Sunday, December 7, 2014

Pentingnya Kampanye Hidup Berniaga

Dalam sejarah kerasulan (Islam) ada tiga orang Rasul yang kayaraya, yaitu Nabi Sulaiman AS, beliau kayaraya karena selain sebagai Rasul beliau juga sebagai seorang raja. Kedua Nabi Yusuf AS,  beliau kayaraya karena selain sebagai Rasul juga beliau dipilih sebagai Perdana Menteri, yang ketiga adalah Nabi Muhammad SAW, beliau kayaraya karena selain sebagai Rasul beliau juga dikenal sebagai saudagar yang sukses. Untuk menjadi seorang raja maka sangat kecil kemungkinan dan bahkan peluang itu sama sekali tidak ada bagi kita pada umumnya. Untuk menjadi seorang Perdana Menteri kemungkinannya sangat kecil. Satu satunya peluang yang terbuka lebar adalah kita kaya dengan cara berdagang, saudagar seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muahammad SAW mempercontohkan dirinya untuk diteladani dan bahkan beliau memulai perniagaannya dari O (nol) karena memang keberhasilan dalam berniaga bukan ditentukan oleh besarnya modal, melainkan semangat dan kejujuran. Itu dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW dengan demikian maka pelajaran ini adalah benar benar terjadi.  Dan perlu juga menjadi renungan kita semua bahwa Nabi Muhammad menjadi pedagang itu dilakukannya muali beliau masih berusia sepuluh atau belasan tahun.

Lalu bagaimana cara kita mengkampanyekan hidup berniaga bagi siswa SD?MI dan SMP/MTs. Untuk itu marilah kita tak usah segan segan dan malu malu mengacu kepada tulisan tulisan motivator terkenal Ipho Santoso melalui sejumlah seri buku yang diterbitkannya. Apalagi tulisan tulisan itu sejatinya adalah sejumlah langkah langkah yang telah dilaksanakan baik oleh pribadi yang bersangkutan dan sejumlah orang yang telah memulai hidup berniaga sebagai karir yang dipilihnya.

Kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh para usahawan muda itu segera diatasi dengan meningkatkan amal sholeh yang dimulai dari hal yang paling dasar, yaitu, memperbaiki iman dan keyakinan bahwa rejeki itu doatur oleh Allah, SWT.  memperbaiki hubungan dengan orang tua, dengA segenap famili, memperbaiki hubungan dengan sumi-isteri, memelihara sholat lima waktu, melazimkan sholat lail dan sholat dhuha, membiasakan bersedekah. Dan ternyata setelah itu dilakukan secara sempurna ternyata memiliki dampak kemajuan dalam berbisnis secara luar biasa.

Apa yang lazim dilakukan orang dalam membangun bisnisnya itu ternyata menjadi hal yang bukan tidak mungkin dibiasakan semenjak anak masih dalam bangku SD/MI. Berdasarkan penelitian dan pengalaman para usahawan muda itu ketidaklaziman berbagai amal sholeh dilakukan oleh mereka, menjadi batusandung bisnis mereka sehingga sulit mencapai hasil yang maksimal seperti yang diharapkan.

Dengan suatu keyakinan bahwa manakala berbagai amalan sholeh itu telah menjadi sesuatu yang lazim dan dipelihara oleh para siswa semenjak mereka masih berusia kanak akanak maka ketika merekla memulai usaha perniagaan, mereka tidak lagi mengalamai kegagalan yang disebabkan oleh alpanya berbagai malan shelehan yang ternyata dipersaratkan dalam menggeluti dunia ini. dan untuk kita ketahui bahwa gerakan amal sholeh ini bukan hanya dapat digunakan oleh mereka yang akan melaksanakan  perniagaan, gerakan amal sholeh juga dilakukan seperti dalam rangka memudahkan dalam belajar, dalam rangka mencapai cita cita dan lain sebagainya.

Gerakan amal sholeh dapat dilakukan oleh para siswa yang perubtukannya sangat luas, amal sholeh seyogyanya dilakukan oleh para siswa dan masyarakat sekolah lainnya. Demikian harapan kami dalam menyelenggarakan kampanye hidup berniaga itu.


No comments:

Post a Comment