Saturday, March 31, 2018

TAK MAMPU BAYAR UTANG KE CHINA, UANG YOAN DIBERLAKUKAN DI ZIMBABWE..

SETELAH melakukan  Pembangunanpun yang meroket di Zimabwe dengan memanfaatkan dana hutangan secara mudah. Tetapi dalam waktu yang bersamaan Pemerintah berhasil membuat rakyatnya jatuh miskin di tengah keperkasaan Pemerintahnya sehingga hutan kepada China tak mungkin bisa terbayar, China gak mau membeli hasil pembangunan itu, tetapi China ingin mengambil alih kekuasaan di Zimbabwe caranya sangat gampang yaitu uang yang berlaku di Zimbabwe diganti Yoam, apalagi ekonomi memang sudah dikuasai sebelumnya. Ini cara China mengambilalih kekuasaan di Zimbabwe di tengah tengah Penguasa setempat yang benar benar tak berdayalagi mengangkat kekuatan ekonomi rakyatnya. Hasil pembangunan di Zimbabwe lebih dinikmati oleh orang orang China sendiri.



Pemerintah Zimbabwe selama ini berhasil membungkam dan menaklukkan rakyatnya sendiri, segingga tak memiliki kemampuan untuk mengkritisi dan memperingatkan para penguasanya untuk berhati hati dalam melakukan kerjasama dengan China.

Sebelum Zimbabwe meroket melakukan pembangunan besar besaran menggunakan bantuan dana dari China dikhabarkan sebelumnya telah terjadi perpecahan internal, dan terpaksa Tentara Zimbabwe melucuti persenjataan Kepolisian mereka sendiri. Presidennya di tahan sementara. walaupun mereka mengaku sama sekali tak bermaksud melakukan kudeta.

Bagi bangsa Indonesia yang kini sudah menjadi rahasia umum bahwa kita benar benar telah terlilit hutang, dan bahkan konon jumlah hutang kita sudah berada diambang ketidak mampuan untuk membayarnya. Walaupun pihak Pemerintah masih memiliki optimisme yang tinggi, tetapi dengan keadaan masyarakat yang terhimpit kesulitan ekonomi ini hampir dapat dipastikam akan mempengaruhi pemasukan bagi Pemerintah, yang pada gilirannya, pelunasan hutang hutang itu akan memberatkan bagi semua.

Yang harus kita jaga sekarang ini adalah sekalipun bagaimana beratnya perekonomian rakyat,suasana diharapkan tetap kondusip. Memang haris diakui pada saat ini Pemerintah bersikap represip terhadap ummat Islam. Nampaknya Pemerintah masih sangat terobsesi dengan berbagai thesis yang mengatakan bahwa Islam adalah sebagai kelompok yang memang harus diwaspadai.

Kepolisian melalui petingginya bahkan tidak segan mengarang cerita bahwa kelompok Islam yang berjasa mengawal NKRI hanyalah NU dan Muhammadiyah, selebihnya justeru mengancam keutuhan NKRI, hanya saja untungnya pernyataan ini tidakserta merta membuat NU dan Muhammadiyah kegirangan dan tepuk dada. Justeru sebaliknya terutama Muhammadiyah sangat prihatin atas pernyataan ini.

Untung ummat Islam Indonesia tidak memiliki persoalan internal yang cukup tajam untuk memperparah suasana, memang ada pristiwa pembubaran ceramah dan mengaji yang juga dilakukan oleh kelompok tertentu yang juga sesungguhnya sesama Muslim. Kita tahu mereka adalah bertindak sebagaiadigung adiguna. Ini yang sesungguhnya sangat kita harapkan, karena dinatara kelompok yang bersedia membubarkan pengajian dan sebagainya itu, diantara pimpinan mereka sebagaian besar diantaranya masih berusaha lebih mematuhi ulama yang luruys ketimbang mendukung dan memuja para pejabat yang nyta nyata membenci ummat Islam. Bersyukurlah.

No comments:

Post a Comment