Friday, November 24, 2017

MINTALAH KEPADA ALLAH BEBAN YANG LEBIH BERAT


Indonesia akan menjadi negara besar dan maju manakala ummat Islam yang merupakan mayoritas di Indonesia ini tidak cengeng dan manja serta gampang menreah tetapi sebaliknya merasa tertantang, dan tak lari meninggalkan medan juang. Ummat Islam harus naik kelas, berhasil menyelasaikan suatu masalah berat, maka bersiaplah menyelesaikan masalah yang lebih berat lagi. Lagi, lagi dan lagi. Jangan biasakan menggantungkan nasib ke orang lain, itulah sebabnya kita harus naik kelas, naik lagi. Waktu saya masih duduk di SLTP dan SLTA  ada seorang Khatib yang sangat saya senangi bila dia berdoa, doanya diselingi bahasa Indonesia, sehingga jamaah faham akan isinya. Antara lain dimohonkan "Ya Allah ... janganlah kami dibebani dengan beban yang tak sanggup kami memikulnya" selama bertahun tahun setiap saya berdoa secara serius doa ini selalu saya sisipkan di tengah doaku yang lain. Belakangan saya baru sadar, bahwa selama bertahun tahun aku salah dalam berdoa, Dan saya sangat menyesali karena dalam suatu kesempatan saya memimpin pembacaan doa dan doa itu kuajukan lagi dan diamini banyak orang, mungkin inilah sebabnya saya kurang baik dalam menempuh karir.

Memang hidup itu bukan untuk mencari masalah, tetapi akan menjadi sangat buruk hidup ini manakala justeru lari dari masalah. Sebagaimana kita tahu bahwa yang disebut masalah itu adalah semua situasi yang memisahkan kita dari tercapainya tujuan. Jia kita lari dari masalah, maka berarti kita tak akan pernah mencapai tujuan itu. Oleh karenanya maka secepat mungkin kenali dan identifikasi masalah yang menghambat kita dari tujuan, untuk dicarikan jalan keluarnya. Untuk itu kita harus pintar, cerdas, serta ulet.

Perjuangan seberat apapun bagi ummat Islam untuk memperbaiki NKRI ini tidaklah akan seberat apa yang dirasakan oleh mereka yang bertuhan atau beragama. Bagi mereka setelah pintar, cerdas, serta ulet, maka pamungkasnya adalah dana, senjata dan taktik serta strategi. Bagi kita ummat Islam, setelah itu semua kita pwrsiapkan dan laksanakan, kita masih bisa menyandarkan diri kepada Allah, bahkan berserah kepada Allah itu tertanam sejak awal. Sedang persyaratan lain harus kita tunaikan sesuai ajaran dan aturan agama. Untuk hasilnya kita tawakkal kepada Allah.

Allah akan menyayangi hambanya yang berserah diri kepadanya, Kepadanya Allah akan memberikan kasih sayangnya. Cara Allah menyayangi hambanya, bukan dengan merinmgankan masalah yang dihadapi, tetapi dengan cara lebih memperkuat jiwanya, sehingga sehebat apapun masalah yang merintang, dia tak akan menyerah kalah. Cara Allah menyayangi hambanya bukanlah dengan mengurangi beban yang harus dipikulnya, tetaoi dengan cara memperkuat pundaknya agar mampu memikul lebih barat lagi.

Menarik,seorang teman mengirimi saya postingan di WA yang katanya Copas dari group yang dia ikuti dikatakan :
Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa.
Hidup itu ..
Butuh masalah supaya kita punya kekuatan.
Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras.
Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati.
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.
Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,
Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta,
Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri
Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap.
Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.
Permasalahan yang dihadapi ummat Islam di Indonesia harus direspon dengan positif oleh ummat Islam, manakala mampu direspon secara positif, maka kemanfaatannya bukan saja dirasakan oleh ummat Islam, akan tetapi seluruh lapisan masyarakat bangsa Indonesia akan merasakan nikmatnya.

Janganlah selalu meminta diringankan beban yang harus kita pikul, tetapi mintalah Kepada Allah agar kita mampu memikul seberat apapun beban yang harus kita emban. Bila kita hanya meminta beban yang ringan maka hasilpun pasti akan ringan pula, bila kita pikul beban yang berat berat maka masalah beratpun akan terselesaikan.

Banyak masalah yang menimpa bangsa ini, maka berniatlah menyelesaikan permasalahan itu. Mari kita selesaikan masalah bangsa ini dengan cara cara sesuai aturan Tuhan, jangan sampai beban berat justeru diselesaikan oleh pihak lain dengan cara melawan Tuhan. Manakala hal tersebut yang terjadi maka bukan kebahagiaan  

No comments:

Post a Comment