatan mata mata atau intelijen tampa sepengetahuan intelijen setempat, maka kita berharap Pemerintah segera melakukan klarifikisi secepatnya agar hubuingan Indonesia dengan Arab saudi jangan terganggu atas kekeliruan ini. 

Thursday, November 8, 2018

PERJALANAN KE KECAMATAN LALAN MUSI BANYUASIN SUMSEL.



PERJALANAN yang satu ini bisa jadi adalah perjalanan yang paling mengesamkan ketika aku bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan sebagai sebagai Konsultan Pendamping Pelaksanaan Pencapaian SPM Pendidikan Dasar. Ya ... Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin, bila kita akan ke sana maka kita harus ke Kota Palembang terlenih dahulu. Tak terlalu banyak cerita tentang Kecamatan yang satu ini. Membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam menggunakan spitbood ukuran kecil yang kami tumpangi bertuju, bersama pengemudi. Kami berangkat dari Pelabuhan PU dekat Bandara Palembang. 

Wednesday, November 7, 2018

SUJIWO TEJO versus CEBONG. DALAM SUMPAH KEAKRABAN.



ASU, budayawan Sujiwo Tejo kehilangan rasa nyamannya dalam bersahabat, karena ada berbagai ungkapan sebagai lambang keakraban dengan teman teman sebaya atau mensebayakan, sekalipun memiliki sedikit perbedaan derajat, tetapi karena ini lambang keakraban, maka ungkapan itu menjadi jamak adanya diungkap dalam situasi damn kondisi keakraban itu tadi. Dahulu pengakuan Sujiwo Tejo  dia berani mengeritik Presiden SBY, karena keyakinannya bahwa keritikan yang sudah demikian lazim diucap masyarakat pasaran tidak akan membuat SBY geram, walaupun dia Presiden, yang sering disebut orang lambang Negara.

Tetapi kini  saya tidak berani mengkritik Penguasa kata Sujiwo Tejo karena saya takut karena akan dipolisikan oleh para Cebong, beliau meunjuk seorang hadirin yang bernama Raja Juli Antoni menurut Sujiwo dialah orangnya yang sangat gencar mencari cari delik hukum sehingga seseorang bisa dipolisikan.

WARGA BOYOLALI MERASA TERHINA

Tuesday, November 6, 2018

DELIK BOYOLALI, DEMI ELEKTABILITAS



SONTOLOYO, Para politisi benar benar sedang berusaha sekuat tenaga memelihara kedunguan masyarakat agar masyarakat mampu dibesarkan emosinya sehingga masyarakat dalam waktu bersamaan tidak memiliki lagi kemampuan untuk berfikir rasional. Siapapun nantinya yang memiliki kemampuan membangkitkan rasio dan kecerdasan masyarakat, maka dia akan berhadapan dengan delik yang diupayakan untuk menghentikan langkahnya dalam berjuang demi kemajuan bangsa. Demikian kira kira gambaran yang sedang diluikiskan oleh Gerung.

Gerung semula sangat dibenci karena sering mengucapkan kata dungu, yang oleh gerung dijelaskan bahwa kata dungu diucapkan karena dia telah berhadapan dengan lawan diskusi yang tidak memiliki kemampuan menghubungkan dua dua premis  sebagai alasan menetapkan sebuah  sebuah konklusi, Sehingga sistem berfikir menjadi kacau dan lebih parah dari pada membangun logika fallasi.

Tidak mau kalah Presiden Jkowi yang juga Capores Petahana itu mengeluarkan istilah yang lebih parah lagi daripada dungu, yaitu Politisi Sontoloyo, karena kita tahu bahwa sontoloyo iti adalah seseorang yang memang tidak membutuhkan premis premis dalam menetap kongklusi, sontoloyo jauh lebih bodoh dibanding dungu. Walaupun semula belum jelas ditujukan kepada siapa sontoloyo itu, tetapi setelah banyak yang ikut ambil bagian dalam berkomentar, ternyata sontoloyo ditujukan kepada lawan politiknya. Jokowi ternyata jauh lebih cerdas menggambarkan kebodohan rakyatnya dibanding Gerung.
Sayang beliau lupa bahwa Dia seorang Presde, Yang sangat tidak pantas mengeluarkan kalimat itu.

