Friday, April 13, 2018

APAKAH AL-QURAN KARYA FIKSI?

GEGER novel Fiksi yang dijadikan literatur oleh Prabowo sebagai politisi dalam pidato internal belaiau dan ini dijadikan kesempatan oleh lawan politiknya membulynya. Himgga tampilnya Prof. Ricky Gerung yang membuat lawan Politik terdiam beberapa saat. Mereka lebih terteranjat lagi ketika ketika Gerung mengatakan Kitab suci juga termasuk menggunakan pendekatan secara fiksional. Para politisi kembali bergairah untuk berdebat, bahka ada yang menamakan Islam dan ada beberapa yang darui luar Islam yang mengadukan GHerung ke Polisi.

Berdiskusi secara ellegan mempersoalkan apakah Al-Quran itu termasuk fiksi atau bukan sejatinya kita senang, tetapi ketika yang tampil dalam diskusi itu sebagai politisi yang dahulu membela Ahok ketika menista agama Islam, atau dari kelompok Muslim yang juga dahulu membela Ahok, makaadalah sepantasnya kita berkesimpulan bahwa mereka itu bukan sejatinya membela agama, tetapoi mereka menentang ucapan Gerung, walaupun dengan dalih agama, tetapi sesungguhnya mereka itu berbuat dan berbicara berdasarkan nafsunya masing masing. Sementera kita membutuhkan pemikiran yang klear dan murni berdasarkan aqidah Islamiyah.



Ada beberapa yang telah memberikan komentarnya, tetapi menurut saya yang baik diacu adalah komentar yang disampaikan oleh Felix Siau, beliau adalah muallaf, yang telah berjihat mempelajari Keislaman secara sungguh sungguh dan berkesimpulan untuk ,eninggalkan agamanya yang terdahulu dan menyatakan resmi masuk Islam. Jalan pemikiran Felik Siau bisa kita jadikan acuan, ketimbang pihak piohak yang dahulu pernah membela penista agama

<!--more-->
Bagi kita sebagai seorang Muslim kesempatan seperti ini jangan dilewatkan begitu saja, tetapi manfaatkanlah momesn seperti ini untuk mempertajam pemahaman dan kepenganutan kita terdap Islam secara akidah.

No comments:

Post a Comment