Monday, April 23, 2018

DIDIK ANAK ANAK UNTUK MASA DEPAN


TA'MIR MASJID DAN PEMIMPIN UMMAT HARUS MEMAHAMI INI

MENGACU kepada pesan Rasul dalam mendidik anak (alhadits) bahwa didiklah anak anakmu untuk masa depan mereka, bukan untukasa sekarang, dan apalagi untuk masa lalu. Ingatlah bahwa dunia ini akan berubah, yang tidak akan berubah adalah tuntunan akidah sedangkan syari'ahnya pasti berubah. Dalam suatu kesempatan Anis Baswedan ketika menjadi Menteri Pendidikan pernah memberikan pengarahan dalam suatu acara, mengatakan bahwa dalam mendidik kita bukan membentuk tetapi mengarahkan, barangkali ini juga mengacu kepada doa yang sudah terlalu sering kita baca " Ihdinas shirotol Mustaqim " yang artinya yunjukilah kami jalan yang lurus.



Kita bisa menyimpulkan bahwa bila proses pendidikan diharapkan bergerak menuju suatu titik, maka dalam proses pencapaiannya juga akan sangat tergantung kepada yang bersangkutan.


Setelah beberapa waktu lalu Rektor UIN  Yogya dan mungkin secara diam diam beberapa UIN dan IAIN lainnya juga sudah mengeluarkan larangan mahasiswanya memakarangkali ai cadar, yang dahulu pernah diperintahkan oleh Rasulullah keoada isterinya serta kepada semua perempuan untuk memakai cadart, maska sudah sepantasnya kita menduga bahwa Dunia Pendidikan di Indonesia asli diinpensi oleh politik aliran yang tak sejalan dengan Islam. Larangan ini tak mainmain, karena diancam sangsi pemecatan kepada mahasiswa yang masih kekeh.Artinya rejim Pemerintah sekarang ini dikuasai oleh  aliran politik anti Islam, oleh karenanya sangat tak layak untuk terlalu berharap kepada rejim Penguasa saat ini untuyk majunya pendidikan Islam di Indonesia.

Kita harus kembali pada saat zaman sebelum Kmerdekaan dahulu, kita menjadikan Masjid, ta'lim dan jama'ah jama'ah pengajian lainnya sewbagai pelaksana pemebelajaran bagi ummat. Atau barangkali harus mengacu kepada Pemerintahan Turki ketika sedang memperaktikkan skularisasi. Artinya kita harus kembali menanamkan sikap perjuangan untuk menyelenggarakan pendidikan secara mandiri.
Dahulu jika tak salah simak, di Turkey hanya menyisakan mengaji al-Quran, semua kegiatan keagamaan ditiadakan, tetapi melalui pengajian Al-Quran Turkey kini mampu mengalami kemajuan yang maha dahsyat kehidupan keagamaannya.

Situasi kita kini memang tak sedahsyat  apa yang dihadapi Islam Turkey, oleh karenanya maka manakala kita mampu membangkitkan semangat untuk membangun ummat dengan momentum penekanan yang dilakukan oleh rejim Jokowi ini maka kesempatan bagi kita untuk bangkit membangyun kembali peradaban Islam. Maka ada baiknya kita menyimak pengarahan Anis Baswedan dahulu ketika beliau masih menjadi Menteri Pendidikan juga di era Jokowi, sebelum akhirnya digantikan orang lain, setelah beberapa Partai bergabung mendukung Pemerintah, setelah sempat beroposisi.

Kita berharap generasi yang akan datang adalah generasi yang dekat dengan Masjid. Dan Masjid harus dikelola secfara profesional, agar para generasi muda senakin betah untuk aktif di masjid. Sementara pengelola masjid dipihak lain mempersiapkan segala sesuatunya secara profesional sebagai sebuah lembaga pendidikan, yang sebenarnya. 

No comments:

Post a Comment