Gerung menegaskan kedunguan dan Kesontoloyoan itu seperti memang dipelihara, karena siapapun yang kritis maka akan dicarikan delik delik hukum sebagai penjeratnya. Reaksi besar besaran dan konon digerakkan oleh Pemerintah Daerah atau setidaknya Pemerintah Daerah secara pribadi terlibat didalamnya, adalah ketika Prabowo yang tampil sebagai pesaing menggambarkan bahwa Bangsa Indinesia sedang dilanda kemiskinan, sehingga sebagian besar masyarakat tidak memiliki kemampuan mengakses berbagai kemewahan. Lalu diselipkan humor bahwa kita masih bertampang Boyolali jangan jangan diusir manakala masuk ke hotel mewah. Ini disampaikan oleh Prabowo dalam suasana yang humor.

Di luar dugaan semua pihak, nampaknya seperti ada yang sengaja menggerak kan massa memprotes pidato Prabowo sebagai kata kata serius yang sangat merontokkan martabat masyarakat Boyolali. dan martabat itu akan kembali terbangun manakala Prabowo meminta maaf serta menarik keseluruhan dari ucapannya yang terkait Boyolali. Ada pula issue yang mengatakan telah diupayakan untuk mempolisikan Prabowo dalan kasus ini bila kata maaf tak, di lain pihak kubu Prabowo menyatakan tak akan meminta maaf karena merasa tak memiliki niat sedikitpun merendahkan orang Boyolali.  Bagaimana akhirnya nanti, kita membutuhkan waktu.

Para politisi seang berusaha memanfaatkan pidato Prabowo ini untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi, upaya ini sudah berulangkali dilancarkan, mulai dari pidati masalah roman fiksi, hoax Ratna Sarupaet dan mungkin yang teraklhir adalah pidato Boyolali. Masalah Roman Fiksi diganggu oleh Gerung, kasus Sarumpaet menunggu waktu, dan terakhir pidato Boyolali, membutuhkan pembakaran emosi rakyat Boyolali, Jika  rakyat Boyolali masih mudah untuk dipicu emosinya, maka kita masih mendapatkan tontonan geratis, tetapi jika rakyat keluar dari kedunguan dan kesonotoloyoannya, maka selesai sampai di sini. Ketahuliah para politisi yang gemar berbohong sejatinya menginginkan rakyat tetap bodoh, agar gampang mengunyah pencitraan.


CARIKAN LAWAN SEBANDING BAGI ROKY GERUNG

Monday, November 5, 2018

POLITISI KITA ANTARA PEMBOHONG DAN SONTOLOYO



DUA ORANG POLITISI Top, mengungkapahwa politisi kita sekarang ini ada yang layak disebut pembohong dan ada yang layak di sebut Sontoloyo, katakanlah kedua politisi Top itu benar adanya, bukan  hoax dan terlepas dari seberapa besar jumlah politi pembohong dan seberapa besart kerusakan dari kebohongan itu bagi bangsa. Dan seberapa besar mereka yang layak disebut sontoloyo dan sebarapa besar kerusakan bagi Bangsa ini atas ke-sontoloyoan mereka. Jika tak salah tangkap kubu Prabowo yang menuduh kebohongon kepada lawan politiknya. Lalu Kubu Jokowi menuduh lawan politiknya melakukan adu domba sara, pecah belah. 

Sunday, November 4, 2018

JANGAN SAMPAI KALIMAH TAUHID ITU DILARANG.



SEBELUMNYA Banser Anshor membakar sejumlah bendera bertuliskan Laailaaha Illallaah Muhammad Rasulullah dengan tuduhan sebagai bendera HTI dan bendera itu merupakan bendera terlarang, ummat Islam di sejumlah daerah yang tersebar diberbagai Provinsi yang terdapat komunitas ummat Islam bereaksi dengan pawai membawa bendera bertuliskan Kalimah Tauhid dengan menyatakan Itu bendera Rasul bukan bendera HTI, dan HTI sendiri tak pernah menyampaikan bahwa bendera itu bendera HTI. HTI sendiri tahu bahwa bendera itu adalah bendera Rasul.  Menyusul di Solo berdiri baleho besar berisikan kalimah tauhid, Laailaaha Illallaah. Dua hari kemudian baleho itu dinyatakan hilang.  Belakangan ada pejabat yang mengatakan bendera Rasul adalah bendera anti NKRI, kita terhenyak bagaimana munghkin seorang pejabat berkata seperti itu. Posisi ummat Islam kini semakin tersudut, dan terancam perpecahan internal yang semakin parah, sebelum tulisan dan kalimah itu dihapus dari bumi Nusantara ini, bila Pemerintah bersikukuh mengatakan Bendera yang dikenal sebagai Bendera Rasul berisikan kalimah Tauhid itu itu sebagai Bendera Anti NKRI.

Hingga saat ini memang belum ada dasar hukum yang melarang Bendera bertuliskan Laailaaha Illallaah Muhammad Rasulullah itu sebagai bendera terlarang dan dikategorikan sebagai sesuatu yang terlarang dengan segala ancaman hukuman yang jelas sifatnya. Hingga saat ini baru dalam tahap pernyataan pernyataan beberapa orang pihak dan tokoh yang tak menyukainya, dan konon Baru Wiranto sebagai Menko Polhukham yang memberikan pernyataan, itupun masih samar samar akan kesahihan beritanya, walaupun sudah tersebar dan sampai ke khalayak umum.

Kalau nanti saatnya tiba keputusan itu diperjelas dengan munculnya Keputusan yang memiliki kekuatan hukum, maka berarti tergambar betapa susahnya dakwah itu akan dilaksanbakan bagi anak anak kita kelak. Bagaimana mungkin para dai akan menanamkan Kecintaan dan Kepatuhan Kepada Allah dan Muhammad seperti yang diikrarkan dalam Syahadat, sementara isi syahadat itu disepakati sebagai sesuatu yang tak boleh dizahirkan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami, yaitu gambar dan tulisan.

Ini sangat terkait dengan inti Ketauhidan yang akan ditanamkan kepada anak anak, kalimah itu merupakan inti Al-Quran. Karena inti dari al-Quran itu adalah Laailaaha Illallah, bagaimana anak anak akan menerima intinya bila justeru intinya telah ditetapkan oleh Pimpinan Bangsa sebagai sesuatu yang tak berharga dan bahkan berbahaya. Dipastikan anak anak akan mengalami gagal paham untuk menerima Allah sebagai inti keimanan.

Yah ... dahulu Pemerintah Kolonial Belanda memang pernah melarang Ummat Islam Indonesia untuk mnterjemahkan Al-Quran, alaupun mereka tak melarang anak anak belajar mengaji, Artinya silakan tulisan isi Al-Quran ditulis dan disebarkan seluas luasnya, tetapi yang harus dijaga adalah jangan sampai mereka mengerti dengan apa yang mereka baca.

Maka bila larangan bendera dan tulisan Laailaaha Illaah di negeri ini benar benar akan terjadi maka ini merupakan kebalikannnya. Kalimah Tauhid Laailaaha Illalllah akan dibebaskan untuk dibaca dan dibahas seluas luasnya, tetapi jangan sekali kali menuliskannya baik pada bendera, ataupun baleho, dan tak tertutup kemungkinan tulisan dalam bentuk foto gambar dan atau kaligrafi sekalipun akan menjadi sesuatu yang terlarang dibuat dan dipertunjukkan.

Nanti mana yang akan lebih padeh, apakah melarang pemahamannya seperti masa Pemerintah Kolonial, atau yang dilaerang tulisannya seperti yang mulai menggejala era 70-an tahun Merdeka ini, jika dahulu larangan  untuk memahaminya justeru melahirkan tak terhitung banyaknya pejuang dan syuhada, mereka meneriakkan Allahu Akbar dan sangat menghayati maknanya.  Lalu bagaimana dengan ketika yang dilarang penguasa adalah tulisannya.

Nanti jika sampai Rezim Penguasa benar benar menetapkan bahwa tulisan Kalimah Tauhid itu benar benar dilarang untuk dituliskan di bendera, kaos, topi,  baleho atau atau media lainnya, maka rejim ini akan berhadapan secara total dengan ummat Islam yang hampir dapat dipastikan akan protes besar besaran. Persengketaan baru menghadap perebutan periode kedua ini, barangkali memang ada skenario, tertentu, tetapi entah skenario siapa sesunggunya yang sedang tampil. Kita masih menunggu hingga terselenggaranya Pilpres 2019.




KARTU LANSIA UNTUK APA .... ?



GUBERNUR DKI telah mulai mengeluarkan Kartui Lansia,  jutaan kartu Lansia ini nantinya akan diberikan kepada penduduk DKI yang berusia 60 tahun ke atas mereka akan mendapatkan santunan sebesar Rp.600.000,0- (enam ratus Ribu Rupiah) perbulan, santunan itu diutamakan kepada para Lansia yang tak memiliki penghasilan tetap, membutuhkan pengobatan, karena sakit yang diidap karena ketuaan usianya, terlebih tentunya bagi lansia yang kurang terawat karena ketidak mampuan keluarganya yang mengurusnya, atau karena terpaksa hidup secara mandiri sebagai akibat keterbatasan lainnya. Kartu Lansia ala DKI ini kiranya perlu ditiru oleh para Pimpinan daerah lainnya utamanya Gubernur, Bupati, Walikota dan sebagainya yang memungkinkan ikut menentukan anggaran, sehingga dapat mengurangi beban hidup dan kesulitan yang dialami oleh para lansia, terkait dengan faktor ketuaan aeaeorang.

Dengan demikian maka setiap lansia itu memang harus terdata secara jelas, by name, by adres. dan barangkali mereka harus memiliki komunitas yang memungkinkan mereka bisa termonitor dan bahkan bisa saling berkounikasi, dan  Pemerintah juga memang seyogyanya memiliki petugas yang memungkinkan mengakomodir pengumpulan pendataan itu melalui berbagai lembaga sosial, baik yang dikelola olah para lansia yang masih memiliki kemampuan mengorganiusir kawan kawannya serta menyusun berbagai agenda kegiatan bagi para lansia.

Kegiatan para lansia tentu saja dimaksudkan untuk memelihara kebugaran para lansia agar mereka tetap bisa beraktivitas terkat kebutuhan aktivitas pribadi yang harus dilakukannya secara rutin. Kemampuan melaksanakan kegiatan rutin bersifat prifat bagi mereka yang tak bermasalah dan berada dalam lindungan keluarga besarnya itu no problem, apalagi keluarganya memiliki kemampuan membayar baby siter

Thursday, November 1, 2018

JAMES RIYADI - JOKOWI RETAK



TANDATANYA BESAR mengapa hubungan James Riyadi - Jokowi retak, padahal kenaikan Jokowi ke Bangku Presiden adalah peran James Riyadi sangat signifikan. Siapa diantara keduanya yang mulai ingkar keakraban, ini akan sulit dipahami sebelum Pilpres nanti usai. Lalu mengapa pengusutan dan pemeriuksaan kantor Meikarta dilakukan oleh KPK, disaat disaat terdengar kabar hubungan dengan Jokowi merenggang, dan pada saat terdengar kabar Jokowi sedang beruapaya menggalang dana dari para cukong Taipan. Tidak mudah kita akan
mendapatkan ceritera yang sesungguhnya. tetapi jika seandainya benar hubungan James Riyadi - Jokowi merenggang maka ini alamat sulit bagi Jokowi akan mencapai dua periode, peran james Riyadi dalam mensukseskan Jokowi membuat seliweran issue yang tak terbendung bendung di zaman dan era hoax ini.

James Riyadi itu pemain tingkat international, dia pernah dikabarkan sebagai penyumbang terbesar ketika terjadi Pilpres di Amerika, perannya sangat besar dalam menjatuhkan Kekuasaan Presiden Soeharto, dan juga peran besar itu dimainkan oleh James Riayadi untuk mendudukkan Jokowi ke Kursi Presiden RI.

Lalu kenapa tiba tiba salah satu kerajaan bisbis james Riyadi di gruduk KPK, lalu kenapa James Riyadi seperti memberikan tangkisan ringan sehingga Ruhut Panggabean merasakan desingannya. Bagi sebagai orang awam ini lumaian mencemaskan jika sampai ada persetruan antara  Raja atau Penguasa yang diuperankan oleh Tim Jokowi versus Raja Uang James Riyadi. Kalau seandainya kedua orang ini bersepakat menggunakan keKerajaannya untuk mensejahterakan rakyat dan bangsa, dipastikan kita semua bisa bahagia sejahtera,

Tetapi bila keduanya bermain mata mengambil keuntungan masing masing, maka dipastikan kita akan celaka. Kiuta berharap agar Tuhan memberikan yang terbaik bagi bangsa, Jika memang keutuhan mereka berdua akan mermanfaat dan mensejahterakan bangsa ini, mari kita doakan agar mereka bersatu, tetapi bila kebersatuan mereka justeru akan menyengsarakan kita semua, tak mengapa mereka berdua duel hingga titik darah penghabisan, jika merupakan pertanda keslaatan bangsa.

Kita tidak tahu, jadi kita serahkan saja kepada Tuhan YME.